Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ramai Jelang Iduladha, Pasar Hewan Ajibarang dan Ojek Banjir Rejeki
Keramaian di pasar hewan Ajibarang jelang iduladha membawa berkah bagi pelaku usaha disekitar pasar, Senin (18/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Menjelang Iduladha 1447 H, Pasar Hewan Ajibarang di Banyumas dipadati pembeli dan pedagang dari berbagai daerah yang mencari kambing serta sapi untuk kurban.
  • Pendapatan tukang ojek hewan dan pengelola parkir meningkat tajam karena lonjakan aktivitas jual beli serta banyaknya kendaraan yang masuk ke area pasar.
  • Keramaian pasar diperkirakan terus berlanjut hingga mendekati Iduladha, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat Banyumas dalam mempersiapkan ibadah kurban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyumas, IDN Times - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, suasana Pasar Hewan Ajibarang di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, semakin ramai dan penuh sesak. Ratusan warga dari berbagai daerah berdatangan untuk mencari hewan kurban, baik kambing maupun sapi.

Tak hanya pedagang ternak yang menuai berkah jelang lebaran haji, para tukang ojek hewan dan pengelola parkir pun merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan.

Pasar yang biasanya sepi pada hari hari biasa, kini dipadati pedagang dan pembeli sejak Sabtu kemarin. Aktivitas jual beli yang meningkat ini membawa angin segar bagi seluruh pelaku ekonomi di sekitar pasar Ajibarang.

1. Ojek hewan dapat order berlipat ganda

Para tukang ojek di pasar hewan Ajibarang Banyumas ikut kebanjiran rejeki angkut hewan, Senin (18/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Salah satu yang paling merasakan dampak positif adalah para tukang ojek hewan yang mangkal di sekitar area pasar. Putra, salah seorang tukang ojek hewan, mengaku pendapatannya melonjak drastis mendekati Iduladha.

"Kalau lagi mendekati Iduladha, sehari bisa dapat Rp120.000 sampai Rp150.000. Hari ini saja sudah tiga kali angkut,"ujar Putra.

Menurutnya, tarif ojek hewan ditentukan berdasarkan jarak. Untuk kawasan sekitar Ajibarang, tarif berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000. Sementara untuk tujuan lebih jauh seperti ke Oancurendang, bisa mencapai Rp25.000 -Rp30.000 per trip.

Banyak pembeli yang membutuhkan jasa ini karena membawa hewan kurban yang cukup besar dan sulit diangkut dengan kendaraan pribadi tanpa bantuan. Satu pengojek bisa melayani hingga tiga kali angkutan atau bahkan lebih dalam sehari saat pasar sedang ramai.

2. Parkir motor membeludak, pendapatan naik tajam

Akibat ramainya pasar hewan Ajibarang, perparkiran di pasar pun meningkat dan menjadi sumber pendapatan pasar, Senin (18/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Tak kalah senang adalah Heri, pengelola parkir Pasar Hewan Ajibarang. Ia mengatakan jumlah kendaraan yang masuk pasar meningkat tajam dibandingkan hari biasa.

"Kalau menjelang Iduladha begini memang lebih ramai dibanding hari biasa. Kalau hari biasa paling setengahnya. Sekarang bisa masuk 30 sampai 100 motor,"jelas Heri.

Tarif parkir yang dipatok Rp2.000 per motor sudah termasuk penjagaan helm dan keamanan lainnya. Meski tarif tergolong murah, volume kendaraan yang tinggi membuat pendapatan harian Heri ikut terkerek naik.

3. Tren ramai diprediksi terus meningkat

Tren jual beli di pasar hewan Ajibarang diperkirakan terus meningkat hingga jelang iduladha tanggal 27 Mei 2026, Senin (18/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Ramainya Pasar Hewan Ajibarang diprediksi masih akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan, seiring semakin dekatnya Hari Raya Iduladha 1447 H dan tingginya kebutuhan masyarakat akan hewan kurban.

Bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya, Pasar Hewan Ajibarang menjadi salah satu tujuan utama karena kelengkapan ternak dan harga yang relatif terjangkau.

Selain membawa berkah ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitarnya, tingginya animo masyarakat juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyambut ibadah kurban tahun ini.

Bagi Anda yang berencana membeli hewan kurban di Pasar Ajibarang, disarankan datang lebih awal untuk mendapatkan pilihan terbaik dan menghindari keramaian di puncak hari.

Editorial Team