Harga Kedelai di Kudus Tak Terkendali: Pemerintah Harus Turun Tangan!

Kudus, IDN Times - Harga kedelai impor terus melambung tinggi di Kudus, Jawa Tengah, sejak Desember 2021. Dari harga Rp9 ribu per kilogram kini menjadi Rp10 ribu per kilogramnya. Bahkan, untuk kedelai impor sudah tembus harga Rp11.700 per kilogram.
1. Harga kedelai tak terkendali
2. Perajin bersiasat agar usaha tetap bisa berjalan

Untuk menyiasatinya, Suntono tidak mengurangi kualitas bahan baku, melainkan mengurangi ukuran tempe dan biaya produksi.
"Meski dengan harga kedelai impor mencapai Rp11.700 per kilogram, saya masih bisa bertahan. Tapi teman-teman saya yang hanya punya 50 kilogram kedelai per hari, sudah banyak yang gulung tikar. Kasihan, kondisi saat ini membuat kami perajin tempe benar-benar menjerit,” katanya dilansir laman resmi Radio Republik Indonesia, Selasa (8/3/2022).
Agar tetap bisa bertahan, ia menyebut, ada beberapa dari sesama perajin yang terpaksa harus menaikkan harga tempe yang dijual ke konsumen. Hal itu dilakukan supaya tidak terus-menerus merugi.
3. Pemerintah diminta intervensi kenaikan kedelai

Suntono mengaku, setiap hari membutuhkan 150 kilogram kedelai impor untuk membuat tempe. Saat ini, ia hanya memiliki cadangan kedelai sebanyak 1,5 ton yang saat itu ia beli seharga Rp11 ribu per kilogram.
“Cadangan kedelai saya paling seminggu sudah habis. Bila dikalkulasi kekuatan bertahan para perajin tempe adalah bila maksimal harga kedelai impor sebesar Rp13 ribu per kilogram. Namun, bila harga kedelai impor mencapai Rp15 ribu per kilogram, dipastikan perajin tempe dan tahu banyak yang gulung tikar dan usaha bisa tamat,” akunya.
Suntono berharap pemerintah turun tangan mengendalikan harga kedelai impor yang sudah melambung tinggi. Bila hargaini tidak bisa dikendalikan, akan ada banyak usaha tahu dan tempe yang tinggal nama.




















