Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

10 Warga Jateng Jadi Korban Perbudakan di Kamboja, Tergiur Gaji Dollar

10 Warga Jateng Jadi Korban Perbudakan di Kamboja, Tergiur Gaji Dollar
Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari ketika ditemui di kantornya Jalan Pahlawan, Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Share Article

Semarang, IDN Times - Sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) asal Jawa Tengah kedapatan menjadi korban penipuan saat bekerja di Kamboja. Aksi penipuan itu dilaporkan seorang korban asal Kota Solo dengan akun @angelinahui97 terkait adanya penyekapan melalui akun medsos milik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

1. Bareskrim selidiki kasus penipuan di Kamboja

Ilustrasi bendera Kamboja dan salah satu landmark di kota Phnom Penh. (unsplash.com/@nardly)
Ilustrasi bendera Kamboja dan salah satu landmark di kota Phnom Penh. (unsplash.com/@nardly)

Menurut Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari, ketika berkoordinasi dengan pihak Kemenlu, kondisi kesepuluh WNI tersebut masih sehat dan tinggal di sebuah asmara milik perusahaan investasi di Kamboja. 

"Kita sudah bekerjasama dengan Kemenlu, lalu tim Bareskrim Polri sudah bergerak ke Kamboja untuk menyelidiki kasus ini. Dan kesepuluh WNI yang jadi korban penipuan kondisinya masih sehat, mereka masih bekerja di perusahaan investasi dan tinggal di asrama," kata Sakina, Sabtu (30/7/2022). 

2. Kasus penipuan sektor tenaga kerja sangat marak

Ilustrasi human trafficking/zerohumantrafficking.org
Ilustrasi human trafficking/zerohumantrafficking.org

Sakina menuturkan selama bekerja sejak pertengahan 2021 sampai tahun ini, kesepuluh WNI mengalami perbudakan karena jam kerjanya yang melebihi batas aturan. 

"Rata-rata mereka kerjanya di bagian administrasi, tenaga komputer, cleaning service. Untuk jam kerjanya dari penyelidikan sementara termasuk over time atau melebihi waktu yang ditentukan. Ketika dikroscek ke Kedubes RI di Kamboja ternyata kasus penipuan di sektor tenaga kerja di sana belakangan ini sangat marak. Kasusnya cukup masif dengan jumlah korban yang terus bertambah," terangnya. 

3. Korban tergiur iming-iming gaji Rp14,5 juta

Ilustrasi Dollar (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Ilustrasi Dollar (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Dengan informasi masih terbatas, dirinya mendapat pengakuan dari salah satu WNI bahwa mereka memilih bekerja di Kamboja karena tergiur dengan iming-iming gaji yang besar. 

Beberapa WNI yang jadi korban di Kamboja mengaku tertarik dengan gaji sekitar 1000-1.500 Dollar Amerika atau jika dihitung secara kurs setara dengan Rp14,5-Rp20 juta. 

Keberangkatan mereka pun dipastikan ilegal. Musababnya, Sakina berkata kesepuluh WNI itu berangkat ke Kamboja tanpa melalui jasa PJTKI resmi. Melainkan melalui jalur private to private atau perorangan. 

"Ketika berangkat, mereka dibayari pembelian tiketnya. Untuk proses pemberangkatannya melalui perorangan. Kita dapat infonya kalau mereka tertarik kerja di Kamboja karena tergiur dengan lowongan kerja yang terpampang di Facebook. Kemudian setelah lihat ada tawaran gaji 1000 Dollar Amerika, mereka putusin berangkat. Tiketnya ditanggung pihak perusahaan, tapi pas sampai di sana, mulai kerja, mereka merasa ditipu. Karena gajinya jauh di bawah standar yang ditawarkan," urainya. 

4. Total ada 54 WNI yang jadi korban penipuan

Ilustrasi pelaku penipuan. IDN Times/ istimewa
Ilustrasi pelaku penipuan. IDN Times/ istimewa

Pihak Disnakertrans juga mensinyalir jika WNI asal Jateng yang jadi korban penipuan di Kamboja bekerja menggunakan visa wisata. Menurutnya ini sudah menyalahi aturan UU Ketenagakerjaan karena visa yang dipakai berkerja seharusnya visa kerja dengan masa berlaku yang terbatas. 

"Dugaannya mereka pakai visa wisata di Kamboja. Kalau ditotal keseluruhannya ada 54 WNI yang bekerja di Kamboja yang diduga mengalami penipuan menjadi korban tindakan perdagangan orang (TPPO). 10 dari Jateng, sisanya dari Jabar, Medan, NTB dan daerah lainnya," paparnya. 

5. Ganjar pastikan ada satu korban yang sakit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberi penjelasan terkait kondisi 10 WNI yang menjadi korban perbudakan di Kamboja. (Dok Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberi penjelasan terkait kondisi 10 WNI yang menjadi korban perbudakan di Kamboja. (Dok Humas Pemprov Jateng)

Sedangkan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan ketika melakukan video call dengan para korban, pihaknya menyatakan ada satu yang sedang sakit.

"Kemarin saya sudah video call dengan mereka, begitu, kondisinya baik-baik semua ada satu yang sakit," ujar Ganjar.

Di samping itu, koordinasi dengan KBRI setempat juga dilakukan untuk menghubungkan dengan perusahaan terkait. "Dengan KBRI, hari ini kita minta untuk mengecek ke lokasi, untuk komunikasi dengan perusahaannya," ujarnya.

Ganjar mengimbau kepada masyarakat khususnya warga Jawa Tengah yang ingin bekerja di luar negeri agar mengikuti proses sesuai prosedur. Sehingga kasus semacam ini tidak terulang lagi.

"Saya minta siapapun yang mau kerja ke luar tolong ikuti aturan semuanya sehingga kami bisa memantau. Sebab lalu tidak maka yang terjadi akan di luar dugaan yang kita pikirkan," tegasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Jalan Rusak Diprotes Warga Blora! Pemprov Jateng Ajukan 3 Ruas Ini Agar Cepat Diperbaiki

01 Jun 2026, 11:45 WIBNews