Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pangkas Biaya RS, Ganjar Imbau Petugas Medis Pakai Alkes Lokal

Kota Semarang
Pangkas Biaya RS, Ganjar Imbau Petugas Medis Pakai Alkes Lokal
Dok. Humas Pemprov Jateng
Share Article

Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengimbau kepada seluruh petugas medis yang bekerja di rumah sakit maupun puskesmas untuk mengurangi pemakaian alat kesehatan impor. 

Pasalnya, produksi alat kesehatan buatan dalam negeri selama ini kualitasnya bisa bersaing dengan produk luar negeri sehingga biaya operasional medis bisa ditekan.

  1. 1. Penggunaan alat kesehatan lokal bisa menekan biaya operasional rumah sakit

    Internet
    Internet

    Menurutnya, pemakaian alat kesehatan buatan lokal bisa mendukung efisiensi anggaran rumah sakit yang ada saat ini. Pihaknya mengingatkan supaya anggaran pengadaan barang-barang medis supaya tidak dikorupsi.

    "Saya mengajak untuk menggunakan produk kesehatan dalam negeri, kita prioritaskan. Kita optimalisasi pelayanan kesehatan untuk efisiensi tindakan mahal, mulai dari obat dan alat kesehatan produk dalam negeri," ujar Ganjar saat memimpin upacara Hari Kesehatan Nasional ke-55, di halaman kantornya, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (12/11).

  2. 2. Ganjar: Alat yang dipakai harus sesuai SNI

    gilangnews.com
    gilangnews.com

    Lebih jauh lagi, Ganjar menilai dengan mengurangi penggunaan alat kesehatan impor, maka biaya operasional rumah sakit dapat diirit. 

    Ia mengestimasikan jika tindakan itu dilakukan, maka biaya operasional rumah sakit dapat ditekan hingga 30 persen. "Alat yang harus dipakai tentunya yang memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI)," paparnya.

  3. 3. Ganjar minta petugas kesehatan tekan angka stunting dan kematian ibu anak

    IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng
    IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng

    Diluar itu, pihaknya juga menginstruksikan kepada seluruh petugas kesehatan di tiap daerah untuk menekan angka kasus stunting, kematian ibu hamil, bayi baru dilahirkan.

    Pihaknya mencontohkan bila dari program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng tidak hanya fokus pada ibu hamil, tetapi mulai dari perencanaan kehamilan agar generasi yang dilahirkan menjadi bibit unggul dan SDM maju. 

    "Menjadi komitmen bersama untuk melayani kesehatan yang baik. Mengelola RS dengan baik. Haram tolak pasien, biarkan BPJS yang belum cair jadi tanggung jawab gubernur," tutur Ganjar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More