Semarang, IDN Times - Mendekati momen perayaan Idul Adha 1447 Hijriyah, para petugas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) menggencarkan layanan healing bagi ternak ternak yang akan disembelih oleh masyarakat.
Berdasarkan informasi Distanak, layanan healing atau layanan kesehatan hewan keliling ini dimasifkan demi menjaga ternak tetap sehat, aman, dan layak dikonsumsi masyarakat.
“Program ini mencakup pemeriksaan lalu lintas ternak yang masuk dan keluar Jawa Tengah, pemeriksaan kesehatan, serta pelaksanaan vaksinasi dan pemberian vitamin,” kata Kepala Distanak Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares saat Jambore Inseminator dan Kontes Ternak Piala Gubernur Jateng Tahun 2026, di Lapangan Tarubudaya Ungaran, Jumat (22/6/2026).
Selain itu, Pemprov juga terus memperkuat penanganan potensi penyakit zoonosis dan temuan cacing hati.
Sekaligus edukasi kepada pedagang maupun masyarakat terkait kriteria hewan kurban yang sehat. Serta uji kompetensi juru sembelih halal yang sesuai dengan syariat Islam.
“Pengawasan lalu lintas ternak dan penerjunan petugas kesehatan hewan juga terus ditingkatkan, untuk mengantisipasi potensi penyebaran hewan menular,” kata Frans.
Pemprov Jateng juga menjalin koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah kabupaten/kota, dokter hewan, petugas lapangan, dan berbagai unsur guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi momentum Iduladha.
"Jawa Tengah dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat pada momentum Hari Raya Iduladha 2026,” kata Frans.
Adapun jumlah ternak yang diperlukan dalam pemenuhan hewan kurban juga tidak ada masalah. Kebutuhan masyarakat untuk kurban tercatat 10 persen dari populasi.
Lebih jelas lagi, berdasarkan data dan proyeksi tahun 2026, populasi ternak sapi, kambing dan domba di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 6.413.010 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 1.393.159 ekor sapi, 1.421.246 ekor domba dan 3.598.605 ekor kambing.
Besarnya populasi tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa Jawa Tengah menjadi salah satu daerah penyangga utama subsektor peternakan nasional.
Menurutnya, dukungan peternak sangat penting dalam mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Jawa Tengah. Karenanya, melalui acara tersebut, sebagai upaya apresiasi kepada para pelaku sektor peternakan. Sekaligus menumbuhkan gerakan konsumsi protein hewani yang sehat, utuh, dan halal.
"Kegiatan ini juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat transfer informasi peternakan menuju sistem yang modern berbasis teknologi, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan pasar," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Frans juga membeberkan, produksi peternaka juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada 2026 diperkirakan produksi daging akan mencapai 942.496 ton. Adapun produksi telur mencapai 917.862.000 ton, dan produksi susu mencapai 76.570 ton.
Capaian tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari peran inseminator. Saat ini Jawa Tengah memiliki sebanyak 766 orang inseminator yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Para inseminator ini merupakan ujung tombak pelayanan reproduksi ternak di lapangan, karena mereka konsisten mendampingi peternak memberikan pelayanan inseminasi buatan, sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu genetik ternak.
