Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tedjowulan Minta Gerebeg Besar Idul Adha Keraton Digelar Tanpa Gesekan

Tedjowulan Minta Gerebeg Besar Idul Adha Keraton Digelar Tanpa Gesekan
rapat koordinasi bersama keluarga besar keraton dan unsur pemerintah serta aparat keamanan di Solo. (Dok/Istimewa)
Intinya Sih
  • Panembahan Agung Tedjowulan menyerukan seluruh pihak menjaga ketertiban dan menekan ego kelompok agar Gerebeg Besar Idul Adha di Keraton Surakarta berlangsung damai tanpa gesekan.
  • Rapat koordinasi melibatkan keluarga besar keraton, pemerintah, serta aparat TNI-Polri untuk memastikan keamanan acara dan mendukung revitalisasi Keraton Kilen yang dijadwalkan dimulai pertengahan tahun ini.
  • Selain menunggu penetapan resmi Idul Adha 2026, keraton juga menyiapkan pendataan pusaka bersama Kementerian Kebudayaan serta persiapan Kirab Malam 1 Suro guna menjaga warisan budaya Surakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surakarta, IDN Times - Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, meminta seluruh pihak menjaga ketertiban dan kerukunan menjelang pelaksanaan Gerebeg Besar Idul Adha Tahun Dal 1959. Ia juga menegaskan agar tidak ada lagi ego kelompok yang memicu gesekan di lingkungan Keraton Surakarta.

Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama keluarga besar keraton dan unsur pemerintah serta aparat keamanan di Solo, Rabu (12/5/2026).

Juru bicara Panembahan Agung, Kangjeng Prof. (HC) Dr. (HC) Candra Malik Pakoenegoro mengatakan, rapat koordinasi digelar untuk memastikan seluruh rangkaian tradisi budaya berjalan aman dan kondusif.

“Gusti Tedjowulan memberikan arahan agar Gerebeg Besar Idul Adha berjalan lancar, aman nyaman, dan damai, jangan lagi menonjolkan ego personal maupun kelompok. Keluarga Besar Keraton Surakarta harus bersatu. Tidak boleh ada gesekan dari mana pun. Jangan mengadakan Gerebek Besar Idul Adha sendiri-sendiri,” kata Pakoenegoro.

1. TNI/Polri dilibatkan dalam pengamanan.

f5e6f107-82fe-4764-88f1-20655797bbc8.jpeg
rapat koordinasi bersama keluarga besar keraton dan unsur pemerintah serta aparat keamanan di Solo

Dalam rapat koordinasi tersebut hadir sejumlah pihak, mulai dari Pengageng Sasana Wilapa dan Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta GKR Wandansari, KPH Eddy Wirobumi, Kapolsek Pasar Kliwon AKP Sunarto, Danramil 05/0735 Pasar Kliwon Kapten Kav Supriyanto, Camat Pasar Kliwon Ari Wibowo, hingga Lurah Baluwarti Sri Winarni.

Selain itu, perwakilan Dinas Perhubungan dan Satpol PP Surakarta juga ikut hadir bersama keluarga besar keraton dan para abdidalem.

Pakoenegoro mengatakan, Panembahan Agung juga meminta keterlibatan unsur TNI dan Polri untuk menjaga keamanan selama pelaksanaan Gerebeg Besar Idul Adha maupun revitalisasi Keraton Surakarta tahap kedua.

“Insya Allah, pengerjaan Revitalisasi Keraton Kilen akan dimulai pertengahan tahun ini. Berbagai tahapan awal sedang berlangsung saat ini. Selain Keraton Kilen, Kantordalem Panembahan Agung juga menjadi prioritas,” ujarnya.

2. Penentuan jadwal Gerebeg Besar menunggu pemerintah

50d9272f-a76a-4950-85a9-377a79a661aa.jpeg
Rapat koordinasi bersama keluarga besar keraton dan unsur pemerintah serta aparat keamanan di Solo. (Dok/Istjmewa)

Keraton Surakarta disebut masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idul Adha 2026 sebelum menentukan jadwal Gerebeg Besar.

Menurut Pakoenegoro, apabila Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026, maka tradisi Gerebeg Besar akan dilaksanakan pada hari kedua Lebaran Haji.

“Prinsipnya, misalkan Idul Adha ditetapkan pada 27 Mei 2026, maka Gerebeg Besar akan diadakan hari berikutnya atau hari kedua Idul Adha,” jelasnya.

Ia menambahkan, Panembahan Agung berharap seluruh pihak ikut menjaga suasana kondusif agar tradisi budaya Keraton Surakarta tetap berjalan dengan baik dan tidak memunculkan konflik baru.

3. Keraton siapkan Kirab Malam 1 Suro dan pendataan pusaka.

11c50f11-b4d5-4937-a348-9771e6b58626.jpeg
Rapat koordinasi bersama keluarga besar keraton dan unsur pemerintah serta aparat keamanan di Solo. (Dok/Istjmewa)

Selain persiapan Gerebeg Besar, Keraton Surakarta juga tengah melakukan pendataan kekayaan budaya bersama Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah.

Pendataan dimulai dari Museum Keraton Surakarta dan akan dilanjutkan ke sejumlah area lain, termasuk nDalem Ageng dan nDalem Pakubuwanan.

“Gusti Tedjowulan terus berusaha merangkul semua pihak agar pendataan berjalan sebaik-baiknya. Kekayaan budaya, terutama Pusaka-Pusaka Kagungandalem juga akan didata, dan sekiranya sudah berpindah tempat maka akan dikembalikan ke tempatnya semula. Beliau berharap semua pihak bersikap kooperatif,” tegas Pakoenegoro.

Menurutnya, keamanan pusaka keraton menjadi bagian penting dalam persiapan Kirab Malam 1 Suro Tahun Be 1960 yang akan kembali digelar tahun ini.

“Arahan Gusti Tedjowulan, kita akan mengadakan Doa Bersama pada Malam 1 Suro, dilanjutkan Kirab Pusaka-Pusaka Kangjeng Kyai Ageng Kagungandalem. Selain bahwa memang dinanti-nantikan masyarakat luas, Kementerian Kebudayan juga berharap kegiatan tahunan ini meningkatkan potensi pariwisata, khususnya di Soloraya,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More