Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Pasca Pertamax Naik, Emak-emak Wajib Tahu
Papan informasi harga BBM Pasca Kenaian BBM non-subsidi Pertamax. IDN Times/Linna Susanti
  • Kenaikan harga Pertamax memicu lonjakan biaya transportasi dan kebutuhan pokok, membuat keluarga perlu menata ulang anggaran agar pengeluaran bulanan tetap terkendali.
  • Strategi utama mencakup audit anggaran transportasi, penerapan food preparation mingguan, serta pemangkasan pengeluaran kecil seperti langganan aplikasi dan jajan online.
  • Pemanfaatan promo, diskon, dan cashback digital menjadi langkah cerdas untuk menghemat belanja rumah tangga di tengah kenaikan harga BBM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabar kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax belakangan ini sukses bikin para ibu rumah tangga memutar otak lebih keras, ya Lur. Bagaimana tidak, kenaikan harga bahan bakar biasanya langsung memicu efek domino terhadap naiknya ongkos transportasi hingga merembet ke harga komoditas pangan di pasar.

Kalau sudah begini, pos pengeluaran bulanan bisa langsung "bocor" kalau tidak segera disiasati. Perang melawan inflasi dapur pun dimulai! Tapi tenang dulu, Mak, tidak perlu panik sampai menyunat gizi keluarga. Kuncinya ada pada strategi alokasi dana yang super taktis.

Biar dompet tetap aman dan dapur tetap ngebul tanpa drama, yuk simak 4 cara mengatur keuangan rumah tangga pasca Pertamax naik yang wajib Emak-emak tahu berikut ini!

1. Lakukan Audit dan Re-alokasi Anggaran Transportasi

ilustrasi shio Tikus perlu mengaudit aset yang dimiliki (pexels.com/Mikhail Nilov)

Ketika harga Pertamax naik, pos pengeluaran pertama yang wajib dirombak total adalah anggaran bensin bulanan, baik untuk motor si bapak, mobil keluarga, atau antar-jemput anak sekolah.

Hitung kembali berapa rata-rata pengeluaran bensin dalam sebulan setelah kenaikan harga. Jika biasanya menganggarkan Rp500 ribu, mungkin sekarang harus naik menjadi Rp600 ribu.

Tutup selisih Rp100 ribu tersebut dengan memangkas atau mengorbankan pos pengeluaran non-prioritas, seperti anggaran jajan kopi kekinian atau uang nonton bioskop bulanan. Kumpulkan seluruh anggota keluarga untuk mulai menerapkan strategi bike-pooling (barengan) saat bepergian ke arah yang sama demi menghemat bensin.

2. Terapkan Strategi "Food Preparation" Mingguan

Aktivitas warga membeli sayur mayur di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)

Membeli bahan makanan secara eceran setiap hari ke tukang sayur keliling ternyata jauh lebih boros ketimbang belanja sekaligus dalam jumlah besar secara terjadwal, lho Lur.

Mulailah beralih ke sistem food preparation (food prep). Buat daftar menu makanan (meal plan) untuk satu minggu penuh ke depan sebelum pergi berbelanja.

Belanjalah langsung ke pasar tradisional seminggu sekali pada waktu subuh untuk mendapatkan harga grosir yang jauh lebih miring. Sesampainya di rumah, bersihkan sayur dan lauk pauk, lalu potong-potong dan simpan di dalam wadah kedap udara sebelum masuk kulkas. Trik ini terbukti memotong biaya belanja dapur hingga 30% dan menghemat gas memasak!

3. Pangkas "Bocor Alus" di Pos Pengeluaran Bulanan

aplikasi streaming musik (Pexels/cottonbro studio)

Tanpa disadari, banyak rumah tangga yang mengalami kebocoran dana akibat pengeluaran kecil yang sering dianggap sepele, atau biasa disebut "bocor alus".

Cek kembali tagihan-tagihan otomatis di smartphone atau rekening bank Anda.

Matikan langganan aplikasi streaming musik atau film yang jarang ditonton. Batasi frekuensi memesan makanan secara online lewat ojek digital yang mengenakan biaya ongkir serta biaya layanan tinggi. Ubah kebiasaan jajan di luar dengan membuat camilan sendiri di rumah yang jauh lebih sehat dan ekonomis bagi anak-anak.

4. Manfaatkan Promo, Diskon, dan Fitur Cashback Digital

Ilustrasi promo diskon (pexels.com/www.kaboompics.com)

Di era serbadigital seperti sekarang, emak-emak cerdas harus pintar memanfaatkan teknologi untuk memburu potongan harga demi menekan pengeluaran.

Jangan langsung membeli barang kebutuhan bulanan (seperti sabun, minyak goreng, atau susu anak) di toko pertama yang dikunjungi tanpa perbandingan.

Bandingkan harga antara satu supermarket dengan yang lain lewat brosur digital. Manfaatkan metode pembayaran e-wallet atau aplikasi perbankan yang sering menawarkan cashback atau poin belanja. Ingat, Mak, potongan Rp2.000 hingga Rp5.000 per barang kalau dikalikan banyak item bisa menghemat puluhan ribu rupiah!

Nah, itulah beberapa trik jitu mengatur keuangan rumah tangga yang bisa langsung Emak-emak praktikkan. Dengan perencanaan yang matang, badai kenaikan harga BBM dijamin lewat tanpa bikin kantong bolong. Semangat mengelola keuangan, Lur!

Editorial Team

Related Article