Hadapi Cuaca Ekstrem, Resik-Resik di Sepanjang Kali Semarang Digiatkan

- Pemkot Semarang melalui DPU melakukan resik-resik kali atau membersihkan sungai.
- Kegiatan ini sebagai upaya antisipasi dalam menghadapi cuaca ekstrem.
- Langkah ini diambil untuk mencegah banjir dan genangan air di Kota Semarang.
Semarang, IDN Times - Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan resik-resik kali atau membersihkan sungai. Kegiatan ini sebagai upaya antisipasi dalam menghadapi cuaca ekstrem.
1. Antisipasi bencana saat cuaca ekstrem

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, sejumlah langkah yang tengah dilakukan pihaknya sebagai antisipasi bencana dalam menghadapi musim penghujan. Salah satunya membersihkan sungai dari sampah agar aliran airnya lancar.
Kegiatan itu meliputi pembersihan ranting-ranting serta material yang mengganggu aliran sungai. Selain itu, rumah-rumah yang berdiri di tepi sungai juga telah diberikan peringatan karena keberadaannya dinilai menghambat, terutama saat terjadi keadaan darurat seperti kebakaran.
“Kami membersihkan kali dan ranting yang mengganggu. Rumah-rumah yang berada di tepi sungai juga kami peringatkan agar tidak berada di sana, karena kemarin saat kebakaran sempat menghalangi pemadam kebakaran,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
2. Warga di bantaran sungai tidak menghalangi jalur evakuasi

Suwarto menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk memberikan arahan kepada warga yang masih menempati bantaran sungai agar tidak menghalangi jalur evakuasi maupun akses petugas.
Adapun, pembersihan dilakukan di sepanjang Kali Semarang mulai dari kawasan Gajahmada hingga Petudungan. Sebanyak sekitar 200 orang diterjunkan dari berbagai unsur, di antaranya Koramil, kelurahan, kecamatan, Dinas PU, serta LKPM. Dalam proses pembersihan ranting-ranting tinggi, petugas menggunakan alat sky lift.
Namun, pengerjaan di dasar sungai hanya dapat dilakukan secara manual karena alat berat tidak memungkinkan masuk ke lokasi.
3. Lakukan pengerukan sedimen di drainase

Setelah kegiatan ini, DPU Kota Semarang berencana melanjutkan pembersihan di Kali Banger, mengingat pada hari Minggu mendatang kawasan tersebut menjadi lokasi Festival Kali Banger, sekaligus karena banyaknya enceng gondok yang menumpuk di area itu.
Selain pembersihan kali, Suwarto juga mengungkapkan bahwa pemerintah kota saat ini terus melakukan pengerukan sedimen di sejumlah gorong-gorong dan drainase, terutama di kawasan rawan genangan seperti Simpang Lima dan Gajahmada. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penyumbatan air saat hujan turun.
“Kami berharap kegiatan resik-resik kali yang dilakukan secara rutin dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan. Selain itu, kami mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.


















