Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dua Anak di Solo Positif Campak, Pemkot Lakukan Sweeping Imunisasi
ilustrasi virus campak (freepik.com/freepik)
  • Pemkot Solo mengimbau masyarakat melengkapi imunisasi campak anak setelah dua kasus pada 2025 terjadi akibat penolakan vaksin.
  • Pemerintah akan melakukan sweeping imunisasi balita lewat program catch up campaign dengan dukungan kelurahan dan kader kesehatan.
  • Target zero campak 2026 dicanangkan melalui peningkatan cakupan vaksinasi, sosialisasi pentingnya imunisasi, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengajak masyarakat untuk melengkapi imunisasi campak pada anak, terutama balita. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit campak sekaligus mempertahankan kondisi Kota Solo yang saat ini belum mencatat kasus baru pada 2026.

Wali Kota Solo, Respati Ardi mengatakan pada 2025 lalu terdapat dua kasus campak yang terjadi di Solo. Kedua kasus tersebut diketahui berkaitan dengan anak yang tidak mendapatkan vaksinasi.

1. 1. Dua kasus campak terkait penolakan vaksin

Ilustrasi vaksin campak (Freepik/freepik)

Respati menjelaskan dua kasus campak yang terjadi pada 2025 disebabkan karena anak yang bersangkutan tidak menerima imunisasi campak.

Menurutnya, vaksinasi menjadi langkah penting untuk melindungi anak dari penularan penyakit yang mudah menyebar tersebut.

“Pada 2025 ada dua kasus campak di Solo karena yang bersangkutan menolak vaksin,” ujar Respati di Solo, Rabu (11/3/2026).

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya imunisasi, khususnya bagi balita.

Respati menegaskan bahwa imunisasi campak merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

2. Pemkot Solo akan lakukan sweeping imunisasi balita.

Walikota Solo, Respati Ardi. (IDN Times/Larasati Rey)

Untuk meningkatkan cakupan imunisasi, Pemkot Solo akan melakukan penyisiran terhadap balita yang belum mendapatkan vaksin campak.

Program tersebut akan dilaksanakan melalui kegiatan catch up campaign dengan melibatkan perangkat kewilayahan seperti kelurahan hingga kader kesehatan.

“Kami akan melibatkan kewilayahan untuk melakukan sweeping balita yang belum mendapatkan imunisasi campak,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan seluruh anak di Kota Solo mendapatkan perlindungan melalui vaksinasi.

3. Pemkot Solo targetkan zero campak pada 2026.

ilustrasi gejala ruam campak di beberapa warna kulit (commons.wikimedia.org/Chidiebere Ibe)

Respati mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kasus campak di Kota Solo sepanjang 2026.

Ia berharap melalui program imunisasi dan penyisiran balita yang belum divaksin, Solo bisa mempertahankan kondisi tersebut dan mencapai target zero campak.

Pemkot Solo juga berencana mengeluarkan surat edaran agar masyarakat segera melengkapi imunisasi anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Retno Erawati Wulandari menambahkan pihaknya terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi kepada masyarakat.

Selain vaksinasi, Dinas Kesehatan juga mengedukasi warga tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit menular.

Editorial Team