Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gibran Cerita Ditertawakan Dalam Debat Saat Bicara Hilirisasi
Cawapres Gibran Rakabuming Raka. (IDN Times/Larasati Rey)

Sukoharjo, IDN Times - Calon wakil presiden (Cawapres) nomer urut 2, Gibran Rakabuming Raka menceritakan pengalamannya saat debat keempat yang digelar oleh KPU pada Minggu (21/1/2024) yang lalu.

Gibran menceritakan pengalaman kurang mengenakkan tersebut saat mengunjungi pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara, PT Sri Rejeki Isman Tbk (PT Sritex), Sukoharjo (23/1/2024).

1. Cerita Gibran ditertawakan saat debat

CNBC

Gibran mengaku sempat disepelekan saat membicarakan soal hilirisasi. Dihadapan ratusan para jajaran direksi dan karyawan PT Sritex Gibran mengaku sempat ditertawakan oleh pendukung paslon lain saat debat.

“Dua kali debat saya selalu mengulang-ngulang terus soal hilirisasi. Mungkin bapak/ibu atau teman-teman media di ruang debat setiap kali saya mengeluarkan kata hilirisasi itu ada yang tertawa. Menyepelekan. Itu tidak boleh, kota tidak boleh menyepelekan masalah hilirisasi,” jelas Gibran dalam pidatonya.

2. Bicara bonus demografi

Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke PT Sritex di Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)

Gibran menegaskan jika hilirisasi sangat penting untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

“Kita tidak boleh lagi mengirimkan barang mentah diolah di luar negeri balik lagi ke sini harganya berlipat-lipat. Tidak boleh lagi. Saya sudah bilang sumber daya alam kita itu luar biasa sekali. Apa-apa harus diolah sendiri di sini,” tegasnya.

Ia juga mengemukan soal bonus demografi yang akan terjadi. “Kita punya bonus demografi. Ini kan kesempatan kita untuk meningkatkan produktifitas nasional. Bonus demografi ini kan dapatnya cuma sekali dan tidak akan terulang lagi,” imbuhnya.

“Maka ini penting sekali juga untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menuju Indonesia emas harus disiapkan generasi emas juga,” jelasnya.

3. Janji tidak akan tumpang tindih aturan

Cnnindonesia.com

Lebih lanjut, Gibran juga berjanji kedepan tidak akan ada lagi tumpang tindih peratusan. Ia bermaksud untuk memperpendek proses perizinan dan peraturan agar iklim investasi di Indonesia semakin membaik.

“Saya sudah ngobrol dengan pak Iwan mendapat beberapa poin. Kami ingin ke depan tidak ada lagi tumpang tindih epraturan. Harus ada harmonisasi harus kita buat semudah mungkin untuk perusahaan dalam negeri tumbuh,” kata Gibran.

“Jangan lagi ada tumpang tindih peraturan. Epraturan Presiden, Menteri, lembaga non Kementerian Perda dan lain-lain. Harus kita harmonisasi. Dibikin simple. Yang namanya aturan, regulasi itu dibuat untuk menyejahterakan warga,” imbuhnya.

Gibran juga memberikan apresiasi kepada PT.Sritex karena sebagai salah satu perusahaan yang sudah menjalankan permen investasi no. 1/2022 yang menggandeng UMKM.

Editorial Team

Related Article