Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Portal Ditutup! Plt Bupati Cilacap Ungkap Titik SPPG Fiktif, ada yang di Tengah Hutan

Portal Ditutup! Plt Bupati Cilacap Ungkap Titik SPPG Fiktif, ada yang di Tengah Hutan
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya (tengah). (dok Diskominfo Cilacap)
Intinya Sih
  • Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengungkap temuan lebih dari 100 titik SPPG fiktif yang tersebar di lokasi tak wajar seperti hutan, sawah, dan area pemakaman.
  • Tim investigasi bersama Korwil dan perwakilan BKN Pusat melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan memastikan tidak ada aktivitas kedinasan maupun bangunan fisik di titik-titik tersebut.
  • Sebagai langkah tegas, Pemkab Cilacap menutup sementara portal pendaftaran titik SPPG baru serta menghapus seluruh data titik fiktif sebelum melanjutkan program dengan sistem pengawasan ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Cilacap, IDN times - Isu mengenai ratusan titik fiktif Surat Perintah (SPPG) di Kabupaten Cilacap akhirnya terbukti bukan sekadar rumor belaka. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya secara terbuka membongkar hasil rapat darurat tim investigasi yang menemukan fakta lapangan yang sangat mencengangkan sekaligus bikin geleng-geleng kepala.

Bukan lagi puluhan, tim investigasi justru menemukan ada sekitar 100 titik lebih yang terindikasi fiktif. Parahnya lagi, lokasi-lokasi titik tersebut berada di tempat yang sama sekali tidak masuk akal untuk sebuah fasilitas administrasi atau pengadaan.

Berdasarkan laporan terakhir dari tim investigasi dan Koordinator Wilayah (Korwil), jajaran terkait langsung melakukan pengecekan fisik ke lokasi yang terdaftar dalam sistem. Pengecekan ini didampingi langsung oleh Kepala SPPG yang ditunjuk oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat.

Ketika didatangi, tim tidak menemukan adanya tanda-tanda aktivitas kedinasan atau bangunan fisik. Alih-alih berupa kantor atau fasilitas resmi, titik-titik tersebut justru tersebar di lokasi di tengah hutan, di tengah sawah, di tengah kuburan atau kawasan pemakaman.

"Iya, jadi kemarin tim investigasi dan Korwil sudah mengadakan rapat bersama. Ternyata, sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap. Yang mana setelah didatangi oleh Ketua SPPG yang ditunjuk oleh BKN Pusat, kurang lebih 100 titik itu tidak ada bangunan apa pun. Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan," ungkapnya kepada wartawan,

Menanggapi carut-marutnya temuan ini, Plt Bupati Cilacap memberikan pernyataan tegas praktik yang terindikasi kuat jual beli titik dan pemalsuan data itu

"Bahwa isu jual beli titik, kemudian titik fiktif, yang memang benar adanya, ya ini yang harus kita benahi," tegas Plt Bupati Cilacap.

Guna menghentikan kebocoran sistem yang lebih parah, Pemkab Cilacap bersama tim investigasi langsung mengambil langkah taktis pasca-rapat koordinasi terakhir. Berikut dua tindakan tegas yang saat ini sedang berjalan:

Penutupan Portal Pendaftaran untuk sementara waktu, portal pendaftaran pembukaan titik SPPG baru resmi ditutup total.

Pembersihan Data Sistem semua titik-titik fiktif yang sudah berhasil diidentifikasi di tengah hutan, sawah, maupun kuburan akan langsung dihapus terlebih dahulu dari sistem.

Setelah proses pembersihan data dan evaluasi total selesai dilakukan, Pemkab Cilacap baru akan melanjutkan kembali program tersebut dengan sistem pengawasan yang jauh lebih ketat.

"Kemarin hasil rapat terakhir dengan tim investigasi, untuk sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup. Kemudian untuk titik-titik fiktif yang sudah teridentifikasi, dihapus terlebih dahulu, baru kemudian kita akan lanjutkan lagi programnya." pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More