Ngarsopuro Jadi Titik Aksi, Night Market hingga Solo is Solo Ditutup

- Night Market Ngarsopuro dan Solo is Solo ditutup lebih cepat karena demonstrasi tak kondusif di Jalan Slamet Riyadi, Solo.
- Massa aksi solidaritas ojek online merembet hingga kawasan Ngarsopuro, membuat pengunjung dan anak muda sontak riuh.
- Pos polisi dibakar massa, lampu lalu lintas dirusak, dan sejumlah pot-pot bunga di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Adi Sucipto juga rusak akibat aksi tersebut.
Surakarta, IDN Times - Kegiatan Night Market Ngarsopuro dan Solo is Solo yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Solo tutup lebih cepat, para pedagang memilih mengemasi barang dagangan lebih awal karena suasana demonstrasi tak kondusif terjadi di Jalan Slamet Riyadi Solo.
Massa aksi solidaritas ojek online (ojol) yang sebelumnya digelar di depan Mako Brimob, Manahan, Solo, Jumat (19/8/2025) berlanjut di Bundaran Gladak, dan merembet hingga kawasan Ngarsopuro. Pada Malam sekitar pukul 21.00 WIB polisi memukul mundur massa di kawasan Bundaran Gladak, dan akhirnya massa lari ke arah Ngarsopuro, Solo.
Kawasan yang ramai pengujung dan anak muda tersebut sontak riuh, lantaran massa merusak sejumlah fasilitas umum hingga membawa flare dan berjalan di kawasan Jalan Slamet Riyadi.
“Iya, tutup lebih awal karena suasana tak kondusif,” ujar Irul pengelola Solo is Solo.
Salah satu pengujung, Rita mengaku memilih pulang ke rumah usai melihat kericuhan dari arah timur, ia pun sempat berlarian saat melihat sejumlah pemuda berlarian ke arah Ngarsopuro dari Gladak. Selang beberapa saat, banyak suara tembakan gas air mata dari polisi. Ia pun memilih langsung meninggalkan lokasi.
“Ia tadi takut banget, terus langsung aja pulang gitu, gak tau kalau demo sampai begitu,” jelasnya.
Aksi tersebut bahkan membuat pos polisi yang berada di perempatan Hotel Novotel dibakar massa. Tak hanya itu massa juga merusak lampu lalu lintas hingga sejumlah pot-pot bunga yang ada di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Adi Sucipto, Manahan Solo.