Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jateng Dapat Jatah Bantuan 35 Ribu Ton Beras untuk Atasi Kekeringan

Jateng Dapat Jatah Bantuan 35 Ribu Ton Beras untuk Atasi Kekeringan
Ilustrasi beras Bulog. (dok. Humas Perum BULOG tahun 2023)
Intinya Sih
  • 35 ribu ton beras akan disalurkan ke Jawa Tengah untuk 3,5 juta KK
  • Penerima manfaat akan mendapatkan bantuan 10 kg beras untuk mengatasi kekeringan ekstrem
  • Petani didorong untuk memaksimalkan penggunaan pompa guna optimalisasi pengairan di sawah
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semarang, IDN Times - Sebanyak 35 ribu ton beras akan digelontorkan ke Jawa Tengah untuk menanggulangi bencana kekeringan. Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah mencatat ada 3,5 juta kepala keluarga (KK) yang akan memperoleh bantuan pangan berupa beras dari Bapanas.

"Penerima manfaat yang mendapat alokasi bantuan dari Bapanas sekitar 3,5 juta KK. Dengan total bantuan pangan 35 ribu ton beras. Nantinya akan dialokasikan bulan Agustus, Oktober dan Desember," ujar Kepala Dishanpan Jawa Tengah, Dyah Lukisari saat berbincang dengan IDN Times, Senin (29/7/2024).

1. Dishanpan gelontorkan 10 kilo beras per orang

Deputi Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa di Pasar Johar Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Deputi Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa di Pasar Johar Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Lebih lanjut, ia menuturkan setiap penerima manfaat akan mendapatkan jatah bantuan 10 kilogram beras. Ini merupakan kegiatan pemberian bantuan untuk membantu masyarakat mengatasi kekeringan ekstrem yang berpotensi melanda pada Agustus sampai akhir tahun nanti.

"Kalau Bapanas tentunya membantu untuk kekeringan ekstrem. Setiap penerima manfaat dapat jatahnya 10 kilo beras. Sedangkan kami akan mengoptimalkan pompa pompa bantuan dari Kementan," akunya.

2. Dorong petani maksimalkan pompanisasi

ilustrasi toko sembako (unsplash.com/deviyahya)
ilustrasi toko sembako (unsplash.com/deviyahya)

Di samping itu, pihaknya juga akan mencari solusi selama puncak kemarau dengan menyalurkan bantuan pangan dari cadangan beras milik Pemprov Jateng. Namun jumlah bantuan ini masih dikaji ulang karena perlu mensinkronkan pendataan dari Kemensos.

"Kalau kami pas paceklik akan mengeluarkan bantuan pangan dari beras cadangan Pemprov," sambungnya.

Pihaknya pun mendorong para petani tiap daerah guna memaksimalkan penggunaan pompa untuk optimalisasi pengairan di areal persawahan.

Ia mengaku Kementan selama ini banyak membantu pengadaan pompanisasi untuk mendukung peningkatan sistem pengairan di sawah.

"Kalau kemarau sudah diantisipasi Kementan dan Dishanpan. Apabila misalnya produksi berasnya tidak mendukung melalui program masing-masing nanti bantuan pangan Bapanas, bantuannya keluar Agustus, Oktober, Desember keluar," paparnya.

3. Warga diminta hemat konsumsi pangan

ilusrasi beras putih (freepik.com/mdjaff)
ilusrasi beras putih (freepik.com/mdjaff)

Ia mengimbau kepada warga Jawa Tengah untuk turut mendukung penghematan konsumsi melalui program Stop Boros Pangan. Caranya dengan belajar mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan agar tidak terbuang sia-sia.

"Ya kita harus ikut program stop boros pangan. Kalau bahan pangan terbatas kemudian kita boros maka akan berkurang. Maka harus konsumsi pangan yang benar-benar habis agar tidak terbuang sia-sia," tandasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More