Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Air Laut Jadi Air Minum, Begini Inovasi Undip Semarang di Nusakambangan Cilacap
Universitas Diponegoro (Undip) mengoperasikan instalasi desalinasi yang mampu mengubah air laut menjadi air minum dengan kapasitas lebih dari 20.000 liter per hari di Pulau Nusakambangan, Cilacap. (Dok. Undip)
  • Universitas Diponegoro mengoperasikan instalasi desalinasi di Nusakambangan yang mampu menghasilkan lebih dari 20.000 liter air minum per hari, menggantikan pasokan dari daratan.
  • Proyek ini melibatkan warga binaan sebagai bagian program pembinaan, dengan pelatihan pengoperasian dan perawatan instalasi agar mereka memiliki keterampilan teknis pasca bebas.
  • Teknologi desalinasi berbasis energi surya ini telah diterapkan di beberapa daerah pesisir Jawa Tengah dan kini memperkuat kemandirian air bersih serta ketahanan pangan di Nusakambangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cilacap, IDN Times  – Ketergantungan Pulau Nusakambangan pada pasokan air minum dari luar wilayah mulai berakhir. Universitas Diponegoro (Undip) mengoperasikan instalasi desalinasi yang mampu mengubah air laut menjadi air minum dengan kapasitas lebih dari 20.000 liter per hari.

1. Penuhi kebutuhan penghuni lapas

Universitas Diponegoro (Undip) mengoperasikan instalasi desalinasi yang mampu mengubah air laut menjadi air minum dengan kapasitas lebih dari 20.000 liter per hari di Pulau Nusakambangan, Cilacap. (Dok. Undip)

Pasokan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan petugas di kawasan tersebut. Sebab selama ini, kebutuhan air minum di Nusakambangan dipasok dari daratan, termasuk dari sumber air pegunungan di wilayah Purwokerto. Kondisi itu membuat distribusi air bergantung pada pengiriman lintas pulau dan menambah biaya operasional.

Teknologi yang dikembangkan Guru Besar Fakultas Teknik Undip, Prof. I Nyoman Widiasa, menawarkan pendekatan berbeda. Air laut diolah menjadi air layak minum menggunakan sistem desalinasi yang ditenagai panel surya, sehingga tidak hanya mengatasi keterbatasan sumber air tawar, tetapi juga menekan kebutuhan energi listrik konvensional.

Rektor Undip, Suharnomo mengatakan, teknologi tersebut merupakan bentuk hilirisasi riset yang langsung diterapkan untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.

2. Jadi bagian program pembinaan warga binaan

Universitas Diponegoro (Undip) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meresmikan program desalinasi air di Rusunawa Slamaran di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan kini warga bisa mengkonsumsi air bersih. (dok. Undip)

“Keberhasilan riset bukan hanya saat dipublikasikan dalam jurnal, tetapi ketika hasilnya benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Nyoman, pengembangan instalasi dimulai pada Januari 2026 dan konstruksi dilakukan sejak April hingga akhirnya siap dioperasikan pada Juni. Undip tidak hanya merancang teknologi, tetapi juga mendampingi proses pembangunan dan operasional agar sistem dapat berjalan berkelanjutan.

Selain menyediakan air minum, proyek ini juga menjadi bagian dari program pembinaan warga binaan. Sejumlah narapidana yang mendekati masa bebas dilatih mengoperasikan dan merawat instalasi sehingga memiliki keterampilan teknis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

3. Desalinasi sudah diterapkan di sejumlah daerah pesisir

Inovasi Desalinasi Air yang dikembangkan Universitas Diponegoro (Undip) menjangkau wilayah pesisir Kabupaten Pemalang. (dok. Undip)

Teknologi desalinasi bukan pertama kali diterapkan Undip. Sebelumnya, sistem serupa telah digunakan di sejumlah daerah pesisir Jawa Tengah seperti Jepara, Demak, Brebes, Rembang, dan Pekalongan yang menghadapi persoalan serupa, yakni keterbatasan akses terhadap air bersih.

Peresmian operasional instalasi dilakukan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto saat meninjau pengembangan kawasan Nusakambangan. Menurut Siti Hediati, pemanfaatan air laut sebagai sumber air minum membuka peluang agar teknologi serupa diterapkan di wilayah pesisir dan kepulauan lain yang mengalami krisis air bersih.

Kehadiran instalasi ini juga memperkuat pengembangan kawasan ketahanan pangan di Nusakambangan. Dengan tersedianya pasokan air minum yang diproduksi di lokasi, operasional kawasan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada distribusi air dari luar pulau, sekaligus menunjukkan bahwa teknologi desalinasi berbasis energi terbarukan mulai menjadi solusi praktis bagi daerah-daerah yang selama ini kesulitan memperoleh air bersih.

Editorial Team

Related Article