Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Sakit Kronis Digotong Tembus Banjir Kampung Tambakrejo Semarang

Warga Sakit Kronis Digotong Tembus Banjir Kampung Tambakrejo Semarang
Misiyem saat diboyong naik becak saat keluar dari kampung Tambakrejo Semarang. (IDN Times/bt)
Intinya Sih
  • Misiyem, emak-emak paruh baya, sakit diabetes saat banjir setinggi paha menerjang Kelurahan Tambakrejo, Semarang.
  • Warga RT 02/RW V berjibaku menolong Misiyem, menggotongnya keluar dari rumah yang terendam banjir dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
  • Banjir di Kampung Tambakrejo sudah terjadi enam hari terakhir, menyebabkan warga kerepotan bekerja dan anak-anak kesulitan berangkat sekolah. Tidak ada tindak lanjut dari pemerintah kota untuk mengatasi banjir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Nasib malang dialami Misiyem. Emak-emak paruh baya tersebut jatuh sakit saat banjir setinggi paha menerjang RT 02/RW V, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. 

Misiyem tak bisa kemana-mana saat banjir kian meninggi. Penyakit diabetesnya yang kronis membuatnya hanya bisa terkulai lemas di tempat tidur. 

Dibopong nyeberangi Banjir Kanal Timur

Kondisi banjir di Kampung Tambakrejo Semarang. (IDN Times/bt)
Kondisi banjir di Kampung Tambakrejo Semarang. (IDN Times/bt)

Saat sang fajar menyingsing, warga RT 02/RW V harus berjibaku menolong Misiyem. Ia digotong beramai-ramai oleh warga agar bisa keluar dari rumahnya. 

Lalu beberapa menit kemudian ditaruh di atas becak untuk selanjutnya dibawa keluar kampung menuju jalan raya. 

Warga Tambakrejo terpaksa melewati banjir dengan ketinggian bervariasi agar bisa membawa Misiyem ke rumah sakit terdekat.

Warga juga berjalan kaki melewati jembatan kecil di Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) agar Misiyem cepat sampai ke rumah sakit. 

"Tadi harus membopong sampai nyeberang kali BKT," kata Ketua RT 02 RW 5 Kelurahan Tambakrejo, Darwanto kepada wartawan di depan kampungnya. 

Misiyem dalam kondisi kritis

Misiyem digotong beramai-ramai lewati jembatan kecil Sungai BKT. (IDN Times/bt)
Misiyem digotong beramai-ramai lewati jembatan kecil Sungai BKT. (IDN Times/bt)

Misiyem hanya bisa pasrah saat dibawa ke rumah sakit lantaran kesehatannya yang kian menurun. 

"Itu sakitnya kemarin sudah sembuh, gula terus ngedrop kritis," sambungnya. 

Tambakrejo dilanda banjir hampir seminggu

Banjir rendam Kampung Tambakrejo Semarang. (IDN Times/bt)
Banjir rendam Kampung Tambakrejo Semarang. (IDN Times/bt)

Di kampungnya sampai sekarang banjir memang belum surut. Hujan yang sering menderas justru membuat volume banjir bertambah tinggi. 

Darwanto melihat ada rumah yang terendam banjir 1 sentimeter. Ada juga ketinggian banjir yang mencapai 70 sentimeter. 

Banjir di Kampung Tambakrejo sudah terjadi enam hari terakhir. Banjir yang tak kunjung surut menyebabkan warganya kerepotan saat akan bekerja. Bahkan menyusahkan anak-anak yang hendak berangkat sekolah. 

"Kondisi banjir hari ini belum surut. Masih setengah senti sampai satu senti. Ini sudah sekitar lima hari enam hari ini. Di RT saya ketingginnya 70 sentimeter. Sangat mengganggu aktivitas, mulai dari anak sekolah, dari orang kerja," akunya. 

Warga banyak yang gatal-gatal

alodokter.com
alodokter.com

Tak ayal warga yang sehari-harinya berkubang banjir mengalami gatal-gatal. Termasuk dirinya yang terkena kutu air. 

"Banyak sakit gatal-gatal. Saya sendiri rangen (kutu air)," tuturnya seraya menambahkan bahwa yang disesalkan saat ini ialah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah kota untuk gerak cepat mengatasi banjir di kampungnya.

Termasuk fasilitas kesehatan (faskes) tidak ada yang menyambangi kampungnya. "Dari fasilitas kesehatan dan lainnya juga belum ada," ujar Darwanto. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More