Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kota Semarang Garap Potensi Budidaya Sapi Wagyu di Gunungpati

Kota Semarang Garap Potensi Budidaya Sapi Wagyu di Gunungpati
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengunjungi dan melihat secara langsung pengembangbiakan sapi wagyu dari Jepang di peternakan terpadu Jatirejo Farm, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (17/10/2024). (dok. Pemkot Semarang)

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang akan menggarap potensi budidaya sapi wagyu. Rencana itu digagas setelah Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengunjungi dan melihat secara langsung pengembangbiakan sapi wagyu dari Jepang di peternakan terpadu Jatirejo Farm, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (17/10/2024).

1. Jatirejo Farm kembangbiakan sapi wagyu

ilustrasi daging wagyu (commons.wikimedia.org/Nesnad)
ilustrasi daging wagyu (commons.wikimedia.org/Nesnad)

"Di Jatirejo Farm ada peternakan sapi perah untuk susu, dan penggemukan untuk diambil daging. Yang istimewanya di sini sedang dikembangkan sapi wagyu," ujarnya.

Bekerja sama dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), para peternak sapi Jatirejo Farm mengembangbiakkan sapi wagyu yang belum banyak dikenal di Indonesia khususnya Kota Semarang. Padahal, di sini memiliki potensi yang luar biasa.

"Dari BRIN nanti akan bantu mengembangbiakkan untuk pengambilan semen beku atau spermanya, sehingga nanti bisa dipakai untuk pengembangbiakan di Kota Semarang dan wilayah lainnya," tutur perempuan yang akrab di sapa Ita.

2. Makanan sapi juga hasil dari budidaya

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengunjungi dan melihat secara langsung pengembangbiakan sapi wagyu dari Jepang di peternakan terpadu Jatirejo Farm, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (17/10/2024). (dok. Pemkot Semarang)
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengunjungi dan melihat secara langsung pengembangbiakan sapi wagyu dari Jepang di peternakan terpadu Jatirejo Farm, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (17/10/2024). (dok. Pemkot Semarang)

Perlu diketahui Jatirejo Farm merupakan peternakan terpadu, di mana mulai dari kotoran ternak bisa diubah menjadi biogas dan pupuk. Bahkan, pakan sapinya juga merupakan hasil budidaya rumput yang diberi nama Rumput Pak Cong.

"Makanan sapi juga dari rumput di sini yang dibudidayakan. Rumput ini bernama rumput pak Cong yang memiliki protein lebih tinggi. Di sini juga dibuat pakan ternak menggunakan chopper yang memakai tenaga surya. Jadi segala pemenuhan kebutuhan dari dalam Jatirejo Farm sendiri," jelasnya.

Peternakan sapi di Jatirejo melakukan mulai dari pembiakan, persemaian, termasuk inseminasi. Pemeliharaan sapi dimulai dari umur 1-4 bulan, kemudian di atas 4 bulan, hingga yang mulai menghasilkan susu, penggemukan, semua dilakukan terintegrasi.

3. Kota Semarang bisa mandiri daging sapi

ilustrasi dua ekor sapi di padang rumput (pexels.com/Mark Stebnicki)
ilustrasi dua ekor sapi di padang rumput (pexels.com/Mark Stebnicki)

Walikota berharap para peternak lainnya bisa mencontoh Jatirejo Farm yang bisa mengembangkan potensi yang dimiliki. Selain itu, perlu menjalin sinergi dengan pihak terkait seperti BRIN dan BRIDA demi tujuan kedaulatan pangan.

"Kami berharap ini bisa memberikan manfaat yang sangat luar biasa kepada masyarakat khususnya peternak di Kota Semarang, dan harapannya Kota Semarang bisa mandiri daging. Sebab, daging wagyu saat ini sangat dibutuhkan untuk restoran, cafe dan rumah makan dan hotel di Ibukota Jawa Tengah,’’ tandas Ita.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
ANGGUN PUSPITONINGRUM
EditorANGGUN PUSPITONINGRUM
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Gubernur Jateng: 6.271 Koperasi Desa Merah Putih di Jateng Beroperasi

16 Mei 2026, 21:26 WIBNews