Comscore Tracker

Modal 14080, Mogok di Tol Semarang ABC Sudah Gak Kayak di Hutan

Manfaatkan layanan Jasa Marga ini, guys

Semarang, IDN Times - Mata dan raut muka Ujang Sunandar tampak letih setibanya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area 424 B jalan Tol Semarang A-B-C. Terlihat dari kaca depan mobil, ia menghela napas seolah ingin membuang letih yang didera. Sebelum membuka pintu, tidak lupa memakai masker sebagai bagian dari protokol kesehatan COVID-19.

1. Pemandangan rest area 424 B Semarang memanjakan pengguna tol

Modal 14080, Mogok di Tol Semarang ABC Sudah Gak Kayak di HutanPemandangan di sekitar rest area 424 B jalan Tol Semarang A-B-C. IDN Times/Dhana Kencana

Ujang keluar dari kemudi mobil berplat D, sembari melakukan peregangan badan. Ia beristirahat beberapa saat untuk melepaskan rasa capek sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tasikmalaya, Jawa Barat dari Surakarta, Jawa Tengah. Fasilitas rest area tipe B yang disinggahi membuatnya bisa bersantai mengurangi penat akibat mengemudi.

Salah satunya dengan menikmati suasana taman beautifikasi yang penuh dengan tanaman bunga dan pohon, serta pemandangan di sekitar lokasi yang aduhai menurutnya.

"Enak di sini (rest area 424 B) untuk istirahat sebentar. Kalau dari Solo (red: Surakarta) ya terdekat di sini buat rehat nyetir. Sebelumnya memang ada (rest area), tapi terlalu dekat dari keberangkatan. Hawanya enak, tidak terlalu ramai, bersih tempat dan toiletnya. Paling enak di taman, suasana yang hijau-hijau bisa untuk bersantai, teduh di bawah pohon, sembari menikmati view sekitar," katanya Jumat (5/3/2021).

Mengenai menu makanan yang disediakan, Ujang mengaku cukup variatif sehingga memberikan banyak pilihan bagi para pengunjung. Tidak hanya makanan khas Kota Semarang, juga terdapat beberapa kuliner dari daerah lain, disertai informasi harga jual dengan jelas. 

"Makanannya banyak pilihannya. Ada oleh-oleh juga kalau misal kelewatan gak sempat mampir Semarang bisa beli di sini. Yang paling penting ada informasi harganya saat kita mau beli makanan atau minuman. Jadi tidak bisa asal (penjualnya) kasih harga. Sama sampah botol plastik, rupanya di sini dipisah tersendiri, jadi concern juga sama lingkungan," ungkap Ujang.

Rest area dengan luas sekitar 6.380 hektare itu dilengkapi 9 tenant, 1 pujasera, 1 ritel, juga sarana lain seperti musala, toilet, ATM, dan area parkir yang luas. Zona parkir tersebut bisa menampung 40 unit golongan I -kendaraan kecil termasuk bus, serta 30 kendaraan golongan II/III/IV/IV -truk dengan 2 gandar atau lebih. Sementara untuk tenant, terdiri dari para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di sekitar lokasi rest area, yang menjadi mitra sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Lumayan stabil (pengunjungnya) di sini. Kalau ramai biasanya Sabtu dan Minggu atau hari libur, biasanya juga Siang sampai Malam. Kami berjualan memperhatikan mutu dan kualitas, juga semuanya ada label informasi harganya untuk pengunjung. Alhamdulillah, pembeli kami juga lumayan," ujar salah satu penjaja warung makan, Faizah kepada IDN Times, Kamis (4/3/2021).

Kepala Wilayah III Jateng 1 PT Jasamarga Related Business (JMRB), Bimo Esmunantyo melalui Senior Officer Iklan dan Utilitas JMRB, Indriyani Hartanti menyatakan selaku anak perusahaan Jasa Marga (JM) Grup terus melakukan pengawasan rest area sebagai upaya pemenuhan fungsi pelayanan kepada pengguna jalan tol, sehingga mereka nyaman ketika melintasi jalan Tol Semarang A-B-C.

"Standar Pelayanan Minimal (SPM) -sesuai Permen PU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol, kami pastikan fasilitas layanan di rest area, termasuk kebersihan dan ketersediaan air bersih di toilet, serta penerangan berfungsi 100 persen dengan baik selama 24 jam. Fasilitas yang ada di sini juga ramah terhadap lansia dan penyandang disabilitas. Termasuk parkir dipastikan gratis 100 persen, tidak akan ada pungutan liar," ucapnya saat bertemu IDN Times, Kamis (4/3/2021).

Keberadaan rest area dengan prasarana memadai sesuai SPM dapat meminimalisir kecelakaan kendaraan di jalan tol. Rest area menjadi tempat pemulihan stamina sehingga meningkatkan kewaspadaan para pengendara. Selain pengemudi yang harus prima, kelaikan kendaraan pun menjadi faktor utama keselamatan di jalan tol.

"Jika pengendara mulai lelah dan kehilangan kewaspadaan, potensi kecelakaan dapat saja terjadi. Stamina yang baik penting untuk pengemudi. Di rest area, para pengguna juga dapat mengistirahatkan atau melakukan pengecekan kondisi kendaraannya laik jalan," imbuh Indri.

2. Informasi yang diberikan menjadi bekal kenyamanan saat mengemudi

Modal 14080, Mogok di Tol Semarang ABC Sudah Gak Kayak di HutanPetugas Jasa Marga memonitor transaksi kendaraan masuk di gardu tol Muktiharjo Semarang. IDN Times/Dhana Kencana

Kelayakan kendaraan merupakan hal mendasar selama berkendara, termasuk di jalan tol dalam Kota Semarang. Pengecekan kendaraan sebelum mengemudi menjadi mutlak dilakukan agar tidak mogok atau bermasalah saat berjalan.

Imbauan tersebut rutin turut disampaikan oleh PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) selaku pengoperasi jalan Tol Semarang A-B-C melalui 21 unit Variable Message Sign (VMS) selama 24 jam. Masing-masing terdapat 4 titik di dalam lajur, 8 titik menjelang masuk gerbang tol, dan 9 titik on ramp -jalan masuk ke jalur utama tol.

Selain VMS, pesan informasi bagi pengguna jalan tol juga diinformasikan lewat rambu dan spanduk yang ada dipasang di sepanjang jalan tol serta interaktif melalui dua radio ternama di Semarang, Idola 92.6 FM dan Rasika 100.1 FM setiap jamnya.

Pesan imbauan yang diberikan tidak hanya mengenai kesiapan stamina pengemudi, kelaikan kendaraan, namun juga kondisi terkini jalan tol. Seperti informasi cuaca, penerapan protokol kesehatan COVID-19, serta pemberitahuan untuk selalu waspada dalam berkendara. 

"Kayak kecepatan maksimal, jarak aman antarkendaraan, juga pesan untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19 selalu disampaikan bagi pengguna jalan tol. Bahkan sesuai SPM, informasi tersebut sudah tersedia sejak awal, yaitu 50 meter sebelum pintu masuk," kata Manajer Trafik JMTO Ruas Semarang A-B-C, Ronni Ermawan kepada IDN Times, Kamis (4/3/2021).

Layanan informasi tersebut berguna bagi Miftah Qudsi yang hampir setiap hari melewati jalan Tol Semarang A-B-C. Apa yang disampaikan melalui VMS maupun dari radio menjadi bekal berharga dirinya saat menyetir sehingga menambah kenyamanan.

