Projo Nilai Serangan ke Keluarga Jokowi Rendahkan Martabat

Ada 96 konten negatif yang ditutup

Surakarta, IDN Times - Ketua Umum (Ketum) Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi menanggapi soal serangan internal kepada keluarga Presiden Joko "Jokowi" Widodo baru-baru ini.

Budi Arie tersebut menegaskan jika kampanye yang menyerang keluarga sebagai tindakan merendahkan martabat orang lain.

Baca Juga: Ketum Projo Yakin Prabowo Gibran Menang Satu Putaran 

1. Jangan rendahkan martabat

Projo Nilai Serangan ke Keluarga Jokowi Rendahkan MartabatMenteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Ditemui di Media Center Piala Dunia U-17 di Solia Zigna Hotel, Budi Ari enggan mengomentari pernyataan soal sindiran terhadap Iriana Jokowi. Ia hanya berpesan agar tidak merendahkan martabat orang lain.

"No comment lah, tapi yang pasti jangan merendahkan martabat orang lain," kata Budi Arie, Sabtu (2/12/2023).

2. Awasi konten negatif selama kampanye.

Projo Nilai Serangan ke Keluarga Jokowi Rendahkan MartabatKetua Umum Projo, Budi Arie Setiadi (Facebook/Budi Arie Setiadi)

Budi Arie Setiadi yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) terebut mengatakan jika salah satu yang diawasi Kominfo selama masa kampanye Pilpres 2024. Ia menyatakan kesiapan Kominfo dalam mengawasi konten-konten di ruang digital.

"Siap semuanya. Pokoknya dari Kominfo akan awasi tidak boleh ada konten yang menyebar hoaks, fitnah, ujaran kebencian dan konten yang merendahkan martab orang lain," jelasnya.

Budi Arie menegaskan jika Kominfo akan menindak tegas terhadap empat konten tersebut. Antisipasi sudah dilakukan dengan melakukan himbauan. "Kalau masih ada yang begitu di ruang publik ya kita akan ambil langkah sesuai perundang-undangan yang berlaku. Kan ini juga sssuai dengan aturan dari KPU sebagai penyelenggara Pemilu," imbuhnya.

3. Ada 96 konten negartif yang dibersihkan.

Projo Nilai Serangan ke Keluarga Jokowi Rendahkan MartabatIlustrasi Sensor Konten (IDN Times/Mardya Shakti)

Budi Arie mengatakan jika ada 96 konten negatif yang dibersihkan, lantaran konten tersebut merupakan konten negatif di ruang digital.

"Fitnah banyak, hoaks banyak. Tapi jumlahnya menurun dibanding tahun 2019. Jauh lebih kondusif tahun ini dan kita harapkan Pemilu 2024 adalah Pemilu damai," pungkasnya.

Baca Juga: Projo Jateng Sepakat Usung Prabowo-Gibran: Kami Tegak Lurus Pada Jokowi!

Topik:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya