Demokrat Pilih Usung Ahmad Luthfi untuk Rebut Bonus Demografi di Jateng

- Partai Demokrat memutuskan untuk mengusung Komjen Pol Ahmad Luthfi pada Pilkada Jawa Tengah, atas arahan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono.
- Kandidat pendamping Ahmad Luthfi masih cair, namun Partai Demokrat mengarah pada Kaesang Pangarep sebagai calon wakil gubernur Jawa Tengah.
- Partai Demokrat akan memaksimalkan pemenangan di Pilkada tahun ini untuk merebut perolehan suara Gen Z dan telah memberikan rekomendasi pencalonan kepada 10 daerah.
Semarang, IDN Times - Sejumlah elite Partai Demokrat memutuskan satu haluan dengan Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus) untuk mengusung Komjen Pol Ahmad Luthfi pada kontestasi Pilkada Jawa Tengah. Wakil Ketua Demokrat Jawa Tengah, Bayu Jalar Prayogo mengungkapkan keputusan untuk mengusung Ahmad Luthfi merupakan salah satu arahan yang diberikan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Arahan DPP Partai Demokrat ke Pak Luthfi. Maka untuk koalisi Pilgub Jateng kita satu koalisi dengan KIM Plus," ujar Bayu kepada IDN Times, Rabu (21/8/2024).
1. Nama Kaesang menguat

Lebih jauh, ia mengemukakan sedangkan untuk penentuan kandidat pendamping Ahmad Luthfi sampai sekarang masih cair. Partainya belum memutuskan apapun untuk mencari sosok calon wakil pendamping Ahmad Luthfi.
Kendati demikian, partainya juga tak memungkiri bahwa kandidat pendamping Ahmad Luthfi mengarah pada Kaesang Pangarep. Karena saat dilakukan mapping pada sejumlah tokoh, nama yang menguat hanya Kaesang.
"Satu-satunya nama calon wakil gubernur Jateng yang menguat hanya Kaesang Pangarep," paparnya.
2. Demokrat rebut bonus demografi

Bayu juga bilang pada kontestasi Pilkada tahun ini Demokrat akan memaksimalkan pemenangan agar bisa merebut perolehan suara Gen Z. Soal apakah Demokrat akan menyasar pada basis massa Jawa Tengah yang selama ini identik dengan massa PDIP, ia menegaskan upaya akan dilakukan semaksimal mungkin.
"Bonus demografi Jawa Tengah yang besar akan dikelola, dikapitalisasi sebagai bentuk kekuatan bagi Partai Demokrat pada pilkada tahun ini," ujar Bayu.
3. Bikin koalisi gemuk di Jepara

Untuk Pilkada 35 kabupaten/kota, partainya juga telah memberikan rekomendasi pencalonan kepada 10 daerah. Yang teranyar partainya memberikan rekomendasi bagi paslon Kabupaten Jepara dan Kabupaten Purworejo.
Khusus Kabupaten Jepara, katanya Demokrat dipastikan membentuk koalisi gemuk untuk memenangkan kontestasi. "Yang di Jepara dan Purworejo sudah kita berikan rekomendasi. Untuk Jepara kita bentuk koalisi besar sama Golkar, PPP, NasDem Gerindra. Jadi keseluruhan sudah ada 10 rekomendasi yang diberikan DPP Demokrat untuk Pilkada Jateng," terangnya.
Tak cuma itu saja, masih ada tujuh kabupaten/kota yang masih berproses untuk diberikan rekomendasi dari DPP Demokrat. Sementara tujuh daerah lainnya belum diberikan rekomendasi lantaran mempertimbangkan kapasitas dan kapabilitas tokoh daerah setempat.
Dari tujuh daerah yang belum diberikan rekomendasi, menurutnya salah satunya Yoyok Sukawi. "Untuk Kota Semarang, Yoyok Sukawi belum diberikan rekomendasi karena belum ada yang jadi wakilnya. Padahal kalau untuk menjadi seorang wakil kepala daerah yang perlu diperhatikan kapabilitasnya, bagaimana dia tertarik untuk diusung atau tidak. Maka sekarang masih dicari dari kalangan parpol koalisi atau luar parpol," ungkapnya.



















