Kubu PB XIV Purboyo laporkan salah satu cucu PB XIII karna diduga lakukan pengeroyokan menjelang penyerahan SK Menteri Kebudayaan di Bangsal Polisen, Keraton Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Sebelumnya, kubu PB XIV Purboyo melalui Kuasa Kuasa hukum korban, Ardi Sasongko mengatakan korban berinisial RP, seorang abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang berpakaian serba hitam. Akibat kejadian tersebut, RP mengalami sejumlah luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
menyebut luka paling serius dialami di bagian belakang kepala dan area kemaluan. Selain itu, korban juga mengalami memar di bagian dada serta tangan kiri.
“Korban sempat ditendang hingga tersungkur dan mengalami luka robek di kepala,” ujar Ardi kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Usai kejadian, korban dievakuasi oleh rekannya ke area Sasana Narendra untuk diamankan sebelum dibawa ke rumah sakit. Saat ini, RP masih menjalani rawat jalan dan pemantauan lanjutan.
Insiden tersebut terjadi di kawasan Bangsal Siaga Pulisen dan dipicu oleh upaya pembukaan Pintu Kori Gajahan. Massa dari Lembaga Dewan Adat (LDA) yang mendukung Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi berusaha membuka pintu tersebut dari dalam area keraton dengan memanjat tembok menggunakan tangga bambu.
Upaya itu sempat dihadang oleh kelompok pendukung Sinuhun Pakubuwono XIV Purbaya. Meski demikian, pintu akhirnya berhasil dibuka dan massa pendukung Hangabehi masuk ke area keputren.
Sebagaimana diketahui, kericuhan di Keraton Solo terjadi di tengah polemik penunjukan KGPA Panembahan Agung Tedjowulan sebagai penanggung jawab pemanfaatan Keraton oleh Kementerian Kebudayaan. Penunjukan tersebut mendapat penolakan dari kubu GKR Timoer Rumbai yang menegaskan Keraton merupakan milik adat, bukan negara, sehingga memicu ketegangan antar-kubu menjelang agenda resmi pemerintah.