ilustrasi finansial (unsplash.com/Towfiwu barbhuiya)
Ternyata, kondisi sosial dan ekonomi juga bisa memengaruhi risiko stroke. Orang dengan pendapatan lebih rendah cenderung memiliki risiko stroke yang lebih tinggi. Hal ini bisa disebabkan oleh akses terbatas terhadap layanan kesehatan, pola makan yang kurang bergizi, atau kurangnya kesempatan untuk berolahraga.
Meskipun tidak semua faktor sosial ekonomi bisa dikendalikan, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risikonya. Misalnya, mencari alternatif makanan sehat yang lebih terjangkau, berolahraga dengan aktivitas gratis seperti jogging atau senam di rumah, serta memanfaatkan program kesehatan masyarakat. Kesehatan adalah investasi jangka panjang, dan setiap langkah kecil bisa membawa perubahan besar dalam mencegah stroke.
Memahami faktor-faktor tersembunyi yang bisa meningkatkan risiko stroke adalah langkah pertama dalam pencegahan. Jangan menunggu sampai terlambat! Lakukan perubahan kecil mulai dari sekarang, seperti lebih disiplin dalam menjaga kebersihan gigi, mengatur pola makan, dan rutin berolahraga. Sehat itu pilihan, dan mencegah selalu lebih baik daripada mengobati!