Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar Tongkrongan Wajib Sehabis Ibadah Paskah di Semarang

Daftar Tongkrongan Wajib Sehabis Ibadah Paskah di Semarang
ilustrasi nongkrong di cafe (freepik.com/tirachardz)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti tradisi berkumpul komunitas gereja dan OMK di Semarang setelah ibadah Paskah sebagai momen mempererat persaudaraan dalam suasana santai.
  • Dijabarkan tiga kawasan tongkrongan utama: Semarang Atas dengan panorama city light, Kota Lama bernuansa klasik kolonial, serta area Tugu Muda dekat Katedral berarsitektur bersejarah.
  • Tersedia tips praktis seperti memeriksa jam operasional, melakukan reservasi saat ramai, dan mengenakan pakaian hangat untuk menikmati malam di kafe-kafe pilihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Sesudah mengikuti rangkaian ibadah Pekan Suci yang khidmat, berkumpul bersama teman sebaya, komunitas Orang Muda Katolik (OMK), maupun remaja gereja menjadi momen yang dinanti untuk mempererat ikatan persaudaraan.

Kota Semarang menawarkan berbagai pilihan kafe estetik bersuasana santai. Ragam lokasinya membentang dari area perbukitan yang menyuguhkan pemandangan lampu kota (city light) romantis, hingga deretan bangunan bersejarah bernuansa klasik nan hangat.

Berikut adalah daftar rekomendasi lengkapnya.

1. Pemandangan Lampu Kota di Semarang Atas (Tembalang dan Gombel)

area outdoor Lind's Ice Cream (instagram.com/linds_icecream)
area outdoor Lind's Ice Cream (instagram.com/linds_icecream)

Kawasan perbukitan ini selalu menjadi primadona bagi anak muda yang ingin menikmati embusan angin malam sambil melihat kerlap-kerlip lampu kota dari ketinggian.

  • Kala Senja: Menempati lantai lima (rooftop) di Gajahmungkur dengan konsep Lifestyle in The Sky dan desain modern klasik. Menyajikan pemandangan 360 derajat dengan menu andalan Nasi Goreng Kala Senja dan Bebek Kecombrang.
  • Koenokoeni Cafe Gallery: Tempat ikonis bernuansa vintage Jawa yang dipenuhi barang antik di daerah Candi. Pengunjung bisa menikmati hidangan lokal seperti Nasi Kecombrang atau Sop Buntut.
  • The Hills Dining Restaurant: Berada di Bukit Sari, tempat ini populer untuk makan malam romantis berkat pemandangan panoramiknya. Menyajikan menu Western dan Indonesia. (Catatan: Berstatus tutup sementara saat artikel rujukan dipublikasikan, pastikan mengecek pembaruan operasional).
  • Lind's Ice Cream & Resto: Destinasi legendaris sejak tahun 1987. Area lantai empat memberikan suguhan lampu kota yang apik sambil menikmati varian es krim buatan rumah (homemade) seperti Chocolate Volcano.
  • The Ambaru Coffee and Eatery: Dikenal sebagai tempat tersembunyi (hidden gem) di Tembalang dengan panorama 180 derajat. Desainnya modern minimalis, memiliki area luar ruangan (outdoor) dan atap (rooftop) luas. Menawarkan harga ramah mahasiswa (sekitar Rp25.000–Rp50.000) dengan menu seperti Nasi Ayam Kecombrang dan Butterscotch Sea Salt Latte.
  • KelapKelip Cafe: Menyuguhkan pemandangan lampu kota yang sangat jelas. Memiliki balkon privat, area dalam ruangan (indoor) bebas bising, ruang pertemuan berpendingin udara (AC), serta musala.
  • Cafe Sunset View: Berlokasi di Candi Sari, memadukan konsep warung makan mi (warmindo) dengan kafe modern yang ekonomis. Pas untuk melihat transisi matahari terbenam.
  • Omah Langit (Cafe Citylight Semarang): Berada di Kembang Arum dengan struktur tiga lantai. Lantai atas merupakan area outdoor luas yang dilengkapi iringan musik langsung (live music) setiap malam.
  • Kairos Coffee: Hidden gem di Tembalang yang memiliki dua lantai Instagramable dan fasilitas Wi-Fi cepat, cocok untuk sesi bekerja dari kafe (WFC).
  • Semilir Cafe Ngaliyan: Di wilayah Semarang Barat, tempat ini menawarkan suasana tenang semi-outdoor yang menyatu dengan alam.

