Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Kekuatan Tukang Linting, Suryo Sukses Bangun Bisnis Rokok HS

Kab. Banyumas
Dari Kekuatan Tukang Linting, Suryo Sukses Bangun Bisnis Rokok HS
Jumpa pers, Minggu siang, di sela konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank di Purwokerto Banyumas. (IDN Times/Dok HS Group)
  • Bisnis rokok HS milik Muhammad Suryo berkembang dari 30 juru linting pada 2023 menjadi hampir 8.000 karyawan dalam tiga tahun, setelah penjualan meningkat dan meraih penghargaan penyerapan tenaga kerja.
  • Suryo menghadapi kecelakaan pada Ramadan 2026 yang menewaskan istrinya dan membuatnya mengalami enam patah tulang kaki, namun kembali menjalankan usaha demi ribuan pekerja.
  • HS merekrut hampir 200 pekerja disabilitas, mengumrahkan 156 karyawan berprestasi, serta mendukung UMKM dan Slankerspreneur melalui konser Berani Kita Beda Tour di Purwokerto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyumas, IDN Times - Di era kekinian setiap orang tentu mengenal rokok HS sebagai brand rokok alternatif bagi masyarakat Indonesia. Namun siapa sangka di balik jaringan pemasaran yang menggurita, bisnis rokok HS dibangun dari kekuatan luar biasa para juru lintingnya.

Hal itu terungkap saat sesi jumpa pers, Minggu siang, di sela konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank di Purwokerto Banyumas.

Muhammad Suryo, selaku owner HS mengaku tahun 2023 karyawannya 30 tukang linting. Setahun berjalan, perkembangan bisnisnya dirasa belum menggembirakan.

“Saya dengan Pak Ipin (salah satu pimpinan di pabrik HS) kemudian umrah ke Tanah Suci, berdoa. Tuhan kalau ini bukan rezekiku saya ikhlas, tapi kalau rezekiku saya mohon dipermudah,” kata Suryo dalam keterangan yang diterima IDN Times, Minggu (30/8/2026).

  1. Bangkit dari keterpurukan

    Personel Slank berdialog bersama owner HS Group dalam sesi pertemuan yang berlangsung santai di sebuah ruangan.
    Sesi dialog digelar antara personel Slank dengan owner HS Group. (IDN Times/Dok HS Group)

    Pulang dari Tanah Suci, Suryo berusaha menekuni bisnis rokoknya. Karyawannya tambah banyak seiring penjualan makin bagus. Bahkan pada tahun 2025 mendapat penghargaan salah satu perusahaan penyerap tenaga kerja terbanyak di Jateng. 

    Perkembangan yang menggembirakan ternyata tak selamanya mulus. Pada tahun 2026, tepatnya bulan Ramadan, Suryo mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya Anis Syarifah.

    Insiden itu jadi ujian berat yang dialami Suryo. Saat sesi jumpa pers, Suryo sempat meneteskan air mata. Kecelakaan lalu lintas itu juga membuat Suryo luka-luka, ada 6 patah tulang kaki yang diderita. Di tengah ujian itu, Suryo kembali berdoa.

    “Doanya, Tuhan kalau saya masih bermanfaat (bagi banyak orang), saya tolong disembuhkan, yang terlintas karyawan-karyawan saya. Alhamdulillah saya dikasih sadar,” akunya.

    “Sempat putus asa, tapi di pundak saya ada ribuan orang yang harus saya tanggung. Itulah semangat saya, saya harus berbuat baik, berkarya lebih banyak untuk mereka-mereka yang hidupnya bergantung kepada saya,” lanjut Suryo.

  2. Suryo senantiasa menjamah kaum papa

    Dokumentasi resmi promosi dukungan penuh HS Group terhadap gelaran konser bareng band Slank dalam materi acara.
    HS Group mendukung penuh gelaran konser bareng Slank. (IDN Times/Dok HS Group)

    Hari ini, di usia 3 tahun, rokok HS makin berkembang. Karyawan dari 30 orang, kini jumlahnya mendekati 8.000 orang. 

