Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prospek Bisnis Perumahan di Jawa Tengah Menjanjikan

Prospek Bisnis Perumahan di Jawa Tengah Menjanjikan
Ilustrasi perumahan (IDN Times/Cokie Sutrisno)
Share Article

Bisnis properti (perumahan) di Indonesia menjadi bisnis yang paling menjanjikan. Hal itu terlihat secara nyata kebutuhan akan rumah masyarakat sebagai tempat hunian semakin meningkat.

Khususnya di daerah Jawa Tengah bagian selatan hingga Pantura. Prospek hunian tersebut tumbuh seperti di kabupaten Banyumas, kota Purwokerto, hingga Kota Madya Tegal, Kabupaten Tegal dan terutama di wilayah Slawi.

Peluang itu yang dimanfaatkan salaha satunya oleh holding Sapphire Griya yang kini tengah menyiapkan tiga proyek sekaligus. Di Kota Madya Tegal bakal hadir Sapphire Madani yang didalamnya terdapat tiga cluster sekaligus, dengan tipe Palmira, Luxor dengan konsep skandinavian, dan tipe Saba yang merupakan perpaduan klasik skandinavian.

Sedangkan di Kabupaten Tegal terdapat Sapphire Townh House Tahap 3 dan Shamara Panusupan yang lebih menyasar segmen midle low. Skema penjualannya menggunakan sistem konvensional baik cash maupun KPR .

1. Memiliki rumah adalah impian banyak orang

Direktur Saphire Griya, Mubarak menyebutkan memiliki rumah adalah impian banyak orang, Sabtu (13/7/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Direktur Saphire Griya, Mubarak menyebutkan memiliki rumah adalah impian banyak orang, Sabtu (13/7/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Menurut direktur Saphire Griya, Mubarak kepada IDN Times, Kamis (11/7/2024) memiliki rumah adalah impian banyak orang, termasuk kalangan produktif dari generasi milenial. Sayangnya, sebagian besar milenial di Indonesia belum mampu mewujudkan mimpi untuk punya rumah sendiri.

Data PUPR mengungkap, sekitar 31% kaum milenial Indonesia atau setara 81 juta jiwa masih belum memiliki rumah. Disebutkan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan milenial sulit dalam memiliki hunian.

Ada yang belum siap secara finansial, pengeluaran konsumsinya yang terlalu tinggi, kenaikan harga hunian yang tidak sejalan dengan kenaikan gaji, sampai minimnya pengetahuan tentang hunian.

2. Tegal dan Slawi alternatif pilihan

Pilih lokasi yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan.(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Pilih lokasi yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan.(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Menurutnya, membeli rumah seperti di Kabupaten Tegal dan Slawi, Jawa Tengah bisa menjadi pilihan yang menarik. Slawi memiliki berbagai keunggulan, seperti biaya hidup yang relatif terjangkau, suasana yang tenang, serta akses yang cukup baik ke berbagai fasilitas umum.

Mubarak juga mengatakan memiliki anggaran yang jelas sebelum mulai mencari rumah adalah hal yang sangat penting karena akan membantu mempersempit pilihan dan menghindari pembelian di luar kemampuan finansial.

Menurutnya yang paling utama yakni membeli perumahan justru pada saat awal project. Dengan membeli di awal maka konsumen masih bisa mendapatkan leverage dari kenaikan investasi.

"Pilih lokasi yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan , dan pertimbangkan juga akses ke fasilitas umum seperti pasar, sekolah, rumah sakit, dan transportasi umum. Di Saphire Griya bisa memudahkan untuk menemukan rumah yang sesuai dan memiliki banyak pilihan rumah,"katanya.

3. Cek legalitas pengembang perumahan

Salah satu bentuk di sapphire griya yang telah memiliki legalitas pengembang perumahan.(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Salah satu bentuk di sapphire griya yang telah memiliki legalitas pengembang perumahan.(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Sementara Direktur Marketing Saphire Griya, Slamet Supriyatno menjelaskan dalam hal niat membeli rumah seperti di perumahan konsumen juga perlu mengecek Legalitasnya.

"Pastikan rumah yang akan dibeli memiliki dokumen legal yang lengkap dan tidak bermasalah. Periksa sertifikat tanah, izin mendirikan bangunan (IMB), dan surat-surat lain yang diperlukan,"terangnya.

Sapphire Griya sebagai pengembang yang sudah establish tentu tidak ada lagi isu terkait legalitas. Sebab setiap unit yang dijual, legalitas sudah 100 persen. IMB sudah pecah 100 persen, sertifikat pecah per bidang 100 persen dan SHGB juga bisa langsung ditingkatkan menjadi SHM.

ā€œ Properti itu bisnis legalitas, dan Perbankan pasti membutuhkan kepastian, dan Sapphire selalu menjaga kepastian dengan legalitas yang terpenuhi sesuai aturan yang berlaku,ā€ ujarnya.

Slamet juga mengatakan sebelum memutuskan membeli, lakukan survey langsung ke lokasi rumah. Perhatikan kondisi fisik rumah, lingkungan sekitar, serta fasilitas yang ada.

"Di perumahan saphire segala yang berkaitan dengan legalitas hal yang sangat, hal itu dibuktikan dengan telah dibangun 10000 unit rumah berbagai type sejak tahun 2007,"katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
Cokie Sutrisno
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Mantan Artis Terlibat Kasus Pig Butchering di Jateng, Modusnya Ngonten

01 Jun 2026, 17:05 WIBNews