Semarang, IDN Times - Para pedagang dan pengusaha oleh-oleh bandeng presto di Kota Semarang mendapat berkah dari musim mudik dan libur Lebaran 2026. Mereka merasakan kebanjiran permintaan dari konsumen selama periode tersebut.
Pedagang Bandeng Presto Semarang Kebanjiran Permintaan Saat Lebaran

1. Sediakan stok bandeng hingga 40 ton
Seperti toko oleh-oleh Bandeng Juwana Elrina yang mengalami peningkatan penjualan dibandingkan hari biasa dan libur Lebaran tahun lalu. Kenaikan permintaan itu tidak hanya terjadi di toko yang berpusat di Jalan Pandanaran No 57, Kota Semarang, tapi juga di sejumlah cabang di Jalan Pamularsih No 70, Semarang Barat dan Jl Prof Dr Hamka No 41, Ngaliyan.
Direktur Bandeng Juwana Elrina, Jason Nathaniel Kusmadi mengatakan, permintaan bandeng presto naik sejak H-3 hingga H+3 Lebaran dibandingkan hari biasa.
‘’Jumlah permintaan tahun ini pun juga lebih tinggi dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya. Adapun, kenaikannya mencapai sekitar 5–10 persen,’’ ungkapnya kepada IDN Times, Rabu (25/3/2026).
Pada musim libur Lebaran tahun ini, permintaan bandeng presto oleh konsumen di toko oleh-oleh khas Kota Semarang, Bandeng Juwana Elrina rata-rata mencapai 3-4 ton per hari. Pelaku usaha pun menyiapkan stok kurang lebih 40 ton untuk menghadapi momen Hari Idulfitri ini.
2. Harga jual bandeng presto naik
‘’Kami sudah mempersiapkan stok bahan baku (ikan bandeng) sejak dua bulan sebelum Lebaran. Hingga saat ini bahan baku mencukupi, meskipun mendapatkannya agak susah karena banyak kompetitor penjual bandeng presto,’’ jelas Jason.
Adapun, dengan adanya kendala dan kenaikan harga bahan baku tersebut, pelaku usaha harus menaikkan harga jual bandeng presto kepada pelanggan.
‘’Kami sudah menaikkan harga sejak dari awal bulan Maret sebesar Rp5 ribu per kilogram. Kenaikan itu sekitar 3-5 persen dari harga sebelumnya sebesar Rp138 ribu kini menjadi Rp145 ribu per kilogram,’’ jelas Jason.
Selain bandeng presto, produk buah tangan khas Kota Semarang yang diburu pemudik dan konsumen di toko oleh-oleh yang berdiri sejak tahun 1981 itu antara lain moaci, wingko, lunpia, dan tahu bakso. Para pemudik yang berbelanja mayoritas berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi.
3. Pelaku UMKM ikut kecipratan
Tidak hanya toko oleh-oleh, pelaku UMKM yang memproduksi bandeng presto juga kecipratan rezeki di libur Lebaran tahun ini. Seperti penjual Bandeng Duri Lunak Bu Fatkhan di Kampung Bandeng Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Pemilik usaha Bandeng Duri Lunak Bu Fatkhan, Mumpuni Kusumandari mengaku, permintaan bandeng presto atau duri lunak naik tiga kali lipat di momen libur Lebaran dibandingkan hari biasa.
‘’Sejak H-1 hingga H+4 Lebaran atau hari ini, saya bisa menjual kurang lebih 20 boks per hari kepada konsumen. Permintaan itu belum termasuk penjualan secara konsinyasi atau pre order (PO) dari toko oleh-oleh sebanyak 50-100 boks pada musim libur hari raya ini,’’ katanya, Rabu (25/3/2026).
Untuk diketahui, satu boks yang dijual Mumpuni berisi dua ekor bandeng presto. Adapun, harga satu boks Bandeng Duri Lunak Bu Fatkhan senilai Rp50 ribu-Rp55 ribu.
4. Bahan baku bandeng presto terbatas
Mumpuni menuturkan, ia tidak menaikkan harga jual bandeng presto pada momen hari raya ini. Sebab, ketersediaan bahan baku juga terbatas dan harganya juga naik.
‘’Kalau bahan baku mudah, mungkin produksi bisa ditingkatkan dan pastinya omzet bisa naik lagi. Namun, saat ini cari ikan bandeng susah dan harganya juga tinggi,’’ ujarnya.
Selama momen Lebaran ini para pembeli berdatangan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo hingga Sragen. Mereka mengetahui toko Bandeng Duri Lunak Bu Fatkhan dari Google Maps.
‘’Alhamdulillah rame pembeli di Lebaran tahun ini. Biasanya pembeli datang hingga masa arus balik Lebaran selesai,’’ pungkas Mumpuni.