Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

80 Persen Korban Kekerasan, OJK Desak Perempuan Berani Bersuara

80 Persen Korban Kekerasan, OJK Desak Perempuan Berani Bersuara
Kegiatan Inspiring Talkshow bertajuk “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum R.A. Kartini, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026). (Dok. OJK)
Intinya Sih
  • OJK menggelar talkshow di Museum R.A. Kartini untuk mendorong perempuan berani berpikir kritis, menjunjung integritas, dan meneladani semangat independen Kartini dalam menghadapi tantangan sosial modern.
  • Data OJK menunjukkan sekitar 80 persen korban kekerasan berbasis gender adalah perempuan, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam tata kelola publik dan penguatan kesetaraan gender.
  • Kementerian PAN-RB dan OJK memperkuat budaya anti-fraud melalui regulasi serta sistem pelaporan kecurangan, sambil mengajak perempuan aktif berpartisipasi membangun sektor keuangan yang transparan dan inklusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rembang, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak seluruh pemangku kepentingan meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini dalam membangun sikap independen dan berintegritas. Perempuan didorong untuk memiliki keberanian berpikir kritis, serta memegang teguh nilai akuntabilitas dan prinsip antikecurangan (anti-fraud).

Pesan tersebut tersampaikan saat acara Inspiring Talkshow bertajuk “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum R.A. Kartini, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026).

1. Teladan intelektualitas dan spiritualitas kartini

WhatsApp Image 2026-04-20 at 15.28.54.jpeg
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (kanan) saat menghadiri Inspiring Talkshow bertajuk “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum R.A. Kartini, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026). (Dok. Pemprov Jateng)

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengajak kaum perempuan menghidupkan kembali nyala perjuangan Kartini. Sosok pahlawan nasional itu terbukti memiliki visi melampaui zamannya, salah satunya dengan mendirikan sekolah perempuan pertama di Semarang pada tahun 1912.

Kartini, imbul Nawal, juga memiliki dimensi religiositas yang kuat. Ia aktif belajar agama kepada Kiai Soleh Darat, yang pada akhirnya mendorong lahirnya kitab tafsir Al-Qur’an Faidur Rahman.

"Perempuan itu bukan hanya berilmu, harus memiliki karakter yang baik. Perempuan juga perlu memiliki spiritualitas yang baik," ucap istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Merespons persoalan sosial kekinian, Nawal mendorong perempuan untuk bertindak sebagai pelindung sesama. Nilai perjuangan Kartini sangat relevan untuk diwujudkan melalui aksi nyata, di antaranya:

  • Memerangi kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
  • Menolak praktik poligami.
  • Konsisten menyuarakan isu kesetaraan gender.

Ia juga berpesan agar perempuan Jawa Tengah terus berkontribusi dalam pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

2. Tantangan tata kelola dan kekerasan gender

IMG-20260420-WA0034.jpg
Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena saat menghadiri Inspiring Talkshow bertajuk “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum R.A. Kartini, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026). (Dok. OJK)

Sejalan dengan gagasan tersebut, Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, menyoroti kontribusi fundamental perempuan sebagai pendidik pertama di keluarga dan pengelola ekonomi rumah tangga.

Sophia menilai peran perempuan memegang posisi strategis dalam penguatan tata kelola publik dan sektor jasa keuangan. Hal ini sejalan dengan Asta Cita keempat (pembangunan sumber daya manusia dan kesetaraan gender) serta Asta Cita ketujuh (reformasi tata kelola dan pemberantasan korupsi).

Meski demikian, perempuan masih berhadapan dengan berbagai hambatan struktural. Sophia memaparkan sejumlah data terkait kondisi. Di antaranya sekitar 57 persen aparatur sipil negara (ASN) di dalam birokrasi adalah perempuan. Kemudian, sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan berbasis gender dan sekitar 80 persen korban dari total kasus kekerasan tersebut merupakan kelompok perempuan.

3. Sinergi kebijakan dan budaya anti-fraud

IMG-20251119-WA0026.jpg
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini (dok. Kementerian PANRB)

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini menyebutkan, integritas sebagai fondasi utama kepercayaan publik. Untuk mengelola potensi benturan kepentingan, Kementerian PAN-RB menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2024 demi memastikan keputusan aparatur negara tetap berpihak pada kepentingan publik secara terbuka.

Rini mengapresiasi komitmen OJK dalam membangun budaya integritas melalui inisiatif Proud Without Fraud dan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih, menambahkan perlunya sikap tegas dan jujur bagi perempuan dalam meraih cita-cita untuk mendobrak diskriminasi di ruang publik.

Menutup rangkaian diskusi yang melibatkan 220 peserta luring dan sekitar 4.500 peserta daring ini, OJK terus mendorong partisipasi aktif perempuan di sektor jasa keuangan. Seluruh pemangku kepentingan dapat memanfaatkan saluran Whistleblowing System (WBS) untuk melaporkan indikasi kecurangan demi mewujudkan sektor industri yang sehat, inklusif, dan tepercaya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More