Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mengusir Nyamuk Demam Berdarah di Rumah Pakai Bahan Dapur
ilustrasi nyamuk (freepik.com/freepik)
  • Nasihat penting untuk mengusir nyamuk Aedes aegypti adalah dengan mengacaukan indra penciumannya menggunakan racikan beraroma menyengat dari dapur.

  • Bahan alami seperti serai dapur, kulit jeruk, bawang putih, serta lemon dan cengkih terbukti ampuh menjadi pengusir nyamuk alami (repellent) yang aman bagi keluarga.

  • Trik alami ini harus tetap dikombinasikan dengan gerakan 3M Plus agar rumah benar-benar bebas dari sarang dan jentik nyamuk DBD.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Nyamuk DBD bisa diusir dengan bau dari dapur. Kita bisa pakai serai, kulit jeruk, bawang putih, atau lemon dengan cengkih. Nyamuk tidak suka baunya. Tapi jentik nyamuk masih ada di air. Jadi bak harus dikuras, wadah air ditutup, dan barang bekas dibuang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat musim hujan atau pancaroba tiba, ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) selalu bikin resah. Nyamuk Aedes aegypti yang aktif berburu di pagi dan sore hari sering kali mengintai anggota keluarga di rumah. Mau pakai obat nyamuk semprot berkimia terus-menerus, kadang muncul rasa khawatir akan efeknya terhadap saluran pernapasan si kecil.

Tenang dulu, Moms! Sebelum buru-buru membeli produk kimia keras, coba tengok isi rak dapur di rumah. Beberapa bahan masakan harian ternyata punya aroma khas yang sangat dibenci oleh nyamuk pengangkut virus DBD. Yuk, bongkar racikan alaminya yang mudah dan hemat ini!

1. Semprotan Serai Dapur yang Bikin Nyamuk Kabur

ilustrasi serai (pexels.com/Surya Travel)

Serai dapur bukan cuma penyedap masakan, tapi juga mengandung senyawa citronella alami yang aromanya sangat dihindari oleh serangga.

Untuk membuatnya, potong 3–5 batang serai dapur, lalu geprek hingga pipih. Rebus potongan serai tersebut dalam 2 gelas air hingga mendidih dan warnanya berubah keruh. Setelah dingin, saring airnya dan tuangkan ke dalam botol semprotan. Semprotkan cairan ini ke area gelap, kolong tempat tidur, atau sudut ruangan tempat nyamuk sering bersembunyi.

2. Olahan Kulit Jeruk Kering Beraroma Limonene

kulit jeruk (pixabay.com/Myriams-Fotos)

Jangan langsung membuang kulit jeruk selesai dimakan. Kulit buah sitrus ini menyimpan kandungan limonene yang efektif merusak sistem penciuman nyamuk.

Cara mengolahnya super simpel: jemur kulit jeruk di bawah terik matahari sampai benar-benar kering dan mengeras. Letakkan kulit jeruk kering tersebut di atas piring kecil di sudut ruangan. Kalau ingin aromanya menyebar lebih cepat ke seluruh ruangan, Moms bisa membakar sedikit bagian ujung kulit jeruk kering tersebut seperti dupa (pastikan tetap diawasi demi keamanan dari api).

3. Irisan Bawang Putih Penjaga Ventilasi

Ilustrasi irisan bawang putih (thespruceeats.com)

Aroma belerang (sulfur) yang keluar dari bawang putih sangat menyengat bagi indra penciuman nyamuk Aedes aegypti yang sensitif.

Kupas beberapa siung bawang putih, lalu iris secara tipis-tipis agar minyak dan aromanya keluar secara maksimal. Taruh irisan bawang putih ini di mangkuk kecil, lalu letakkan di dekat jendela, lubang angin, atau ventilasi udara. Cara ini sangat efektif mencegah nyamuk dari luar masuk menerobos ke dalam rumah.

4. Perpaduan Segar Lemon dan Cengkih

ilustrasi lemon (pexels.com/Наталья Курт)

Kombinasi antara aroma asam segar buah sitrus dan wangi rempah pedas dari cengkih menghasilkan wewangian alami yang sangat dihindari oleh berbagai jenis serangga.

Cukup belah satu buah lemon (atau jeruk nipis) menjadi dua bagian. Tancapkan 10–15 butir cengkih kering ke permukaan daging lemon tersebut hingga tertata rapi. Letakkan lemon bercengkih ini di meja ruang tamu atau sudut kamar tidur tempat keluarga sering berkumpul.

Peringatan Penting: Tetap Wajib Gerakan 3M Plus!

ilustrasi nyamuk demam berdarah (freepik.com/jcomp)

Bahan-bahan dapur di atas berfungsi sebagai pengusir sementara (repellent) untuk nyamuk dewasa dan tidak bisa membunuh jentik-jentik nyamuk. Karena nyamuk Aedes aegypti sangat gemar bertelur di air bersih, Moms wajib mengombinasikan trik dapur ini dengan gerakan 3M Plus:

  • Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi secara berkala seminggu sekali.

  • Menutup rapat-rapat seluruh wadah penampungan air bersih.

  • Mendaur ulang atau membuang barang-barang bekas yang berpotensi menampung genangan air hujan.

Mengamankan rumah dari ancaman DBD ternyata bisa dimulai dari langkah-langkah ramah lingkungan yang ada di sekitar kita.

Dari keempat bahan dapur di atas, mana nih yang racikannya paling ingin Moms coba buat di rumah hari ini? Tulis pilihan atau pengalaman Moms di kolom komentar, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article