Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tingkatkan Kapasitas, Itesa Semarang Bekali Karyawan Perusahaan Swasta
Rektor Itesa Muhammadiyah Semarang, Nurul Huda S.kom, M.kom berfoto bareng ratusan peserta pelatihan dari PT Prima Tunggal Mandiri Cabang Jateng-DIY. (IDN Times/Dok Itesa Muhammadiyah Semarang)

Semarang, IDN Times - Membekali kemampuan para karyawan bisa dilakukan segala cara. Mulai dari meningkatkan keterampilan individu. Sampai secara kolektif memberikan tambahan pengetahuan di bidang teknologi informasi. 

Salah satunya seperti yang dilakukan Institut Teknologi Statistika dan Bisnis (Itesa) Muhammadiyah Semarang.

Sebagai kampus yang bernaung di bawah ormas terbesar di Indonesia, pihak Itesa paham betul mengenai upaya berkolaborasi dengan berbagai pihak. 

1. Itesa joint dengan PT Putra Tunggal Mandiri

Selama dua hari peserta dari PT Prima Tunggal Mandiri mendapat pelatihan merancang aplikasi Exel dari kampus Itesa Muhammadiyah Semarang. (IDN Times/Dok Itesa Muhammadiyah Semarang)

Rektor Itesa Muhammadiyah Semarang, Nurul Huda S.kom, M.kom mengaku belum lama ini kampusnya bekerjasama dengan PT Prima Tunggal Mandiri (PTM) guna membekali karyawan di bidang excel training. 

"Terima kasih untuk PTM yang telah memilih Itesa Muhammadiyah sebagai partner SDM Improvement PTM. Semoga ilmu yang kami berikan dapat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas karyawan PTM ke depannya," ungkap Nurul kepada IDN Times melalui aplikasi WhatsApp belum lama ini. 

Lebih lanjut, kampusnya melatih 120 karyawan PTM untuk cabang Jateng-DIY agar memahami cara pembuatan data analisis menggunakan aplikasi excel. 

PTM selama ini dikenal sebagai perusahaan penjualan ban dan oli. Orang Semarang sangat familiar dengan tokonya yang berada di Jalan MT Haryono, Mataram. 

2. Sedang gencarkan rebranding

Pembekalan untuk program pelatihan bagi 150 karyawan PT Prima Tunggal Mandiri diadakan untuk menunjang peningkatan kapasitas keterampilan individu. (IDN Times/Dok Itesa Muhammadiyah Semarang)

Itesa, katanya kini sedang gencar melakukan rebranding. Ia yang baru saja dilantik sebagai Rektor Itesa Semarang mengakui tertantang memimpin sebuah kampus binaan Muhammadiyah.

Tantangan yang dihadapi Itesa ialah harus dituntut untuk mampu memacu peningkatan jumlah mahasiswa, perluasan aspek program studi dan pengembangan pendidikan lainnya. 

3. Bakal jadi kampus berbasis edutaintech

Suasana pelatihan merancang aplikasi Exel yang diadakan dua hari di kampus Itesa Muhammadiyah Semarang Jalan Prof Hamka, Ngaliyan. (IDN Times/Dok Itesa Muhammadiyah Semarang)

Untuk jangka pendeknya, Nurul berkata kampusnya akan membenahi sistem tata kelola, pelayanan, dan menyusun standarisasi SDM berdasarkan Key Performance Index. 

Dan untuk misi jangka panjangnya, Nurul bilang "Menjadi Perguruan Tinggi Berbasis Edutaintech pada Tahun 2030." 

4. Itesa bidik peningkatan jumlah mahasiswa 100 persen

Ilustrasi mahasiswa (freepik.com/drobotdean)

Agar misinya terwujud, Nurul membidik target kenaikan jumlah mahasiswanya mencapai 100 persen saban tahun. Sementara untuk target tahun ini, kampusnya diharapkan bisa menyerap 200 mahasiswa. 

"Itesa akan menggandeng tim dosen dan SDM yang berkualitas dan berpengalaman dalam bidang pendidikan, industri, dan kewirausahaan," tambahnya. 

Mereka yang ikut terlibat di masing-masing program studi harus memiliki keterampilan mengajar yang baik dan berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang positif bagi mahasiswa.

General Manager PT Prima Tunggal Mandiri, Bambang Sutrisno menyatakan, ini baru pertama kali bisa berkolaborasi dengan kampus.

"Ini program pertama yang dilakukan oleh HRD PTM. Kami juga terima kasih kepada yang telah berupaya melaksanakan program pengembangan SDM di PTM sehingga terlaksana program tersebut di Itesa Muhammadiyah. Sslamat atas pengukuhan rektor. Semoga berjalan tidak hanya di excel training ini saja tetapi kerjasama lainnya," pungkasnya. 

Editorial Team

Related Article