Comscore Tracker

4 Penghuni Padepokan Ongko Joyo Rembang Dibunuh, Diduga Dendam

Suami istri dan anak dan cucunya tewas

Rembang, IDN Times - Aparat kepolisian menyatakan kini tengah memburu pelaku yang membunuh empat orang penghuni sanggar Padepokan Ongko Joyo di Desa Turusgede, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. 

Kasus pembuhan yang terjadi di sanggar seni tersebut mengakibatkan empat orang tewas seketika masing-masing pasangan suami istri yang bernama Anom Subekti, Tri Purwati, seorang anak dan cucunya.

1. Dua HP milik pasutri digondol pelakunya

4 Penghuni Padepokan Ongko Joyo Rembang Dibunuh, Diduga Dendamunsplash.com/Thomas Kolnowski

Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengatakan dari hasil penyelidikan sementara, personelnya mendapati dua handphone milik korban raib pasca kejadian tersebut.

"Ada dua buah telepon genggam milik pasangan suami istri yang terbunuh ikut dibawa pelaku. Muncul dugaan pelakunya berusaha menghilangkan jejak lewat barang tersebut," akunya dalam keterangan resmi yang diperoleh IDN Times, Jumat (5/2/2021).

Baca Juga: 10 Kuliner Khas Rembang yang Rasanya Maknyus, Bikin Lidah Bergoyang! 

2. Polisi mengendus motif pembunuhan akibat dendam pribadi

4 Penghuni Padepokan Ongko Joyo Rembang Dibunuh, Diduga DendamAparat Polres Rembang saat olah TKP di Padepokan Ongko Joyo. Dok Humas Polda Jateng

Pihaknya saat ini sedang memperdalam penyelidikan. Kurniawan mensinyalir bahwa keempat korban dihabisi pelaku memakai sebuah benda tumpul. 

Selain itu, ada kemungkinan besar bila pelaku yang berjumlah lebih dari seorang nekat membunuh empat korban lantaran terdapat motif dendam pribadi.

"Para saksi sekarang sedang diperisa oleh polisi di lokasi kejadian. Rata-rata korban menderita luka lebam di bagian kepala," ungkapnya.

3. Warga sekitar dengar suara motor berisik pada tengah malam

4 Penghuni Padepokan Ongko Joyo Rembang Dibunuh, Diduga DendamIlustrasi TKP (IDN Times/Mardya Shakti)

Informasi yang dihimpun, beberapa saksi memergoki sebuah sepeda motor di depan rumah korban tepat malam sebelum kejadian.

Menurut Sugiyono (20), anggota saggar yang ruton membantu Anom Subekti dalam bisnis gamelan mengaku awalnya dirinya mengira motor yang terparkir di depan sanggar milik tukang pijat mengingat kebiasaan Anom Subekti sering mengundang tukang pijat. "Saya tak menaruh rasa curiga sama sekali,” kata Sugiyono.

"Sebelum kejadian sekitar Rabu tengah malam, saya mendengar suara sepeda motor hilir mudik. Saya sempat terbangun karena suara knalpot motor berisik," tambah Sami, Ketua RT setempat.

Baca Juga: Hidup Rukun, TPS Pilkada 2020 di Rembang Pakai Bangunan Kuno Tiongkok

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya