Sejumlah petugas Indonesia Power terlihat sedang sibuk memasang peralatan instalasi listrik yang terkoneksi dengan lubang-lubang panel surya yang ada di sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung yang dioperasikan oleh PLTGU Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. (IDN Times/Dok Humas Indonesia Power PLTGU Tambaklorok Semarang)
Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan optimalisasi aset, implementasi PLTS juga memberikan kontribusi terhadap aspek lingkungan. Pemanfaatan energi surya tersebut berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 3.584 ton CO₂eq, yang setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 161 ribu pohon.
“Bagi kami, transformasi energi bukan hanya tentang penggunaan teknologi baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan dampak nyata. Penghematan biaya, optimalisasi aset, pengurangan emisi, serta dukungan terhadap pengembangan Green Hydrogen Plant menjadi bukti bahwa energi terbarukan dapat diintegrasikan secara nyata ke dalam operasional pembangkitan,” lanjutnya.
Perolehan Juara 3 AEBT Kementerian ESDM 2026 Kategori On Grid–Self Consumption semakin memperkuat komitmen PLN Indonesia Power dalam menghadirkan inovasi yang mendukung transformasi sektor energi nasional. Integrasi PLTS Apung dan PLTS Atap di UBP Semarang menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun ekosistem pembangkitan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.
Ke depan, PLN Indonesia Power UBP Semarang akan terus mendorong pengembangan inovasi berbasis energi terbarukan serta optimalisasi aset perusahaan sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) dan mewujudkan sistem energi nasional yang semakin hijau dan berkelanjutan.