Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Siswa di Semarang Pilih Tak Konsumsi MBG Ramadan, SPPG Akan Diaudit

Siswa di Semarang Pilih Tak Konsumsi MBG Ramadan, SPPG Akan Diaudit
Ilustrasi siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang. (IDN Time/bt)
Intinya Sih
  • Sejumlah siswa di Semarang menolak mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan karena menu dianggap kurang menarik dan beberapa makanan dinilai tidak layak.
  • Pemerintah daerah menerima masukan agar MBG Ramadan disesuaikan, termasuk opsi pemberian bahan makanan kering yang bisa diolah sendiri oleh keluarga penerima manfaat.
  • Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan akan memberi peringatan dan melakukan audit terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar standar penyediaan makanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi polemik di masyarakat. Hal itu terkait pemberian menu makanan kering pada MBG kepada siswa selama bulan Ramadan.

1. Jatah MBG diberikan ke teman

mbg, menu mbg, mbg ramadan
Ilustrasi menu makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang. (IDN Time/bt)

Sejumlah siswa di Kota Semarang pun mengaku enggan mengkonsumsi MBG yang dibagikan di sekolah di bulan Ramadan.

Salah satu siswa SMP 3 Semarang, Keanu menuturkan, pembagian MBG sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Akan tetapi, ia memilih tidak memakan makanan MBG yang diberikan di sekolah.

“Tidak saya makan. Saya berikan ke temen-temen yang mau saja,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Alasan siswa kelas 9 itu karena menunya tidak menarik dan ia tidak doyan dengan makanan yang disajikan.

2. Ada menu ikan asin dan kolak kecut

mbg, menu mbg, mbg ramadan
Ilustrasi siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang. (IDN Time/bt)

“Ada ikan asin atau ikan wader goreng gitu. Saya nggak pernah makan jadi saya kasihkan teman. Terus telur dan roti kemasan,” ungkapnya.

Selain Keanu, siswa SD Kalibanteng Kidul 02, Fatih juga memilih tidak memakan menu MBG Ramadan.

"Menunya ada tiga jenis makanan seperti roti basah, kacang, kolak. Kolaknya tidak enak atau sudah kecut jadi langsung saya saja," tuturnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Kelompok Kerja Percepatan Pelaksana Program MBG Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di bulan Ramadan.

"MBG di bulan Ramadhan ini kita atur lagi deh, ada masukan dari beberapa tokoh agama soal ini. Seperti di Jepara, ada masukan bagaimana MBG diberikan dalam bentuk makanan kering yang bisa diolah di rumah," katanya saat ditemui di acara Kanwil Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah - DIY, Rabu (25/2/2026).

3. Akan beri peringatan ke SPPG

sppg, mbg, dapur mbg, makan bergizi gratis
Ilustrasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo, Jawa Tengah. (dok. PPJI Jateng)

Wakil Gubernur Jawa Tengah itu memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan masukan untuk mengevaluasi program ini.

"Yang tidak layak, perlu untuk dievaluasi lagi. Dan kami akan memberikan peringatan tidak main-main  kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melakukan pelanggaran. Seperti halnya kasus temuan ratusan roti berjamur di SMP 5 Blora,” katanya.

Disamping itu, Gus Yasin juga akan melakukan audit pada SPPG. Apabila ketahuan melanggar pihaknya tidak segan untuk menutup SPPG tersebut.

“Kami akan memastikan lagi proses produksi dan distribusi makanan. Ditertibkan, diedukasi betul bagaimana cara penyajian dan pengemasan serta pengiriman harus diperhatikan secara detail agar kejadian serupa tidak terulang," tandasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More