"Bagus, update terus informasinya. Situasional juga cuaca selalu update real-time lewat papan (VMS) itu, juga di radio juga. Informasi yang muncul (di VMS atau rambu) juga jelas dan mudah terbaca, tidak menyilaukan mata kalau pas malam," katanya yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek mobil online, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Tiga Kunci Fundamental Bisnis Bank BTN Tidak Terpental saat Pandemik

3. Nomor call center 14080 menjadi nomor sakti para sopir

Modal 14080, Mogok di Tol Semarang ABC Sudah Gak Kayak di HutanPetugas Jasa Marga membersihkan sampah di gardu tol Muktiharjo Semarang. IDN Times/Dhana Kencana

Adakalanya persoalan yang terjadi pada kendaraan masih terjadi meski sudah dicek, disiapkan, dan diantisipasi kelayakannya sejak dini. Kontur jalan Tol Semarang A-B-C yang naik turun menjadi perhatian bagi para pengemudi.

Oleh karena itu, imbauan mengecek kelaikan kendaraan melalui VMS dan rambu kepada pengguna jalan tol selalu disediakan pada setiap pintu masuk jalan tol. 

"Karena Tol Semarang A-B-C adalah jalur lelah dan jalur pertemuan (tol dari Barat juga dari Timur) semuanya, dengan kontur jalan naik turun, harus diantisipasi para pengemudi. Kami selalu ingatkan pengendara lewat pesan di VMS dan rambu sebelum masuk tol untuk mengecek kelaikan kendaraan. Seringnya kendala kendaraan yang dialami pengendara adalah ban dan masalah radiator," aku Ronni.

Beberapa kali kendaraan anak buah Dimas Wicaksono bermasalah di jalan Tol Semarang seksi A-B-C. Kendala yang paling sering dialami adalah persoalan ban, seperti kurang angin maupun kempis.

Situasi tersebut berpengaruh pada ketersediaan armada, sehingga memengaruhi pelayanan bagi pelanggannya, utamanya soal ketepatan waktu saat keberangkatan dan kedatangan.

Maklum, sebagai manajer salah satu perusahaan jasa transportasi ternama di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut, ia harus memastikan operasional harian travel dan shuttle berjalan normal.

"Kita sudah pusing kalau ada (travel) yang mogok, kadang kalau dikabari sama sopir, langsung panik karena harus mengurusi kalau bawa penumpang bagaimana, kemudian kendaraannya, juga perbaikannya. Kan bingung, mau menghubungi siapa atau bagaimana penyelesaiannya, sementara armada juga dibutuhkan," kata Dimas secara khusus kepada IDN Times.

Kini, Dimas Wicaksono tidak lagi khawatir jika mendapat laporan adanya armada yang bermasalah di jalan tol dalam Kota Semarang. Kecekatan petugas layanan jalan tol Jasa Marga, banyak membantu permasalahan yang dialami Dimas dan awak bawahannya. Call center 14080 menjadi nomor sakti ketika travel atau shuttle miliknya bermasalah di jalan tol tersebut.

Dimas bahkan mewajibkan nomor tersebut disimpan -pada phonebook handphone dan diingat para sopirnya, sebagai bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja.

"Kalau ada masalah langsung telepon 14080. Gak nunggu lama dan cepat (petugas) penanganannya, gak sampai 30 menit datang. Mereka membantu, juga memberikan solusinya. Kadang dibawa (derek), kadang dikawal (oleh petugas Mobile Customer Service (MCS)) ke exit tol terdekat. Sekarang kalau ada yang mogok atau kenapa-kenapa (di tol dalam Kota Semarang) gak pusing lagi, bisa ke-handle dengan baik (sama mereka). Kesigapan mereka membantu jalannya jasa kami, sehingga bisa mengoptimalkan manajemen waktu dengan baik. Semua free (red: gratis)," ucap pria berusia 33 tahun itu, Sabtu (6/3/2021).

4. Kondisi jalan menjadi fasilitas untuk keselamatan pengguna jalan tol

Modal 14080, Mogok di Tol Semarang ABC Sudah Gak Kayak di HutanPetugas Jasa Marga memperbaiki jalan berlubang di ruas jalan tol Semarang A-B-C. IDN Times/Dhana Kencana

Jalan Tol Semarang seksi A-B-C merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan wilayah Barat, Timur, dan Selatan Kota Semarang. Penyebutan A-B-C dikarenakan jalan tol tersebut hanya terdiri dari 3 seksi, yakni Seksi A (Manyaran), Seksi B (Srondol), dan Seksi C (Kaligawe). Pertemuan ketiganya berada di Simpang Susun (SS) Jangli.

