Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Identix Ekspor Kopi Bondowoso 700 Ton ke UEA dan China

IMG_20260129_133623.jpg
Kopi Bondowoso hasil olahan KUB Doa Coffee yang siap diekspor ke UEA dan China. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya sih...
  • Petani kopi KUB Doa Coffee Bondowoso ekspor 700 ton kopi ke UEA dan China.
  • Kopi Bondowoso memiliki nilai jual tinggi karena dipanen langsung dari lahan kopi lereng Argopuro dengan sertifikat resmi.
  • Misi dagang Jatim-Jateng hasilkan transaksi komoditas kayu, kopi, ikan, cengkeh senilai Rp2,9 triliun.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Para petani kopi dari KUB Doa Coffee Kabupaten Bondowoso tahun ini mulai menapaki pasar ekspor dengan mengirimkan 700 ton kopi ke dua negara. 

Melalui joint dengan manajemen Identix Semarang serta dukungan pemerintah, petani Bondowoso optimistis kerjasama akan berjalan mulus hingga beberapa tahun mendatang. 

PT Identix Kopi Nusantara sebagai buyer yang akan membeli kopi dari berbagai daerah di Indonesia salah satunya dari petani KUB untuk di ekspor ke luar negeri sesuai dengan permintaan mereka. Selain Jawa Timur, Identix juga mengekspor kopi dari Jawa Tengah

Dani Firsada, perwakilan KUB Doa Coffee Bondowoso mengungkapkan 700 tok kopi dari lereng Argopuro akan dikirim ke China dan Uni Emirat Arab (UEA). 

"Ini pemesanan awal. Nanti dalam waktu akan datang ada pengiriman yang sangat fantastis. Artinya kami siap mengumpulkan para petani kopi se-Jawa Timur. Jadi, kami akan menyamakan persepsi agar bisa mengeksplor kopi ke luar negeri," kata Dani saat ditemui di lokasi pameran bisnis yang diinisiasi Pemprov Jatim dan Pemprov Jateng di Hotel Po Semarang, Jumat (30/1/2026). 

Table of Content

Kopi Bondowoso punya dua jenis ciri khas

Kopi Bondowoso punya dua jenis ciri khas

IMG_20260129_133649.jpg
Perwakilan KUB Doa Coffee Bondowoso menunjukkan olahan kopi arabika. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Dirinya berkata dengan diekspor ke luar negeri, paling tidak nilai jual kopi Bondowoso akan terkerek naik. Apalagi produk kopi yang diekspor punya rekam jejak yang detail. 

Dani bilang ratusan ton kopi tersebut dipanen langsung dari lahan kopi lereng Argopuro. 

Mulai dari proses pemanenan, produksi hingga pengemasan telah memiliki sertifikat resmi dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin). 

"Ini nanti akan menambah nilai jual produk kami, karena semua kopi diambil langsung dari perkebunan di Bondowoso. Kalau kita baca di kemasan dari kami, ada sertifikat dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual. Kita ada kejelasan, dari kopinya ditanam dimana oleh petani siapa rekam jejaknya jelas," urainya. 

Kopi Bondowoso sendiri merupakan satu dari sekian banyak kopi Indonesia yang punya citarasa yang khas. Dani menuturkan apabila di seluruh Indonesia terdapat lebih dari 50 jenis kopi. Maka di Bondowoso punya dua jenis kopi. Sedangkan di Jawa Tengah ada robusta Ungaran, Temanggung dan arabika Temanggung. 

Senada, perwakilan Dinas Perindustrian Jawa Timur turut mendukung proses ekspor kopi Bondowoso ke UEA dan China. Pihaknya mengapresiasi keunikan kopi Bondowoso yang akhirnya mampu menembus pasar ekspor. 

Identix Group berikan dukungan penuh bagi industri kopi Indonesia

IMG_20260129_132125.jpg
CEO Identix Group Irma Susanti. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Chief Executive Officer Identix Group, Irma Susanti memberi dukungan penuh bagi perkembangan industri kopi Tanah Air. Ia juga sedang meningkatkan peran serta UMKM di Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam kolaborasi bisnis untuk memperluas pasar ekspor ke sejumlah negara. "Hasil kesepakatan, target transaksi dalam setahun senilai Rp51 miliar," kata anggota DPP Kadin. 

Dalam acara Forum Temu Bisnis Pelaku Usaha Antar provinsi dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Gus Yasin, misi dagang ini menjadi momentum penting bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jejaring usaha lintas daerah.

“Melalui misi dagang ini, kami berharap potensi unggulan Jawa Timur dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan di Jawa Tengah sesuai kebutuhan daerah. Begitu pula produk unggulan Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi referensi dan role model pengembangan di Jawa Timur,” ujar Gus Yasin. 

Misi dagang Jatim-Jateng hasilkan transaksi komoditas kayu, kopi, ikan, cengkeh

IMG-20260130-WA0188.jpg
Irma Susanti sebagai CEO Identix menunjukkan perjanjian kerjasama dengan KUB Doa Coffee Bondowoso bersama Gus Yasin dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Misi dagang ini melibatkan 218 pelaku usaha dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Taj Yasin juga mencatat sejumlah perusahaan telah membukukan transaksi di sektor strategis dengan nilai signifikan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, misi dagang dan investasi ke Jawa Tengah ini menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat sinergi ekonomi antardaerah.

“Ini pertama kalinya kami melakukan misi dagang dan investasi ke Jawa Tengah. Hingga pukul 13.00 WIB, nilai transaksi yang terbangun tercatat mencapai Rp2,9 triliun,” kata Khofifah. 

Khofifah menyebut, transaksi yang terbangun mencakup komoditas kayu, telur, ikan, cengkeh, dan tembakau. Sementara Jawa Timur menjual beras, kopi, daging ayam, hingga fillet dori.

Ia merinci, dari total transaksi tersebut, Jawa Timur menjual produk sebesar Rp2,658 triliun, membeli produk dari Jawa Tengah senilai Rp184 miliar. Selain itu, terdapat investasi Jawa Timur sebesar Rp96 miliar di Jawa Tengah.

“Investasi ini salah satunya untuk mendukung program nasional, karena di Jawa Timur lahan sawah yang dilindungi sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan sudah terbatas. Maka Jawa Timur melakukan investasi di Jawa Tengah,” jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Produk Baru Generali GEN Prime Link Bisa Proteksi hingga Usia 99 Tahun

31 Jan 2026, 04:21 WIBNews