Pekalongan, IDN Times - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pekalongan tidak hanya membuat warga mengungsi, tetapi juga memunculkan berbagai keluhan kesehatan.
Tim Dokkes Polda Jateng mendeteksi banyak korban banjir Pekalongan mengalami batuk, sesak napas, hingga keluhan penyakit kronis menjadi masalah yang dihadapi selama beberapa hari di lokasi pengungsian.
Merespons kondisi tersebut, puluhan personel dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng bersama Sie Dokkes Polres Pekalongan Kota memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir.
Pelayanan kesehatan gratis dilakukan di Posko Pengungsian SD Negeri 3 Tirto dan Posko Masjid Khusnul Khuluq, Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan.
Di lokasi tersebut, para pengungsi mendapatkan pemeriksaan langsung oleh dokter umum, disertai pemberian obat dan vitamin sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Kabiddokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agustinus mengatakan kondisi lingkungan pengungsian berpotensi memicu gangguan kesehatan apabila tidak ditangani sejak dini.
“Dari hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak kami temukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 54 kasus, disusul pusing, hipertensi, diare, hingga keluhan penyakit kronis. Total ada 85 pengungsi yang kami periksa dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis sesuai hasil pemeriksaan,” ungkapnya, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan penting untuk mencegah kondisi kesehatan pengungsi memburuk, khususnya pada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
Selain pemeriksaan medis, petugas kesehatan juga memberikan edukasi singkat kepada pengungsi terkait pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan di area pengungsian guna menekan risiko penularan penyakit.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa kehadiran personel Polri di lokasi pengungsian merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Dalam situasi bencana, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Polri hadir untuk memastikan para pengungsi mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, termasuk layanan kesehatan, agar mereka tetap kuat dan mampu melalui masa sulit ini,” ujar Artanto.
Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan dampak banjir berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
