Semarang, IDN Times - Kota Semarang siap menyambut wisatawan yang akan berwisata di libur Lebaran 2026. Kendati demikian, harga tiket masuk ke objek wisata harus naik pada momentum tersebut.
Harga Tiket Masuk Wisata Semarang Naik di Libur Lebaran 2026

1. Kenaikan harga tiket masuk masih wajar
Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang melakukan penyesuaian layanan dengan menaikkan tarif masuk sejumlah destinasi wisata. Upaya itu dilakukan untuk menghadapi lonjakan penghujung saat musim libur Lebaran tahun ini.
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, kenaikan tarif tiket tempat wisata sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) dengan nominal kenaikan yang wajar.
“Benar, harga tiket masuk wisata ada penyesuaian selama sepekan Lebaran. Misalnya, Taman Lele harga tiket normal Rp10 ribu, naik menjadi Rp13 ribu. Destinasi lainnya juga ada penyesuaian tiket masuk," ungkapnya, Jumat (20/3/2026).
2. Dorong pengelola wisata siapkan atraksi
Selain melakukan penyesuaian tarif tiket masuk, Disbudpar juga mendorong pengelola destinasi wisata untuk menampilkan berbagai atraksi atau event khusus selama libur Lebaran. Tujuannya agar wisatawan bisa mendapatkan pengalaman baru saat berkunjung ke destinasi wisata.
"Pemkot Semarang juga telah menyiapkan event Atraksi Mahakarya Goa Kreo pada 27 Maret 2026 dan Sesaji Rewanda 28 Maret 2026. Tempat-tempat wisata lainnya sudah kami anjurkan untuk menampilkan atraksi khusus selama libur Lebaran," terang perempuan yang akrab disapa Iin.
Untuk diketahui, selama bulan Ramadan kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata mengalami penurunan. Sehingga, melalui momentum Lebaran ini diharapkan pengelola bisa melakukan persiapan untuk menyambut lonjakan wisatawan saat libur Lebaran.
3. Gandeng kepolisian untuk pengamanan di kawasan wisata
‘’Kami juga menggandeng pihak kepolisian untuk membantu pengamanan di kawasan wisata, termasuk pengaturan arus pengunjung di titik-titik yang ramai,’’ ujarnya.
Selain itu, Dinas Perhubungan (Dishub) juga turut disiagakan untuk mengatur parkir agar tidak menimbulkan kemacetan di destinasi wisata.
"Silakan berlibur, berkunjung ke tempat wisata, restoran, atau menginap di hotel. Namun, yang utama adalah menjaga kondisi tubuh tetap sehat serta memastikan keamanan karena tempat wisata ramai," tandasnya.