Semarang, IDN Times - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) buka suara ihwal keluhan para juragan truk yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk (Aptrindo) Jawa Tengah-DIY. Pihak Pertamina menegaskan bahwa proses registrasi dan penanganan keluhan berjalan aktif, cepat, dan terkoordinasi dengan baik.
Area Manager Communication, Relation, & CSR RJBT, Taufiq Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya memastikan seluruh masukan dari pelaku usaha ditangani secara cepat dan transparan.
“Pertamina Patra Niaga RJBT berkomitmen memberikan layanan terbaik. Termasuk dalam implementasi QR Code Solar subsidi. Setiap kendala yang disampaikan oleh mitra, baik melalui Aptrindo maupun kanal komunikasi lainnya, kami tindak lanjuti secara cepat dan terkoordinasi dengan tim pusat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (27/4/2026).
Faktanya, pertemuan resmi antara Pertamina Patra Niaga RJBT dan Aptrindo telah dilaksanakan pada 24 April 2026 untuk membahas kendala di lapangan sekaligus mempercepat penyelesaiannya.
Pada hari yang sama, hingga malam hari, sebanyak 169 data kendaraan dari Aptrindo telah diterima dan langsung ditindaklanjuti proses pendaftarannya oleh tim Pertamina Patra Niaga RJBT.
Koordinasi ini tidak bersifat ad hoc. Sejak Desember 2025, Aptrindo se-Indonesia telah tergabung dalam grup komunikasi bersama tim PSO (Public Service Obligation) Pertamina Pusat yang secara khusus menangani implementasi QR Code. Seluruh keluhan dari berbagai wilayah difasilitasi melalui kanal tersebut dan ditindaklanjuti secara real time.
Bahkan pada Sabtu, 25 April 2026, tim PSO Pertamina Pusat memberikan dukungan penuh melalui grup komunikasi tersebut untuk memastikan setiap laporan yang masuk dapat segera diselesaikan.
Mekanisme ini menjadi bukti bahwa tidak ada pembiaran terhadap kendala yang terjadi di lapangan.