    Semangat berbagi, bermanfaat bagi orang banyak dalam berbisnis juga yang menggerakkan Suryo menerima karyawan disabilitas. Jumlahnya, dari bulan Maret 20 orang, jadi hampir 200 orang.

    Suryo mengemukakan semua orang tentu tidak ingin dilahirkan dengan kondisi seperti itu. Mereka ingin normal seperti lainnya.

    Utamanya juga ingin setara mendapatkan pekerjaan untuk penghidupan. Itu jadi semangatnya menerima karyawan disabilitas. Tak hanya itu, dia juga menerima karyawan tanpa pengalaman kerja. 

    “Bahkan, istilahnya, bawa KTP sobek pun asalkan masih bisa dibaca, saya terima jadi karyawan,” ungkap pria kelahiran Lampung ini.

    Teranyar, dia juga mengumrahkan 156 karyawan berprestasi ke Tanah Suci. Saat ini, rokok HS sudah ada 14 varian, dengan produk baru HS Double Slim kombinasi rasa apel mint dan orange, termasuk produk kretek HS Matcha.

    Sementara, pada konser menggandeng Slank dan band lokal Purwokerto hingga Yogyakarta di Purwokerto itu, Suryo menyebut itu jadi salah satu cara bermanfaat bagi sesama menggunakan cara kreatif. 

    Ketika konser digelar, wilayah sekitar terutama masyarakatnya akan merasakan manfaatnya. Salah satunya UMKM. Lokasi pentas menyediakan tenda-tenda UMKM untuk berjualan, termasuk secara khusus para Slankers melalui program Slankerspreneur. 

  3. Slank kangen sama nuansa Purwokerto

    Personel Slank dan perwakilan penyelenggara duduk di meja saat konferensi pers jelang konser di Purwokerto.
    Sesi press conference jelang konser Slank di Purwokerto. (IDN Times/Dok HS Group)

    Basis Slank Ivanka menjelaskan Slankerspreneur jadi salah satu wadah Slankers yang tertarik wirausaha. Itu disebutnya sebagai gerakan tidak terstruktur.

    “Slankers ini sudah membersamai lebih dari 30 tahun, saat ini usianya sudah dewasa, sudah punya anak, punya tanggung jawab. Tercetuslah ide ini, mereka berkreasi sesuai bakatnya masing-masing. Slankerspreneur gerakan tidak terstruktur, tapi mereka bisa merasakan support dari HS. Belum pernah ada, konser-konser dengan rangkaian panjang, yang Slankersnya disupport sponsor, selain HS ini,” jelas Ivanka yang juga hadir di sesi jumpa pers.

    Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka, menyebut Suryo memang selalu banyak ide dan inovasi. “Jadi wajar aja kalau tiga tahun HS seperti ini. Banyak orang yang sudah terekrut, semoga Pak Haji Suryo selalu sehat badan dan pikirannya, jadi semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” jelas Kaka.

    Bimbim, menyebut Slank sudah belasan tahun tidak menyambangi Purwokerto. Dia mengenang, terakhir manggung di Purwokerto saat anaknya yang bernama Tallulah Alami masih dua tahun. Hari ini, Tallulah usianya sudah 20 tahun.

    “Jadi sudah 18 tahun,” cerita drummer Slank ini.

    Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut konser ini gebrakan luar biasa di Banyumas khususnya Purwokerto. 

    “HS masuk ke Purwokerto langsung membawa Slank. Biasanya kecil-kecil yang dibawa, ini yang dibawa langsung Slank, langsung ‘gajah’. Sejak saya jadi bupati, tahun 2024, minimal ada 1 kali event tiap bulan, event apapun,” kata Sadewo.

    Sementara itu, sebelum pentas, akan ada riding Slank bersama ratusan pemotor khususnya Paguyuban Sekuteris Banyumas Raya (Paseban Raya). Mengambil titik Jembatan Gerilya Soedirman dan finish di venue GOR Satria.  

    Line up artist konser itu; Polkadots (Purwokerto), FSTVLST (Yogyakarta), Karnamereka (Yogyakarta), Afterskema (Yogyakarta), Preman Disco (Bandung), Souljah (Jakarta) dan Slank.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More