Ilustrasi virus corona (IDN Times/Rochmanudin)
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengungkapkan jika sejauh ini para pedagang pasar secara kooperatif mendukung langkah Pemkot terkait penutupan pasar tersebut. Meski akan berdampak pada perekonomian pedagang, namun para pedagang memaklumin keputusan yang dibuat oleh Pemkot Solo. Bahkan tidak ada penolakan dari pedagangan untuk melakukan swab.
"Kita kan tidak menghendaki klaster baru. Dan kita tidak menghendaki klaster COVID-19 dari pasar. Jadi ada satu korban meninggal langsung kita lakukan langkah-langkah," ujar Heru.
Pasar Harjodaksino sendiri ditempati sebanyak 1407 pedagang dari Kota Solo dan Kabupaten sekitar terutama Sukoharjo, mengingat lokasinya dekat dengan wilayah Kabupaten Sukoharjo. Aktivitas di pasar tersebut biasanya dimulai sejak pukul 02.00 WIB dini hari hingga 15.00 WIB siang. Bahkan ada beberapa pedagang yang membuka kiosnya hingga 24 jam.