Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jelang MTQ Nasional, UMKM Simpang Lima Diminta Urus Sertifikat Halal
Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang (semarangkota.go.id)
  • UMKM kuliner di pujasera Simpang Lima Semarang didorong segera mengurus sertifikat halal gratis menjelang MTQ Nasional yang berlangsung pada September 2026.
  • BPJPH Jawa Tengah menilai sertifikat halal dapat meningkatkan daya saing, kepercayaan konsumen, serta peluang pembelian dan kerja sama bisnis saat pengunjung meningkat.
  • Pengajuan sertifikat akan didampingi P3H Kementerian Agama dan Unwahas; BPJPH juga menyediakan bpjph.halal.go.id untuk mengecek status sertifikat produk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
belum lama ini

BPJPH Jawa Tengah mendorong pelaku usaha kuliner Simpang Lima mengurus sertifikat halal gratis.

6 Agustus 2026

Kepala BPJPH Jawa Tengah menyatakan sertifikat halal diperlukan agar UMKM Simpang Lima siap menyambut peningkatan pengunjung MTQ Nasional.

September 2026

MTQ Nasional akan digelar di Kota Semarang, dengan Simpang Lima menjadi salah satu pusat aktivitas acara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pelaku UMKM kuliner di pujasera Simpang Lima Semarang diminta segera mengurus sertifikat halal gratis untuk persiapan MTQ Nasional 2026.
  • Who?
    UMKM kuliner Simpang Lima, Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Jawa Tengah, Pendamping Proses Produk Halal Kementerian Agama, dan Universitas Wahid Hasyim terlibat dalam pendampingan sertifikasi.
  • Where?
    Pengurusan ditujukan bagi usaha kuliner di kawasan pujasera Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Permintaan disampaikan Ika Efrilia pada Kamis, 6 Agustus 2026. MTQ Nasional dijadwalkan berlangsung di Semarang pada September 2026.
  • Why?
    Simpang Lima akan menjadi salah satu pusat aktivitas MTQ Nasional. Sertifikat halal dinilai mendukung kesiapan usaha menghadapi peningkatan pengunjung, kepatuhan regulasi, dan kepercayaan konsumen.
  • How?
    UMKM dapat memanfaatkan layanan sertifikasi halal gratis BPJPH, dengan pendampingan P3H Kementerian Agama dan Unwahas. Status produk dapat dicek melalui bpjph.halal.go.id menggunakan nama produk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pedagang makanan kecil di Simpang Lima Semarang diminta cepat membuat sertifikat halal. Ini karena MTQ Nasional akan datang ke Semarang pada September 2026. Banyak orang mungkin datang ke Simpang Lima. Ibu Ika dari BPJPH bilang sertifikat halal bisa diurus gratis. Ada orang dari Kementerian Agama dan kampus yang akan membantu pedagang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menjelang MTQ Nasional, layanan sertifikasi halal gratis dan pendampingan dari BPJPH, Kementerian Agama, serta Unwahas memberi pelaku UMKM Simpang Lima ruang untuk memperkuat kesiapan usaha. Kepemilikan sertifikat dapat menambah kepercayaan konsumen dan menjadi pertimbangan kerja sama, sementara fasilitas pengecekan daring membuat informasi status produk lebih mudah diakses.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kawasan pujasera Simpang Lima Semarang diminta untuk secepatnya mengurus kelengkapan sertifikasi halal sebagai pemenuhan kebutuhan untuk pelaksanaan MTQ Nasional. Seperti diketahui, ajang MTQ Nasional akan diadakan di Kota Semarang September 2026 mendatang. 

Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Tengah, Ika Efrilia mengatakan, dalam beberapa kali pertemuan dengan pelaku usaha kuliner Simpang Lima belum lama ini, pihaknya mendorong mereka secepatnya memanfaatkan sertifikasi halal yang dilayani gratis oleh tim BPJPH. 

"Karena Simpang Lima nantinya jadi salah satu pusat aktivitas acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional, maka dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing usahanya melalui kepemilikan sertifikat halal sehingga lebih siap menyambut meningkatnya jumlah pengunjung," kata Ika kepada IDN Times, Kamis (6/8/2026). 

Lebih jelas lagi, dengan mengantongi sertifikat halal, katanya maka menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan pembelian maupun kerja sama usaha.

Sebagai contoh, dirinya mendapat informasi bahwa ada calon pelanggan yang hendak menginap di hotel Yogyakarta dengan nilai booking sekitar Rp250 juta, sempat menanyakan dokumen sertifikat halal milik hotel tersebut.

Dengan keperluan bisnis, menurutnya memang kepemilikan sertifikat halal menjadi bentuk kepatuhan terhadap regulasi sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Ika juga mendorong pelaku usaha lokal memanfaatkan layanan sertifikat halal agar tidak tertinggal dari negara lain. Terlebih lagi, saat ini banyak produk asal Tiongkok yang telah bersertifikat halal dengan harga yang murah namun punya kemasan yang menarik.

"Kondisi tersebut menunjukkan sertifikasi halal telah menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing produk di pasar global. Oleh karena itu, pelaku usaha lokal diharapkan tidak tertinggal dan segera memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh sertifikat halal," jelasnya.

Tak cuma itu saja, dirinya menyampaikan apresiasi kepada Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dari Kementerian Agama maupun Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) yang nantinya akan mendampingi pelaku usaha dalam proses pengajuan serta penerbitan sertifikat halal.

Ia juga memperkenalkan website BPJPH bpjph.halal.go.id sebagai sarana untuk melakukan pengecekan status Sertifikat Halal suatu produk. Melalui laman tersebut, masyarakat maupun pelaku usaha dapat mencari informasi produk yang telah memiliki sertifikat halal dengan memasukkan nama produk pada fitur pencarian. 

Dari hasil pencarian terlihat terdapat satu produk asal Jawa Tengah, yang ditandai dengan kode awal 33, sebagaimana kode wilayah pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) masyarakat Jawa Tengah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article