Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BEM Semarang Raya Demo Serentak! Polda Jateng: Jangan Rusak Fasum
Massa BEM UI dihadang aparat kepolisian saat hendak menggelar demo ke Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Aliansi BEM Semarang Raya menggelar demo serentak sekitar pukul 13.00 WIB, bergerak dari Pos Johar menuju Tugu Muda hingga Gubernuran Semarang.
  • Massa menuntut penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi total MBG, penghentian kopdes, serta pengesahan RUU Perampasan Aset oleh pemerintah pusat.
  • Polda Jateng mengimbau aksi berlangsung damai, tanpa kekerasan atau perusakan fasilitas umum, serta meminta warga menyesuaikan rute dan menghindari informasi provokatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
hari ini sekitar pukul 13.00 WIB

Aliansi BEM Semarang Raya menggelar demonstrasi di Gubernuran Semarang. Massa menuntut penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi MBG, penghentian kopdes, serta pengesahan RUU Perampasan Aset.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Aliansi BEM Semarang Raya menggelar demonstrasi menuntut penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi total MBG, penghentian kopdes, serta pengesahan RUU Perampasan Aset.
  • Who?
    Aliansi BEM Semarang Raya menjadi peserta aksi. Polda Jawa Tengah, melalui Kabid Humas Kombes Pol Yuliyanto, mengimbau demonstran menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum.
  • Where?
    Aksi berlangsung di Kota Semarang, dengan titik awal Pos Johar, melintasi Tugu Muda, dan menuju kawasan Gubernuran Semarang.
  • When?
    Demonstrasi berlangsung hari ini, sekitar pukul 13.00 WIB.
  • Why?
    Mahasiswa menyuarakan tuntutan terkait harga bahan pokok dan BBM, kebijakan MBG dan kopdes, serta desakan agar pemerintah pusat mengesahkan RUU Perampasan Aset.
  • How?
    Massa bergerak serentak dari Pos Johar menuju Tugu Muda dan Gubernuran. Polda Jawa Tengah meminta aksi dilakukan damai, mematuhi hukum, mengikuti arahan petugas, dan tidak terpancing provokasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa dari BEM Semarang Raya demo di Semarang jam 1 siang. Mereka mulai dari Pos Johar, lalu ke Tugu Muda dan Gubernuran. Mereka minta harga bahan pokok dan BBM turun. Polisi bilang demo boleh, tapi harus damai. Polisi juga minta tidak merusak tempat umum dan tidak mudah terpancing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aksi mahasiswa di Semarang dapat dipandang sebagai ruang demokrasi yang memberi kesempatan bagi aspirasi, kritik, dan gagasan untuk disampaikan kepada pemerintah. Penekanan kepolisian pada dialog konstruktif, ketenangan masyarakat, serta penghormatan terhadap hukum dan hak pengguna jalan membuka peluang agar penyampaian tuntutan berlangsung damai dan tertib.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Aliansi BEM Semarang Raya di Kota Semarang hari ini sekitar pukul 13.00 WIB demo di Gubernuran Semarang.

Aksi demo BEM menuntut penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi total MBG dan penghentian kopdes. Demo BEM Semarang Raya juga mendesak pemerintah pusat mengesahkan RUU Perampasan Aset. 

Informasi dari IDN Times, demo dimulai serentak dari Pos Johar. Lalu berlanjut ke Tugu Muda sampai Gubernuran. 

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

"Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar lokasi maupun jalur yang akan dilalui massa, kami sarankan menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,” tegasnya. 

Yuliyanto bilang, demo memang untuk memberikan ruang aspirasi bagi mahasiswa. Mahasiswa berhak sampaikan bkritik, gagasan maupun tuntutan kepada pemerintah. 

Namun, saat demo harus menghormati hak orang lain, menaati ketentuan hukum, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Ia mengimbau pendemo menyampaikan aspirasi melalui cara-cara damai, tidak melakukan tindakan kekerasan, perusakan fasilitas umum, maupun tindakan lain yang dapat merugikan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa Polri menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.

“Mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan menyuarakan aspirasinya. Kami menghormati hak tersebut. Namun, hak itu juga disertai kewajiban untuk menghormati hak masyarakat lainnya, menaati hukum, dan menjaga ketertiban,” ujar Yuliyanto.

Ia mengajak peserta aksi untuk menjadikan penyampaian aspirasi sebagai ruang dialog yang konstruktif, bukan ruang untuk saling berhadapan.

“Sampaikan apa yang menjadi keresahan dan tuntutan dengan cara yang damai. Jangan sampai aspirasi yang baik justru terganggu oleh tindakan yang dapat merugikan orang lain atau melanggar hukum,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mudah terpancing oleh provokasi, baik yang muncul secara langsung di tengah massa maupun melalui informasi yang beredar di media sosial.

“Tetap jaga suasana, jangan mudah terpancing. Jika ada informasi atau ajakan yang berpotensi memicu keributan, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Mari sama-sama menjaga agar aksi hari ini menjadi bagian dari demokrasi yang sehat,” pungkasnya

Curated For You

Editorial Team

Related Article