Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korban Longsor Purworejo Dapat Bantuan RTLH dan Uang Rp100 Juta
Penyerahan bantuan uang dan RTLH secara simbolis terhadap keluarga korban longsor Purworejo. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Purworejo, IDN Times - Satu keluarga yang menjadi korban longsor di Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo memperoleh bantuan RTLH dari Pemprov Jateng.

Kejadian longsor yang melanda rumah keluarga Subur itu terjadi Selasa, (19/11/2024) jam 16.30 WIB saat hujan deras.

1. Nana Sudjana serahkan bantuan Rp100 juta dari Bank Jateng

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menyerahkan bantuan kepada keluarga Subur, bersamaan dengan acara peresmian bantuan keuangan dan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Penyerahan didampingi Plt Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro.

"Kami turut berduka cita terkait bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Plipiran, Kecamatan Bruno yang menyebabkan empat orang meninggal. Ini merupakan keluarga Bapak Subur. Tadi bantuan dari Bank Jateng senilai Rp100 juta sudah diserahkan," kata Nana Sudjana di Pendopo Kabupaten Purworejo, Kamis (21/11/2024). 

2. Subur selamat karena sedang di luar rumah

Korban terakhir tanah longsor Purworejo yang berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR Gabunga, Rabu (20/11/2024).(IDN Times/Foto : Tim SAR Cilacap)

Peristiwa tanah longsor di Desa Plipiran menyebabkan empat orang meninggal dunia tertimbun reruntuhan rumah dan material. Subur selamat lantaran saat itu sedang di luar rumah.

"Bapak Subur selamat karena saat kejadian yang bersangkutan sedang ada di luar rumah," ujar Nana.

3. Aparatur desa diminta beritahukan perkembangan cuaca

Salah satu alat berat yang dikerahkan untuk pencarian korban tanah longsor di Purworejo, Rabu (20/11/2024). (Dok. Tim SAR Cilacap)

Berkaitan dengan itu, Nana mengimbau seluruh masyarakat selalu waspada dan terus mengikuti perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG).

Para aparatur pemerintahan dari kabupaten, kecamatan, sampai tingkat desa harus selalu memberikan imbauan terkait perkembangan cuaca.

"Masyarakat yang rumahnya dekat dengan tebing atau di perbukitan, juga dekat dengan sungai harap berhati-hati. Ketika hujan sudah mulai intens, kita harapkan untuk waspada, kita harapkan mengungsi ke tempat yang lebih aman yang sudah disiapkan," katanya.

Topics

Editorial Team

Related Article