Secara keseluruhan, panjang jalan tol yang mempunyai 2x2 jalur itu mencapai 24,75 kilometer. Guna memudahkan akses para pengguna, sebanyak enam gerbang tol -pintu masuk dan keluar disediakan. Di antaranya ada di Krapyak, Jatingaleh, Tembalang, Srondol, Gayamsari, dan Muktiharjo.

Adapun tarif tol Semarang A-B-C paling murah se-Indonesia, hanya Rp5.500 -sesuai Keputusan Menteri PUPR Nomor 1228/KPTS/M/2020 tentang Penyesuaian Tarif Pada Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C tertanggal 23 Juli 2020, untuk semua golongan kendaraan.

Jalan Tol Semarang A-B-C yang memiliki tarif termurah di Indonesia -hanya Rp5.500 itu dioperasikan secara bertahap sejak 1983. Pada 26 April 2010, ditambah sepanjang 7,5 kilometer pada seksi A (Krapyak-Jatingaleh) sehingga langsung tersambung dengan jalan tol Semarang-Solo, seksi I yang dioperasikan oleh Trans Marga Jateng- anak perusahaan Jasa Marga.

Jalan tol tersebut menjadi kebanggaan serta pilihan warga Semarang karena menghubungkan hampir 75 persen wilayah di kota tersebut. Salah satunya Abdul Hakim Maulana.

Millennial yang tinggal di Semarang Timur itu menjadikan jalan Tol Semarang A-B-C sebagai alternatif utama bertransportasi ke beberapa tempat. Profesinya sebagai pekerja kreatif yang mengharuskan menjelajah ke sejumlah lokasi, dimudahkan dengan kehadiran jalan tol tersebut. Hakim bahkan hampir tidak pernah menemukan adanya jalan berlubang pada ruas tol tersebut.

"Jalan tol dalam kota (Semarang A-B-C) membantu sekali. Yang pasti lebih cepat, apalagi pekerjaan saya yang harus muter kadang dari ujung Timur ke ujung Barat Semarang. Sekarang gak belingsatan kalau masuk tol, rambu sudah jelas dan informatif banget buat pengendara," cakap lulusan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tersebut.

5. Inovasi kekinian Jasa Marga disukai millennial

Modal 14080, Mogok di Tol Semarang ABC Sudah Gak Kayak di HutanPetugas Jasa Marga memonitor ruas jalan tol Semarang A-B-C melalui radio komunikasi dan CCTV. IDN Times/Dhana Kencana

Hakim takjub dengan transformasi dan inovasi teknologi yang dilakukan Jasa Marga dalam menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol. Ia secara berkala mengakses informasi terkini kondisi lalu lintas di jalan Tol Semarang A-B-C secara online dan real-time melalui laman www.jasamargalive.com, untuk mengetahui situasi yang terjadi.

"Teknologi CCTV online-nya memudahkan kita memantau kondisi jalan. Kalau tahu gambaran (lalu lintas) jalan tujuan, bisa mengantisipasi dengan memperkirakan jarak tempuh kita, sehingga tidak terjebak kalau misal ada kepadatan. Mesin transaksi tap e-toll di gardu mana pun juga tidak pernah bermasalah atau error," tuturnya.

Transaksi yang diberlakukan di 6 gardu jalan Tol Semarang A-B-C menggunakan sistem terbuka -mesin akan langsung mengurangi saldo yang ada di dalam kartu e-toll. Pengguna jalan tol cukup melakukan tap kartu e-toll sekali pada gerbang tol baik di pintu masuk atau pintu keluar saja.

