Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Kandri Gunungpati Merawat Sendang Demi Terbebas dari Kekeringan
Azis terlihat sibuk membersihkan dedaunan kering yang mengotori permukaan air Sendang Gede yang letaknya tepat di tengah kampungnya, Kandri Kecamatan Gunungpati Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Matahari sudah bergerak di atas ubun-ubun saat Azis istirahat di sebuah bangunan samping Sendang Gede, Kampung Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. 

Beberapa kali ia menyapa sejumlah warga yang tengah wara-wiri untuk mandi di dalam sendang. Bagi warga Kandri terutama yang tinggal RT 05/RW I, keberadaan Sendang Gede menjadi tumpuan untuk mencukupi berbagai kebutuhan rumah. 

Mulai mandi, mencuci pakaian sampai kebutuhan air untuk memasak, warga setempat saban hari memanfaatkan sumber mata air Sendang Gede. 

Sendang Gede dipakai buat mandi, mencuci dan mencukupi air untuk masak

Seorang pria paruh baya warga RT 05 Kampung Kandri Gunungpati Semarang berjalan sambil menenteng peralatan mandi menuju bilik pemandian umum di Sendang Gede. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Menurut Azis, warga kampungnya sudah turun-temurun memanfaatkan Sendang Gede. 

"Di sini sejak saya mata kecil airnya tidak pernah surut. Selalu mengalir airnya. Makanya buat warga RT 05, sehari-hari dipakai dibuat mandi, buat mengairi kebun pertanian, buat masak air dan mencukupi kebutuhan rumah tangga," kata pria bernama lengkap Munif Abdul Aziz demikian, ketika berbincang dengan IDN Times, Jumat (8/9/2023). 

Ratusan KK manfaatkan Sendang Gede

Setiap pohon-pohon tua yang mengitari Sendang Gede ditutupi kain putih sebagai wujud penghormatan bagi para arwah leluhur yang bersemayam di tempat tersebut. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Azis berkata di dalam Sendang Gede terdapat tuk atau sumber mata air yang terus mengalir saban hari. Aliran air sendang tidak pernah berhenti meskipun musim kemarau melanda Kota Semarang. 

Ia bilang ketika dulu masih anak-anak, warga kampungnya kerap mengambil air sendang memakai kendil. Ada warga yang membaca. Ada juga yang menggendong kendil berisi air sendang. 

Perkembangan kampung yang semakin pesat membuat warga yang memanfaatkan air sendang bertambah banyak. Saat ini, kata Azis ada 110 kepala keluarga di RT 05 yang rutin mengambil air sendang saban hari.

"Kalau tidak dipakai buat mandi, air sendangnya otomatis meluber langsung mengalir ke sawah. Makanya di sekitar Sendang Gede kan masih banyak sawah yang pinggiran. Warga juga mengolah sisa lahan jadi kebun jambu kristal, pepaya, yang terbaru ada juga kebun durian," akunya.

Sendang Gede dikelola warga lokal

Sendang Gede yang letaknya di RT 05, Kampung Kandri Gunungpati Semarang memiliki diameter yang lumayan lebar dengan kedalaman sekitar 2 meter. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Dengan keberadaan Sendang Gede, Azis dan warga Kandri lainnya tak pernah khawatir ketika kemarau tiba. Di saat wilayah lain mulai dilanda kekeringan, Azis memastikan di Kampung Kandri, air bersih selalu melimpah. 

"Allhamdulilah air sendangnya ndak pernah surut. Karena Sendang Gede yang mengelola sepenuhnya dari warga sini, ya jadinya kita rutin iuran setahun sekali untuk membersihkan dan merawat fasilitas yang ada di sendang. Dari urunan, kita bisa bikin bilik pemandian umum dan memasang fasilitas lainnya," ungkapnya. 

Ada ritual resik resik sendang

Saban setahun sekali, warga Kampung Kandri kerap menggelar ritual nyadran kali sebagai lelaku khusus untuk wujud syukur kepada Allah SWT yang memberikan karunia-Nya berupa mata air yang bisa membantu kehidupan warga setempat. 

Nyadran kali diadakan dua bulan sebelum Syawal. Warga yang ritual kerap menguras air sendang untuk membersihkan kotoran sampai ke dasar kolam.

"Kedalaman Sendang Gede sekitar 2 meter. Kalau yang lainnya paling kurang lebih 1 meteran. Kalau pas kemarau panjang kayak gini, kebutuhan air bersih bisa tercukupi dari Sendang Gede. Rata-rata warga ngangsu air di Sendang Gede 2 tong atau  50 liter," terangnya. 

Ada tujuh sendang yang mengelilingi Kandri

Kondisi mata air Sendang Kali Kidul Lanang di Kampung Kandri, Kecamatan Gunungpati yang tidak surut walaupun Kota Semarang tak pernah diguyur hujan selama musim kemarau tahun 2023. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Selain Sendang Gede, ada enam sendang lainnya yang rutin dibersihkan setahun sekali. Enam sendang itu mengelilingi wilayah Kampung Kandri yaitu Sendang Jambu, Sendang Gawe, Sendang Kali Kidul Lanang, Sendang Kali Wedok, Sendang Setanjung dan Sendang Getas. Untuk Kampung Kandri terbagi tujuh RT dan empat RW.

Sendang Jambu berkhasiat obati penyakit

Akar dari pohon beringin tampak menutupi dinding Sendang Jambu. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sedangkan, berdasarkan pengakuan Suhardi, untuk Sendang Jambu selain untuk mencukupi kebutuhan air bersih, juga sering digunakan warga untuk kungkum setiap malam Jumat Kliwon. 

"Sendang Jambu sering dipakai kungkum untuk mengobati orang sakit. Dari mbah buyut saya sampai sekarang ndak pernah asat (surut). Airnya selalu ada, kami merasa nyaman dan tenteram," kata pria berusia 70 tahun ini dengan campuran logat Jawa. 

Ia berharap warga Kandri perlu nyengkuyung untuk melestarikan sumber mata air sendang agar anak keturunan kelak tidak kekurangan air bersih. Karena air bersih menjadi kebutuhan pokok warga agar tidak terkena dampak bencana kekeringan. 

“Kalau di Kandri ini Mas, kami sangat bersyukur tidak pernah kekeringan. Air selalu ada. Kebutuhan air bersih masih tercukupi. Moga-moga di masa mendatang tetap ada yang nguri-nguri air sendang,” ujar Suhardi.

Editorial Team

Related Article