2. Nuansa Klasik di Kawasan Kota Lama (Dekat Gereja Blenduk)

Spiegel Bar&Bistro di Kota Lama Semarang (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
Spiegel Bar&Bistro di Kota Lama Semarang (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Kawasan di sekitar Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) adalah pusat keramaian yang dipenuhi bangunan berarsitektur kolonial hasil revitalisasi apik, serta bisa dijangkau cukup dengan berjalan kaki.

  • Spiegel All Day Bar & Dining: Tepat di samping gereja, menempati gedung peninggalan tahun 1895 dengan gaya Bar & Bistro Eropa klasik. Menu utamanya meliputi piza, pasta, dan gelato.
  • Keris Cafe: Berjarak 140 meter dari gereja, menawarkan suasana tenang dan nyaman (homey) bagi wisatawan yang ingin beristirahat.
  • Sedjenak Koffie: Berada di dalam gang Jalan Kepodang. Dikenal dengan suasananya yang intim, sajian kopi nikmat, serta kudapan unik Lupis Gula Aren.
  • Hero Coffee Indonesia: Berjarak 550 meter, menempati bekas kantor Raja Gula Asia (Oei Tiong Ham). Mengusung konsep rustic-vintage dengan bata ekspos dan kayu tua. Menyajikan kopi Nusantara, rice bowl, serta aneka camilan.
  • Tekodeko Koffiehuis: Berjarak 650 meter, populer berkat konsep akulturasi budaya dan memiliki area rooftop. Menu utamanya adalah Kopi Gendhis dan Kopi Londo.
  • East Coffee Company: Kafe berkonsep minimalis modern yang letaknya tidak jauh dari gereja.
  • ARAH Coffee: Beroperasi 24 jam di perbatasan Kota Lama, sangat cocok untuk wadah berkumpul hingga larut malam.

3. Pusat Kota Bersejarah di Tugu Muda (Dekat Katedral)

Antarakata Coffee & Space (instagram.com/antarakata.coffeespace)
Antarakata Coffee & Space (instagram.com/antarakata.coffeespace)

Beberapa kafe ini berlokasi sangat dekat atau berseberangan dengan Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, menawarkan sentuhan arsitektur khas kolonial.

  • Antarakata Coffee Tugu Muda: Di dalam kompleks Museum Mandala Bhakti, seberang Lawang Sewu. Memiliki desain modern minimalis dengan area indoor sejuk dan outdoor luas.
  • Roopa Semarang: Terletak di Museum Mandala Bhakti, menghadirkan area teras dengan pandangan langsung ke arah Tugu Muda.
  • Gula Garam & Level 3: Di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, mengusung bangunan tiga lantai dengan area rooftop yang menyuguhkan lanskap kota secara nyaman (cozy).
  • Gerhana: Restoran dan kafe bergaya Art Deco di Museum Mandala Bhakti. Memberikan nuansa klasik Eropa yang senada dengan estetika bangunan Katedral.
  • Kartika Grand Bistro: Masih di area museum, menyediakan berbagai penyewa (tenant) kuliner dalam satu lokasi praktis dengan lahan parkir yang memadai.
  • Urban Coffee and Space: Di Jalan Indraprasta, tempat ini dirancang nyaman untuk bersantai sembari difasilitasi akses Wi-Fi serta musala.

Tips berkumpul setelah ibadah Paskah

Nongkrong bareng teman-teman.
ilustrasi nongkrong bareng teman (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Periksa Waktu Operasional: Sebagian lokasi seperti The Ambaru buka hingga pukul 23.00 atau 24.00 pada akhir pekan, pas untuk sesi mengobrol malam.
  • Lakukan Reservasi: Momen Paskah biasanya bertepatan dengan lonjakan volume pengunjung. Sangat disarankan melakukan pemesanan tempat jika datang dalam rombongan besar (lebih dari 10 orang).
  • Kenakan Pakaian Nyaman: Udara malam di area Gombel dan Tembalang sering kali cukup dingin. Bawalah jaket atau kardigan agar tubuh tetap hangat saat berada di area luar ruangan.

Berkumpul bersama komunitas gereja seusai ibadah Paskah di deretan kafe estetik Semarang ini dipastikan makin mempererat keakraban. Pilihlah lokasi yang paling relevan dengan gaya dan kebutuhan rombongan untuk menciptakan momen perayaan yang berkesan!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest Food Jawa Tengah

See More