Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CEK FAKTA: Ahmad Luthfi Sebut Jawa Tengah jadi Supermarket Bencana
Paslon Gubernur Jateng nomor urut 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin (Capture Youtube KPU Jateng)

Semarang, IDN Times - Debat kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2024 berlangsung pada Minggu, 10 November 2024, bertempat di MAC Ballroom, Jalan Majapahit, Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari, Semarang.

Debat tersebut diikuti oleh dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Pasangan calon nomor urut 1 adalah Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi (Hendi), sementara pasangan nomor urut 2 adalah Ahmad Luthfi dan Taj Yasin.

Tema debat berfokus pada "Pembangunan Infrastruktur Ketahanan Pangan Jawa Tengah untuk Menghadapi Perubahan Iklim dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat."

Cagub nomor urut 2, Ahmad Lutfi dalam debat menyebut jika Jawa Tengah adalah supermarket bencana karena sering terjadinya bencana di provinsi tersebut. Lebih lanjut, ia menyatakan jika pada tahun 2023, Jawa Tengah masuk dalam lima provinsi di Indonesia yang sering terjadi bencana alam di Indonesia.

Dari penelusuran IDN Times dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jawa Tengah termasuk dalam lima besar provinsi dengan kejadian bencana alam terbanyak pada tahun 2023. Adapun, lima provinsi dengan jumlah bencana tertinggi pada tahun tersebut adalah:

  1. Jawa Barat: 753 kejadian
  2. Jawa Tengah: 580 kejadian
  3. Kalimantan Selatan: 490 kejadian
  4. Sulawesi Selatan: 267 kejadian
  5. Kalimantan Timur: 252 kejadian.

Kemudian, untuk istilah "supermarket bencana" sering digunakan untuk menggambarkan wilayah yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam. Sebutan tersebut juga pernah disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengintegrasian Pengurangan Risiko Bencana dalam Perencanaan Pembangunan, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Rabu (31/5/2017).

Oleh karena itu, dengan jumlah kejadian bencana yang tinggi, Jawa Tengah kerap disebut demikian. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) ikut menunjukkan bahwa pada tahun 2023, Jawa Tengah mengalami berbagai jenis bencana, termasuk tanah longsor, banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrem.

Dengan demikian, data yang disampaikan Ahmad Luthfi adalah benar.

Editorial Team

Related Article