Profil Bukhori, Anggota DPR dari PKS Dapil Jateng Diduga KDRT ke Istri

Semarang, IDN Times - Anggota DPR RI, Bukhori mengundurkan diri sebagai anggota dewan. Pengunduran diri tersebut dilakukan sebagai buntut dirinya dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) karena diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, berinisial M. Siapa sebenarnya Bukhori?
1. Masuk ke politik tahun 2005

Bukhori lahir di Jepara, pada 5 Maret 1965. Ia merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Lulusan Bahasa Arab, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), Jakarta itu sudah berkiprah di dunia politik saat bergabung di PKS pada 2005 silam.
Kala itu, ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Sekretaris Dewan Syariah Pusat PKS sejak 2005--2010. Kemudian menjabat sebagai Direktur Eksekutif Dewan Syariah Pusat PKS pada 2011--2012.
Di Fraksi PKS, Bukhori pernah duduk sebagai Direktur Law Center pada tahun 2014--2017.
2. Berkuliah di Arab Saudi dan Pakistan

Setelah berkuliah di LIPIA pada 1985--1987, Bukhori melanjutkan kuliah Ilmu Hadist dan Studi Islam di Universitas Islam Madina, Saudi Arabia pada 1988--1992.
Kemudian, istri Rosita Komala Dewi itu meneruskan kuliah mengambil pasca sarjana S2 Wifaq Madaris Salafiyah di Pakistan, mulai 1993--1994.
3. Maju dari Dapil Jateng I di Pemilu 2019

Bukhori kini merupakan anggota Komisi VIII DPR RI. Pada Pemilu 2019, ia berhasil meraih 52.790 suara dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah I. Meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal.
Saat itu, bapak empat anak itu menjadi satu dari lima kader PKS dari Jateng yang berhasil mendapatkan kursi DPR RI. Sebelumnya di Pemilu 2009, ia maju dari dapil Sumatera Selatan II dan masuk di Komisi III DPR RI.



















