Semarang, IDN Times - Aliansi BEM Semarang Raya di Kota Semarang hari ini sekitar pukul 13.00 WIB demo di Gubernuran Semarang.
Aksi demo BEM menuntut penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi total MBG dan penghentian kopdes. Demo BEM Semarang Raya juga mendesak pemerintah pusat mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Informasi dari IDN Times, demo dimulai serentak dari Pos Johar. Lalu berlanjut ke Tugu Muda sampai Gubernuran.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
"Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar lokasi maupun jalur yang akan dilalui massa, kami sarankan menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,” tegasnya.
Yuliyanto bilang, demo memang untuk memberikan ruang aspirasi bagi mahasiswa. Mahasiswa berhak sampaikan bkritik, gagasan maupun tuntutan kepada pemerintah.
Namun, saat demo harus menghormati hak orang lain, menaati ketentuan hukum, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Ia mengimbau pendemo menyampaikan aspirasi melalui cara-cara damai, tidak melakukan tindakan kekerasan, perusakan fasilitas umum, maupun tindakan lain yang dapat merugikan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa Polri menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.
“Mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan menyuarakan aspirasinya. Kami menghormati hak tersebut. Namun, hak itu juga disertai kewajiban untuk menghormati hak masyarakat lainnya, menaati hukum, dan menjaga ketertiban,” ujar Yuliyanto.
Ia mengajak peserta aksi untuk menjadikan penyampaian aspirasi sebagai ruang dialog yang konstruktif, bukan ruang untuk saling berhadapan.
“Sampaikan apa yang menjadi keresahan dan tuntutan dengan cara yang damai. Jangan sampai aspirasi yang baik justru terganggu oleh tindakan yang dapat merugikan orang lain atau melanggar hukum,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mudah terpancing oleh provokasi, baik yang muncul secara langsung di tengah massa maupun melalui informasi yang beredar di media sosial.
“Tetap jaga suasana, jangan mudah terpancing. Jika ada informasi atau ajakan yang berpotensi memicu keributan, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Mari sama-sama menjaga agar aksi hari ini menjadi bagian dari demokrasi yang sehat,” pungkasnya
