Kemendag Gandeng UNS Kembangkan Campuspreneur

- Kemendag RI bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret menggelar program Campuspreneur untuk mencetak wirausaha muda melalui pelatihan, pendampingan, dan akses pasar bagi mahasiswa.
- Rasio kewirausahaan Indonesia baru 3,29 persen, masih tertinggal dari negara tetangga; mahasiswa dinilai berperan penting dalam meningkatkan jumlah pengusaha nasional.
- Pemerintah terus mendorong ekspor yang tumbuh 2,19 persen dan menjadikan Campuspreneur sebagai strategi jangka panjang memperkuat ekonomi lewat lahirnya pengusaha kampus.
1. Gelar campuspreneur di UNS.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan program Campuspreneur terus didorong untuk melahirkan wirausaha muda dari kalangan mahasiswa. Upaya ini dilakukan lewat kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya di Universitas Sebelas Maret (UNS).
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan kampus, termasuk Rektor UNS dan Rektor Universitas Jember. Program ini difokuskan untuk membekali mahasiswa agar tak hanya siap kerja setelah lulus, tapi juga mampu menciptakan usaha sendiri.
“Mahasiswa kita ini punya potensi besar di bidang bisnis. Banyak yang sudah mulai usaha sejak kuliah,” ujarnya usai acara, Kamis (2/3/2026).
Menurutnya, Kampuspreneur akan memperkuat ekosistem bisnis mahasiswa melalui pelatihan, pendampingan, hingga membuka akses pasar. Mahasiswa juga akan difasilitasi mengikuti business matching dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, seperti atase perdagangan dan ITPC.
Gak cuma itu, dukungan juga diberikan untuk memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun ekspor.
2. Rasio Wirausaha RI Masih Tertinggal.

Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia baru mencapai 3,29 persen. Angka ini masih di bawah Malaysia dan Thailand yang sudah di atas 4 persen, bahkan jauh dari Singapura yang mencapai 8 persen.
Padahal, negara maju umumnya memiliki rasio kewirausahaan di kisaran 10–12 persen.
Karena itu, mahasiswa dinilai jadi salah satu kunci untuk mendorong peningkatan jumlah wirausaha di Indonesia.
“Mahasiswa ini cepat beradaptasi dan punya kreativitas tinggi, jadi potensinya besar untuk dikembangkan,” ujar Budi.
3. Ekspor tetap tumbuh.

Di sisi lain, Budi mengatakan saat ini pemerintah terus menggenjot kinerja ekspor dengan mencari pasar baru dan mengoptimalkan perjanjian dagang yang sudah ada.
Hasilnya, ekspor Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,19 persen.
Program Kampuspreneur diharapkan bisa menjadi salah satu strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi nasional lewat lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari kampus.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho mengatakan sebagai perguruan tinggi komprehensif yang memiliki 14 fakultas dan dua sekolah, UNS terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, termasuk dalam mendukung program pemerintah di bidang perdagangan dan kewirausahaan.
“Kami menyambut baik kerja sama dengan Kementerian Perdagangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Bahkan sejak awal, UNS menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung, baik dari sisi fasilitas, sumber daya, maupun kolaborasi program. Hal ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung penguatan ekosistem kewirausahaan di Indonesia,” terang Prof. Irwan.



















