Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Respon Jokowi Usai Aktivis 98 Datangi KPK

Respon Jokowi Usai Aktivis 98 Datangi KPK
Presiden ke-7 RI Joko “Jokowi” Widodo. (IDN Times/Larasati Rey)
Share Article

Surakarta, IDN Times - Sejumlah aktivis yang ternaung dalam Nurani '98 mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2025) siang. Mereka mendesak KPK mengusut dugaan korupsi yang melibatkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi, dan keluarganya.

1. Jokowi tak mempermasalahkan

Presiden ke-7 RI Joko “Jokowi” Widodo. (IDN Times/Larasati Rey)
Presiden ke-7 RI Joko “Jokowi” Widodo. (IDN Times/Larasati Rey)

Menanggapi hal tersebut, Presiden ke-7 Joko “Jokowi” Widodo pun menanggapi dengan santai. Jokowi memperbolehkan siapa saja untuk melapor.

“Ya gapapa. Boleh-boleh saja, siapapun” jelas Jokowi saat ditemui di rumahnya di Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (8/1/2025).

2. Mengaku sudah dua kali dilaporkan KPK

Ilustrasi OTT KPK (Dok. IDN Times)
Ilustrasi OTT KPK (Dok. IDN Times)

Ditanya soal adanya pelaporan tersebut, Jokowi tak mempermaslaahkannya. Ia bahkan mengaku bahkan sudah dua kali dilaporkan ke KPK.

“Ya dilaporkan ke KPK nggak sekali dua kali, hehehe,” jelasnya.

Tak hanya itu, para aktivis tersebut juga menyinggung masuknya nama Jokowi dalam daftar Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) memasukkan nama Jokowi dalam daftar finalis pemimpin dunia terkorup.

“Kan udah ada klarifikasi yang jelas dari OCCRP, klarifikasinya udah jelas,” jelasnya.

3. Mengaku tak pernah intervensi

Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo. (IDN Times/Larasati Rey)
Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo. (IDN Times/Larasati Rey)

Ditanya soal permintaan Aktivis 98 yang meminta KPK untuk mengecek harta kekayaan Jokowi dan keluarga.

“Ya kalau dicek ya dicek aja, dicek aja kok,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ditanya soal adanya intervensi ke KPK, Jokowi meminta awak media bertanya ke bersangkutan.

“Ditanyakan saja, jgn ditanyakan ke saya. Tanyakan saja ke sana.

Seperti diketahui, Aktivis 98 diantaranya Tak Ray Rangkuti, akademisi UNJ, Ubedillah Badrun; Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto; dan sejumlah aktivis lainnya datang ke KPK bertujuan memantau perkembangan sejumlah kasus yang diduga melibatkan Jokowi dan keluarga, yang sebelumnya telah mereka laporkan ke Direktorat PLPM KPK. 

Adapun sejumlah kasus yang pernah dilaporkan antara lain dugaan suap atau gratifikasi oleh Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dari PT SM, dugaan gratifikasi fasilitas pesawat jet yang dinikmati Kaesang, hingga kasus Blok Medan yang menyeret Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
Larasati Rey
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Cara Cepat Urus Santunan Kematian di Semarang, Bisa Pakai E-SANKEM

28 Jun 2026, 05:27 WIBNews