Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kiri) menyalami warga Desa Wadas, Bener, Purworejo. (Dok. Humas Pemprov Jateng)
Hingga saat ini, warga Wadas mengaku tidak keberatan dengan proyek Nasional pembangunan Bendungan Bener yang disebut bakal memberikan banyak manfaat. Persoalannya kini, yakni rencana penambangan di Desa Wadas yang ditentang oleh warga karena dikhawatirkan bakal menimbulkan berbagai masalah.
Sementara itu terkait proyek penambangan yang ditentang oleh warga respon Pemprov Jateng mengaku akan terus dikawal agar tidak menimbulkan masalah yang berkelanjutan seperti kerusakan lingkungan hidup, warga desa kehilangan mata pencaharian, dan terjadinya konflik sosial antarwarga.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan rencana penambangan di Desa Wadas telah melalui kajian-kajian oleh para ahli. Pemprov telah menyiapkan beberapa skenario untuk mengatasi masalah tersebut.
Proses rencana pembangunan bendungan hingga penambangan sendiri menurut Ganjar telah berlangsung sejak 2013. Dan telah melalui proses dan tahapan-tahapan, serta gugatan-gugatan dari masyarakat yang tidak setuju.
Di tahun 2021 ini menurut Ganjar Pemprov Jateng melakukan percepatan terhadap proses tersebut. Selain pembangunan tapak bendungan yang kini telah berproses, rencana penambangan andesit di Wadas juga dipercepat, hal pertama yang dilakukan menurut Ganjar yakni pengukuran tanah pada Selasa lalu yang berakhir ditangkapnya 64 warga Wadas.
Ganjar mengaku upaya komunikasi dengan warga juga terbuka dilakukan oleh pemerintah, mulai dari komunikasi dengan para pendamping masyarakat Wadas maupun bertemu langsung dengan masyarakat yang pro dan yang kontra penambangan. Upaya melakukan dialog dengan masyarakat pasca insiden menurut Ganjar telah dilakukan. Namun pada saat itu cerita yang muncul lebih kepada uneg-uneg warga yang merasa terteror, terintimidasi dengan kejadian pada Selasa 8 Februari lalu.
"Saya mengikuti saja karena ini pertemuan pertama harapan saya nanti dengan pemetaan yang saya dengarkan secara langsung, kita bisa melakukan pendekatan yang lebih manusiawi, lebih elegan dan sesuai dengan apa yang diharapkan," sebut Ganjar.