Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Proyek Geothermal Gedongsongo Butuh Kucuran Dana 300 Dollar Amerika
Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Dinas ESDM Jawa Tengah menyiapkan proyek PLTP Gunung Ungaran berkapasitas 55 MW dengan estimasi investasi 300 juta dolar AS, menyusul terbitnya keputusan Menteri ESDM.
  • Eksplorasi mencakup izin 29.800 hektare di Kabupaten Semarang dan perbatasan Kendal, namun pembangunan fisik hanya di titik potensial setelah pengeboran 1.900–2.200 meter.
  • Pengurusan izin berlangsung 2026–2029, pengeboran ditargetkan akhir 2028 atau 2029, dan operasi komersial diproyeksikan pada 2031 jika potensi panas bumi mencukupi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 Agustus 2026

Dinas ESDM Jawa Tengah memaparkan rencana PLTP Gunung Ungaran berkapasitas 55 MW. Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026 disebut menjadi awal tahapan persiapan dengan estimasi investasi 300 juta dolar AS.

tahun 2026 sampai 2029

Proyek memasuki fase pengurusan perizinan.

akhir 2028 atau 2029

Pengeboran eksplorasi direncanakan dilakukan setelah perizinan selesai. Pengeboran ditujukan membuktikan potensi panas bumi hingga kedalaman 1.900–2.200 meter.

tahun 2031

PLTP direncanakan diluncurkan atau memasuki commercial operation date jika panas bumi yang ditemukan memadai untuk pembangkitan listrik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rencana pembangunan PLTP Gunung Ungaran berkapasitas 55 MW memasuki tahap persiapan eksplorasi, dengan estimasi investasi 300 juta dolar AS dan target operasi komersial pada 2031.
  • Who?
    Dinas ESDM Jawa Tengah, Kepala Bidang EBT Dwi Suryono, serta pemegang izin eksplorasi akan terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan proyek panas bumi.
  • Where?
    Area izin eksplorasi seluas 29.800 hektare berada terutama di Kabupaten Semarang, dengan sebagian wilayah di kawasan perbatasan pegunungan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
  • When?
    Pengurusan izin berlangsung pada 2026–2029. Pengeboran direncanakan akhir 2028 atau 2029 setelah perizinan selesai, sedangkan operasi komersial ditargetkan pada 2031.
  • Why?
    Eksplorasi dilakukan untuk membuktikan potensi panas bumi bawah tanah melalui pengeboran dan menentukan apakah tersedia uap atau panas yang cukup untuk menghasilkan listrik.
  • How?
    Pengeboran akan dilakukan hingga kedalaman 1.900–2.200 meter pada titik potensial yang didukung infrastruktur. Jika potensi panas memadai, infrastruktur pembangkit dibangun; bila tidak, pencarian dialihkan ke lokasi lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Jawa Tengah mau mencari panas dari dalam Gunung Ungaran untuk membuat listrik. Mereka butuh uang 300 juta dolar Amerika. Orang-orang akan mengurus izin sampai 2029. Lalu mereka mungkin mengebor tanah sangat dalam. Kalau ada panas cukup, tempat listrik dibangun dan bisa mulai bekerja pada 2031.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana PLTP Gunung Ungaran memperlihatkan pendekatan yang berhati-hati: potensi panas bumi akan dibuktikan melalui pengeboran, sementara proyek hanya dilanjutkan bila sumber energi memadai. Luas izin eksplorasi tidak otomatis menjadi tapak pembangunan, karena lokasi dipilih pada titik potensial dengan dukungan infrastruktur, disertai tahapan perizinan dan mitigasi dampak lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah membeberkan rincian teknis serta mitigasi dampak lingkungan terkait rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran, yang diproyeksikan berkapasitas 55 Megawatt (MW).

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, menjelaskan, diterbitkannya Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026 merupakan awal dari rangkaian tahapan persiapan panjang, yang membutuhkan estimasi investasi sebesar 300 juta dolar AS.

"Eksplorasi ini adalah bagian dari pembuktian dari studi tidak langsung. Apakah betul di bawah itu ada potensi panas bumi, maka perlu dilakukan pengeboran hingga kedalaman 1.900 sampai 2.200 meter. Jika tidak didapatkan uap air atau panasnya, tentu dicukupkan dan beralih ke lokasi prospek lain," kata Dwi, saat konferensi pers, di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).

Dwi menegaskan, luasan izin eksplorasi sebesar 29.800 hektare tidak akan dipakai seluruhnya untuk tapak proyek PLTP. Pemilihan lokasi akan difokuskan pada titik-titik potensial, yang didukung kesiapan infrastruktur.

Adapun sebaran wilayah, menurutnya, mayoritas area konsesi berada di Kabupaten Semarang, sedangkan sisanya berada di kawasan perbatasan pegunungan Kabupaten Kendal.

Ia menyebut, tata guna lahan di area seluas 29.800 hektare berfungsi sebagai ruang pencarian titik prospek. Pembangunan fisik nantinya hanya memakan porsi kecil dari total luasan tersebut.

Sedangkan soal kapan mulainya proyek ini, dia menjelaskan fase tahun 2026 sampai 2029 mengurus izin. Kalau semuanya selesai nanti, baru dilakukan kegiatan pengeboran di akhir 2028 atau 2029. Kemudian, kalau didapatkan panas yang cukup untuk menghasilkan energi listrik yang berasal dari panas bumi, maka dibangun infrastrukturnya.

"Di tahun 2031 baru di-launching atau di-COD-kan commercial operation date (beroperasi) itu di tahun 2031," bebernya.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait ketahanan operasional dan dampak lingkungan proyek geotermal, Dinas ESDM Jateng memberikan kepastian melalui analogi historis serta penyediaan forum dialog formal.

Dwi mencontohkan, PLTP Kamojang di Jawa Barat yang telah beroperasi secara aman sejak 1926 atau memasuki usia 100 tahun, teknologi geotermal terbukti berkelanjutan tanpa menimbulkan masalah signifikan jika dikelola dengan baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article