Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dompet Menipis Tengah Bulan? Ini 5 Trik Belanja Hemat ala Ibu Rumah Tangga di Jateng
Pedagang (kiri) melayani warga yang berbelanja daging ayam ras di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • Ibu rumah tangga di Jawa Tengah dikenal jago mengatur keuangan dengan strategi belanja hemat, terutama saat menghadapi tanggal tua agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi.
  • Trik hemat mereka mencakup belanja subuh di pasar tradisional, langganan bakul sayur lewat metode 'metuk', serta memanfaatkan protein lokal seperti tahu, tempe, dan telur.
  • Mereka juga menyiapkan stok bumbu dasar sejak awal minggu dan menerapkan sistem belanja eceran sesuai menu tujuh hari untuk mencegah pemborosan bahan makanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dompet Menipis Tengah Bulan? Ini 5 Trik Belanja Hemat ala Ibu Rumah Tangga Jateng

Semarang, IDN Times — Memasuki fase pertengahan bulan alias "tanggal tua" sering kali jadi momen yang paling mendebarkan untuk isi dompet kita ya, Lur? Saldo tabungan makin menipis, sementara kebutuhan dapur untuk makan sehari-hari tidak bisa ditunda. Kalau tidak pintar memutar otak, bisa-bisa finansial kita berakhir boncos sebelum hari gajian berikutnya tiba di tahun 2026 ini.

Nah, urusan bertahan hidup dengan bujet mepet, kita wajib angkat topi dan belajar dari jurus rahasia para ibu rumah tangga (IRT) di Jawa Tengah. Emak-emak Jateng terkenal punya tingkat kreativitas tinggi dan manajemen keuangan yang sangat taktis dalam mengelola uang belanja mingguan tanpa mengorbankan gizi keluarga.

Biar dapur tetap ngebul dan dompet aman dari badai tanggal tua, yuk intip 5 trik belanja hemat mingguan ala ibu rumah tangga di Jateng berikut ini, Lur!

1. Berburu Bahan Pangan Jam 'Subuh' di Pasar Tradisional

Seorang pembeli memakai masker saat menawar harga cabai rawit setan di Pasar Johar MAJT. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kunci utama hemat belanja mingguan adalah memilih waktu dan tempat yang tepat. Para IRT di Jateng tahu betul bahwa pasar tradisional di waktu subuh adalah surga harga murah.

Berbelanja antara pukul 04.30 hingga 06.00 WIB memungkinkan Sedulur mendapatkan pasokan sayur dan protein langsung dari tengkulak atau petani yang baru bongkar muatan. Harganya bisa selisih Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogram dibanding siang hari.

Selain murah, bahan makanan di waktu subuh masih sangat segar. Sayuran segar seperti ini punya masa simpan yang lebih lama di dalam kulkas, sehingga memperkecil risiko bahan makanan membusuk dan terbuang sia-sia.

2. Terapkan Metode Belanja 'Metuk' (Langganan Bakul Sayur)

Bawang putih yang dijual di Pasar Johar. IDN Times/Fariz Fardianto

Di Jawa Tengah, membangun hubungan baik dengan satu pedagang sayur (bakul) langganan adalah strategi investasi sosial yang sangat menguntungkan.

Istilah metuk atau memesan belanjaan sehari sebelumnya kepada pedagang langganan terbukti ampuh. Pedagang akan menyisihkan kualitas terbaik dengan harga miring khusus untuk Sedulur.

Keuntungan jadi pelanggan setia adalah Sedulur sering kali diberi bonus cuma-cuma (imbalan) berupa segenggam cabai rawit, bawang, atau daun salam-serai. Bahkan di saat mendesak, pedagang langganan biasanya tidak keberatan jika uang belanja kurang seribu-dua ribu rupiah.

3. Optimalkan Protein Lokal Berbasis Tahu, Tempe, dan Telur

tempe (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)

Saat dompet sedang sekarat, coret dulu menu daging sapi atau ayam potong dari daftar belanja mingguan. Saatnya beralih ke rajanya protein murah khas Jawa Tengah.

Variasi Olahan Tahu-Tempe yakni sebagai daerah penghasil tahu dan tempe kualitas juara, IRT di Jateng sangat mahir mengolah dua bahan ini. Dengan bujet Rp10 ribu, Sedulur sudah bisa dapat dua papan tempe besar dan satu bungkus tahu sutra.

Biar tidak bosan, bahan ini bisa divariasi menjadi tempe bacem, tahu walik, oseng kikil tempe, hingga sambal tumpang. Lengkapi dengan satu kilogram telur ayam sebagai cadangan protein darurat yang fleksibel dimasak kapan saja.

4. Stok Bumbu Dasar di Awal Minggu untuk Hindari 'Lapar Mata'

Tumpukan cabai rawit setan yang dijual di lapak pedagang blok G-14 Pasar Johar MAJT. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pemicu bengkaknya pengeluaran bulanan sering kali karena kita terlalu sering bolak-balik ke warung hanya untuk membeli bumbu eceran yang kelupaan.

IRT Jateng biasanya membeli bawang merah, bawang putih, dan cabai dalam jumlah agak banyak di awal minggu, lalu langsung menghaluskannya menjadi tiga varian: Bumbu Dasar Putih (untuk soto/tumisan), Bumbu Merah (untuk balado/sambal), dan Bumbu Kuning (untuk ungkepan/soto).

Menyimpan bumbu dasar di wadah kedap udara dalam kulkas membuat proses memasak jadi super cepat. Ketika lelah pulang kerja, Sedulur tinggal menumis bumbu siap pakai ini, sehingga memangkas keinginan untuk membeli makanan siap saji di luar.

5. Disiplin Belanja Sistem Eceran Sesuai Menu 7 Hari

Suasana lapak pedagang yang menjual cabai di Pasar Johar MAJT. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Jangan pernah pergi ke pasar tanpa membawa catatan menu makanan (meal plan) untuk satu minggu ke depan jika tidak ingin uangmu menguap tanpa kejelasan.

Jika menu hari Selasa adalah sayur lodeh, belilah bahan eceran paket lodeh yang sudah dibungkus plastik oleh pedagang (biasanya seharga Rp3.000-Rp5.000 berisi labu siam, kacang panjang, dan terong secukupnya).

Membeli bahan makanan secara pas-pasan sesuai hari memasak jauh lebih taktis daripada memborong sayuran dalam jumlah besar yang pada akhirnya layu di pojokan kulkas karena tidak sempat dimasak.

Nah, itulah 5 trik belanja hemat mingguan ala ibu rumah tangga di Jawa Tengah yang terbukti ampuh menjinakkan pengeluaran di tanggal tua. Yuk, langsung praktikkan strategi taktis ini demi menyelamatkan isi rekeningmu. Selamat mencoba dan salam hidup hemat kreatif, Sedulur!

Curated For You

Editorial Team

Related Article