"Semuanya sistem terbuka dan kita (di Tol Semarang A-B-C) sudah cashless untuk kelancaran kendaraan. Untuk kemudahan pengguna, kecepatan transaksi setiap tap pada mesin di seluruh gardu tol rata-rata 4 detik per kendaraan, sebagaimana disyaratkan pada SPM," tutur Manajer Toll Collection Management (TCM) and Environment Toll Collector Semarang A-B-C, Sahat Panjaitan.

6. Seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma

Modal 14080, Mogok di Tol Semarang ABC Sudah Gak Kayak di HutanPetugas Jasa Marga mengangkut reruntuhan batu yang masuk ke ruas jalan tol Semarang A-B-C. IDN Times/Dhana Kencana

Trafik kendaraan yang melintas di jalan Tol Semarang A-B-C dalam kurun waktu satu tahun terakhir, 2020-2021 masih cukup tinggi, mencapai 85-90 ribu per hari. Pihak pengelola -JTT RD RO 2 Semarang menyediakan beragam servis lengkap untuk keselamatan pengguna jalan tol.

"Di setiap gerbang tol kami selalu ada petugas kebersihan. Keberadaannya mungkin tidak banyak dilihat, tapi itu bagian dari pelayanan kami untuk pengguna tol agar jalan tetap lancar dan nyaman, tidak terganggu adanya sampah jalanan bersih dan terawat. Kebersihan yang kami lakukan tidak melihat waktu, selalu dicek," kata Supervisor Gerbang Tol Muktiharjo, Anas Hidayah Rofii saat bertemu IDN Times, Kamis (4/3/2021).

Selain kebersihan jalan, layanan 36 gardu pembayaran dan 58 unit CCTV yang dipasang setiap 500 meter turut disediakan. CCTV tersebut dipantau langsung oleh 12 Petugas Informasi Komunikasi (PIK) -command center yang terbagi dalam tiga sif setiap harinya.

Selain itu, tersedia 3 unit Mobile Customer Service (MCS) yang berpatroli selama 24 jam, 2 mobil Patroli Jalan Raya (PJR), 2 kendaraan derek, 1 mobil Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), 1 ambulan yang dilengkapi dengan P3K dan paramedis, dan 1 mobil rescue

Layanan tersebut dapat dinikmati para pengguna jalan Tol Semarang A-B-C secara gratis. Pelaksana Tugas (Plt) Operation and Maintenance Semarang Department Head, Agus Hartoyo menegaskan apabila terdapat petugasnya kedapatan menarik atau memungut biaya atas layanan itu, maka pengguna akan mendapatkan uang pengganti dua kali lipat dari yang sudah dikeluarkan.

"Mobil ambulan, rescue, patroli, dan derek itu gratis kapan pun dan di mana pun lokasinya (di Tol Semarang A-B-C). Dari lokasi tempat kejadian sampai pada pintu keluar terdekat tidak dipungut biaya. Kalau (petugasnya) minta, minta kuitansinya nanti kami ganti 2 kali lipat. Itu berlaku untuk (layanan) semuanya," katanya.

Kebermanfaatan layanan itu dirasakan Robby Rochendi karena beberapa kali kendaraan yang dikemudikan bermasalah di jalan Tol Semarang A-B-C. Di antaranya mengalami overheat -mesin panas, mogok, dan ban kempis.

"Kalau ban gembos (red: kempis) dibantu untuk diisikan. Pernah juga manggil derek resmi jalan tol sampai di exit tol. Terus pernah juga overheat tapi masih jalan. Sama petugas (MCS) dikawal dari belakang. Gak ada (ditarik) biaya sama sekali," ujarnya yang berprofesi sebagai sopir mobil rental.

Berada di jalan bebas hambatan tidak sedikit membuat kalang kabut pengguna kendaraan ketika mengalami kendala. Pelayanan dan inovasi yang diberikan jajaran petugas JTT RD RO 2 Semarang memanjakan para pengguna jalan. Jadi, mogok di jalan tol sudah tidak kayak di hutan karena ada 14080.

Baca Juga: Tobat, Mantan Napi Teroris di Semarang Kini Beternak Lele

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya