RS Kardiologi Emirates Solo Gelar Operasi Jantung Besar, Menkes Tinjau

- RS Kardiologi Emirates Solo melakukan operasi bedah jantung terbuka dan cathlab berjalan bersamaan, menangani pasien dengan mitral regurgitasi berat dan penyumbatan pada pembuluh darah utama jantung.
- RKEI memiliki layanan intervensi modern seperti PCI, embolisasi, dan ablasi PFA, serta memperlihatkan progres pemulihan pasien pascaoperasi jantung terbuka.
- Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RKEI) Solo merupakan rumah sakit khusus jantung bertaraf internasional hasil hibah Pemerintah Uni Emirat Arab senilai Rp417,3 miliar dan telah melayani sedikitnya 490 pasien.
Surakarta, IDN Times – Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RKEI) Solo melaksanakan rangkaian tindakan intervensi jantung terpadu, yang disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid AlDhaheri, Kamis (29/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, RKEI menunjukkan kemampuan layanan jantung komprehensif, mulai dari tindakan minimal invasif di cathlab hingga operasi bedah jantung terbuka, yang ditangani tim dokter spesialis berpengalaman dengan dukungan teknologi medis mutakhir.
1. Merupakan Operasi Bedah Jantung Terbuka dan Cathlab Berjalan Bersamaan.

Pada hari yang sama, RKEI melaksanakan dua operasi bedah jantung terbuka. Pasien pertama, Tn K.A (33), warga Bantul, menjalani operasi Mitral Valve Replacement akibat mitral regurgitasi berat. Tindakan tersebut ditangani oleh dr. Raden Haryo Aribowo, Sp.B, Sp.BTKV (K), Subsp. JD (K) bersama tim.
Sementara pasien lainnya, Tn M (41), menjalani operasi bypass jantung akibat penyumbatan lama dan total pada pembuluh darah utama jantung Left Anterior Descending (LAD). Operasi dilakukan oleh dr. Ihsanul Amal, M.Med.Klin., Sp.BTKV, Subsp.T, dengan estimasi waktu operasi masing-masing minimal empat jam.
Selain bedah terbuka, RKEI juga melakukan tindakan pemasangan Atrial Septal Occluder melalui prosedur minimal invasif di cathlab terhadap pasien berusia 26 tahun asal Yogyakarta dengan diagnosis Atrial Septal Defect (ASD) sekundum, yang ditangani oleh dr. Dyah Wulan Anggrahini, Ph.D., Sp.JP(K).
2. Miliki Layanan Intervensi Modern: PCI, Embolisasi, hingga Ablasi PFA

Sehari sebelumnya, RKEI juga melakukan sejumlah tindakan intervensi jantung dan vaskular. Salah satunya terhadap pasien Ny EM (73) yang menjalani Coronary Angiography (CAG) dilanjutkan PCI-POBA untuk membuka penyempitan pembuluh darah jantung. Pasien dilaporkan dalam kondisi stabil pascatindakan.
Selain itu, pasien Ny N.U (50) menjalani tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA) dan embolisasi untuk penanganan Arteriovenous Malformation (AVM) oleh dr. Affan Priyambodo Permana, Sp.BS, Subsp.N-Vas.
RKEI juga melaksanakan tindakan Pulsed Field Ablation (PFA) terhadap pasien dengan gangguan irama jantung, termasuk fibrilasi atrium dan flutter. Prosedur ablasi dilakukan oleh dr. Fera Hidayati, Sp.JP(K) dan dr. Erika Maharani, Sp.JP(K), sebagai bagian dari layanan elektrofisiologi jantung modern.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen RKEI juga menampilkan progres pemulihan pasien pascaoperasi jantung terbuka, salah satunya Nn I (18) asal Purworejo yang sebelumnya menjalani operasi penutupan ASD dengan komplikasi hipertensi pulmonal. Pasien kini telah pulih dan kembali beraktivitas normal.
3. RS Hibah UEA Bertaraf Internasional, Komitmen Layanan Jantung Terpadu.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mememberikan apresiasi terhadap kemajuan teknologi yang dimiliki oleh RKEI di Solo. Ia menyebutkan jika penyakit jantung merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia setelah stroke.
Ia berharap adanya fasilitas rumah sakit khusus jatung di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
“Yang ada disini tadi ada pergantian katup dan operasi bypass dan dua prosedur itu paling banyak untuk bedah jantung terbuka,” ungkapnya.
RKEI Solo merupakan rumah sakit khusus jantung bertaraf internasional hasil hibah Pemerintah Uni Emirat Arab senilai Rp417,3 miliar dan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 19 November 2025. Hingga kini, RKEI telah melayani sedikitnya 490 pasien, mencakup rawat jalan, rawat inap, hingga tindakan cathlab.
Rumah sakit ini dilengkapi 100 tempat tidur, layanan gawat darurat 24 jam, fasilitas MRI 1,5 Tesla, MSCT 125 slice, serta cathlab dan ruang bedah jantung terintegrasi. Pada Desember 2025, RKEI juga meraih akreditasi paripurna dari LAM KPRS.


















