Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anggota Santri Gayeng Diminta Komen Positif Buat Pemprov Jateng

Anggota Santri Gayeng Diminta Komen Positif Buat Pemprov Jateng
Acara halal bihalal Santri Gayeng Nusantara bersama Gus Yasin. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Ketua SGN Jateng mengarahkan para santri agar memberi komentar positif dan mendukung program Gubernur Ahmad Luthfi serta Wagub Gus Yasin demi citra baik pemerintah provinsi.
  • SGN dengan anggota sekitar 500 ribu orang menegaskan pengabdian penuh kepada Gus Yasin sebagai bentuk loyalitas santri terhadap pemimpin yang berasal dari kalangan pesantren.
  • Gus Yasin mendorong SGN memperkuat kolaborasi dengan Pemprov Jateng di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Salatiga, IDN Times - Para santri ponpes yang menjadi anggota ormas Santri Gayeng Nusantara (SGN) Jawa Tengah mulai diarahkan untuk memberikan citra yang positif bagi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen.

Sejumlah anggota Santri Gayeng juga sudah disarankan mendukung visi misi Ahmad Luthfi.

"Jawa Tengah ini punya pemimpin dari kalangan santri yang kebetulan duduk di pemerintahan, yaitu Gus Yasin, guru kita panutan kita. Mari kita sukseskan, kita eksplorasi untuk kebaikan Jawa Tengah," ujar Ketua Umum SGN Jawa Tengah, Chamzah Hasan tatkala membuka acara halal bihalal pengurus SGN se-Jateng di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah, Kota Salatiga, Jl. Diponegoro Pulutan, Kecamatan Sidorejo Salatiga, Sabtu (4/4/2026).

Table of Content

1. Ketua SGN sebut ada masyarakat tidak taat ke pemerintah

1. Ketua SGN sebut ada masyarakat tidak taat ke pemerintah

IMG-20260404-WA0097.jpg
Pembukaan halal bihalal Santri Gayeng Nusantara. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Secara khusus, ia meminta anggota SGN untuk total mendukung program Ahmad Luthfi dan Gus Yasin. Sebab ada sebagian masyarakat yang tidak taat kepada pemimpinya. Ada jalan lubang sedikit saja sudah diumbar di media sosial, dengan narasi negatif kepada pemerintah. 

"Anggota SGN harus komen yang positif sesuai fakta, itulah tekad santri-santri gayeng Nusantara dalam rangka mendukung kepemimpinan Jateng yang berhasil. Maka kami nyadong dawuh kepada Gus Yasin untuk memberi arahan yang terbaik buat SGN," tuturnya.

2. Sampai kapanpun SGN mengabdi buat Gus Yasin

Ilustrasi santri di pondok pesantren. (Dok. Unusa)
Ilustrasi santri di pondok pesantren. (Dok. Unusa)

Lebih lanjut lagi, pihaknya menekankan anggota SGN mencapai 500 ribu orang. Anggota SGN mengabdi untuk Gus Yasin sebagai guru dan putra Almaghfurlah KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen.

Ia bilang, Gus Yasin lahir dari kalangan santri. Karenanya, SGN punya tanggung jawab mensukseskan tugas-tugasnya membangun Jateng bersama Ahmad Luthfi. 

“Jadi SGN itu lembaga khidmah atau pengabdian untuk guru kami, kiai kami Gus Yasin. Karena beliau dzuriyah, pengasuh Pondok tempat kami nyantri, yaitu pondok Al Anwar Sarang Rembang. Maka sampai kapanpun SGN akan mengabdi buat Gus Yasin," akunya.

3. Gus Yasin Minta SGN tingkatkan kolaborasi dengan Pemprov

ilustrasi santri belajar (pexels.com/irginurfadil)
ilustrasi santri belajar (pexels.com/irginurfadil)

Sementara, Gus Yasin mengimbau semua anggota SGN meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah. Anggota SGN juga diminta lebih masif berperan untuk mendukung pelaksanaan program Pemprov.

"Fokus ke depan, SGN harus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintahan lebih masif lagi, kolaborasi harus kita buka dan dikembangkan khusunya dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah," katanya.

Ia menjelaskan, setidaknya ada empat bidang yang bisa dikerjasamakan dengan pemerintah. Yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. 

Di bidang pendidikan, sudah bekerjasama dengan pemprov Jateng dalam program beasiswa santri dan pengasuh pesantren. Pemerintah yang menyiapkan program dan beasiswa, sedangkan anggota SGN yang sosialisasi dan ikut menjaring calon santri yang mendaftar. 

Dalam bidang kesehatan, SGN juga sudah kerjasama pemerintah dengan mengadakan cek kesehatan gratis (CKG) dan program Speling (dokter spesialis keliling). Di bidang sosial SGN selalu hadir jika terjadi bencana.

Di bidang ekonomi, jelasnya, anggota SGN di Pati ada yang punya usaha ternak kambing bagi hasil dengan masyarakat. Di Brebes, SGN bermitra dengan Pertamina dalam penjualan gas elpiji. Di Banyumas ada yang ternak bebek dan pertanian bawang merah. Di Banjarnegara ada usaha mengolah makanan untuk pakan lele. 

"Ada empat bidang yang bisa dikerjasamakan. Yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi menengah bawah, dan sosial. Saya mengajak SGN di 35 kabupaten/kota, untuk berkolaborasi dengan pemprov Jateng, diantaranya juga membantu mengatasi kemiskinan dengan program bedah rumah," tandasnya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More