Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Suhu Dieng Bisa Minus Derajat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa Suhu Dieng Bisa Minus Derajat? Ini Penjelasan Ilmiahnya
ilustrasi embun upas (pexels.com/Ludvig Hedenborg)
Intinya Sih
  • Kombinasi Faktor Alam: Suhu ekstrem di bawah 0 derajat Celsius di Dieng dipicu oleh tiupan Angin Monsun Australia, langit tanpa awan, dan kondisi topografi yang unik.

  • Fenomena Embun Upas: BMKG menegaskan bahwa kristal es yang menyelimuti Dieng bukanlah salju, melainkan fenomena sublimasi embun beku permukaan akibat suhu tanah yang anjlok.

  • Persiapan Wisatawan: Bagi traveler yang ingin berburu pemandangan beku ini, persiapan pakaian berlapis dan manajemen waktu sebelum fajar menjadi kunci keselamatan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Siapa sih yang nggak tergiur melihat pesona kristal es ala Eropa di tanah Jawa? Belakangan ini, jagat media sosial lagi diramaikan dengan potret menakjubkan Dataran Tinggi Dieng yang diselimuti hamparan es putih memukau. Banyak orang berbondong-bondong ke sana demi bisa merasakan sensasi dingin yang tidak biasa.

Tapi di balik keindahannya, cuaca dinginnya nggak main-main karena suhunya bisa merosot ekstrem hingga minus derajat Celsius! Penasaran nggak sih, kok bisa daerah tropis seperti Indonesia punya suhu sebeku itu? Biar nggak salah kaprah dan persiapan liburanmu makin matang, yuk simak penjelasan ilmiah resmi dari BMKG yang berhasil dirangkum khusus buat kamu, ya!

1. Intrusi Massa Udara Dingin Monsun Australia

Penyebab utama dari hembusan hawa sedingin es ini berasal dari pergerakan Angin Monsun Timur yang bertiup dari Benua Australia menuju Benua Asia melewati kepulauan Indonesia. Kebetulan, saat puncak musim kemarau di Indonesia terjadi, wilayah Australia justru sedang mengalami puncak musim dingin.

Alhasil, angin lintas benua ini membawa karakteristik massa udara yang sangat kering dan bersuhu sangat rendah. Hembusan angin inilah yang menjadi modal awal dropnya suhu udara secara drastis di berbagai wilayah pegunungan kita, termasuk Dieng.

2. Efek Clear Sky alias Langit Tanpa Awan

Pernah memperhatikan nggak kalau malam hari di musim kemarau justru terasa jauh lebih dingin menusuk tulang? Menurut BMKG, hal ini disebabkan oleh sangat rendahnya kandungan uap air di atmosfer, sehingga hampir tidak ada tutupan awan sama sekali pada malam hari.

Tanpa adanya awan yang bertindak sebagai "selimut bumi", radiasi panas gelombang panjang yang diserap tanah pada siang hari akan terlepas bebas ke luar angkasa tanpa ada hambatan. Akibat hilangnya pelindung ini, proses pendinginan permukaan bumi di Dieng berlangsung secara kilat dan ekstrem menjelang fajar.

3. Topografi Cekungan Dataran Tinggi (Cold Air Pooling)

Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah letak geografis Dieng yang berada di elevasi sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Uniknya, topografi kawasan ini berbentuk dataran tinggi rata yang dikelilingi oleh kompleks perbukitan, persis menyerupai bentuk cekungan atau mangkok raksasa.

Secara hukum fisika, udara dingin memiliki densitas atau massa jenis yang lebih berat dibandingkan dengan udara hangat. Pada malam hari, udara sedingin es dari puncak-puncak bukit akan mengalir turun dan akhirnya terperangkap di dasar cekungan, terutama di area terbuka seperti Kompleks Candi Arjuna.

4. Pembentukan "Embun Upas" yang Sering Dikira Salju

BMKG menegaskan bahwa hamparan kristal es putih yang menghiasi dedaunan di Dieng bukanlah salju murni yang turun dari langit, melainkan embun beku permukaan atau yang akrab disebut masyarakat lokal sebagai embun upas.

Fenomena ini terjadi ketika suhu udara di dekat permukaan tanah anjlok drastis menembus 0°C hingga minus 6°C. Kelembapan udara setempat yang menempel pada permukaan daun dan rumput langsung mengalami proses pembekuan instan (sublimasi), mengubahnya menjadi butiran kristal es padat yang berkilauan saat pagi datang.

Tips Kesiapan Mitigasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Semarang:

  • Gunakan Baju 3 Lapis (Layering Method)

    • Gunakan kombinasi kaus dalam termal, jaket fleece, dan jaket windbreaker penahan angin untuk menjaga kehangatan inti tubuh.

  • Proteksi Ujung Tubuh

    • Jauhkan diri dari ancaman hipotermia dengan wajib memakai kupluk, sarung tangan tebal, syal leher, serta sepatu tertutup yang dipadukan dengan kaos kaki wol.

  • Pahami Waktu Terbaik

    • Embun es biasanya mulai mengkristal sekitar pukul 03.00 WIB dan mencapai puncaknya sesaat sebelum matahari terbit, tepatnya pada pukul 05.30 hingga 06.00 WIB.

Fenomena alam yang menakjubkan ini memang menyuguhkan pemandangan langka yang sangat indah, namun keamanan dan kesehatan tubuh tetap harus menjadi prioritas utama selama berwisata di sana. Jadi, pastikan persiapan fisik dan perlengkapan hangatmu sudah matang sebelum meluncur ke lokasi!

nah, setelah tahu rahasia ilmiah di balik fenomena membeku ini, apakah kamu semakin tertantang untuk berburu embun upas langsung di Dieng dalam waktu dekat?

Yuk, tulis jawaban dan rencana liburanmu di kolom komentar!

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More